Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

APAKAH KEPUASAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA DIPENGARUHI MARKETING MIX Rani Satiti; Purwadhi Purwadhi; Bayu Wahyudi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21009

Abstract

Perubahan di era globalisasi saat ini telah menghadirkan tantangan yang serius bagi bisnis di seluruh dunia. Kompetensi bisnis yang semakin ketat sudah menyebabkan beberapa perusahaan kolaps karena kurangnya strategi dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang cepat, tidak terkecuali klinik pratama. Perusahaan yang ingin membangun basis pelanggan yang setia dan bertahan di pasar yang kompetitif, mereka harus menjadikan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap aspek operasi mereka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelaksanaan marketing mix (yang terdiri dari 8P yaituProduct, Price, Promotion, Place, People, Process, Physical Evidence, Productivity and Quality) terhadap kepuasan pasien di Klinik Pratama Sarodja, Godean, Yogyakarta. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini yaitu 500 pasien Klinik Sarodja dan jumlah sampel yaitu 56 pasien Klinik Sarodja. Teknik analisis data penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa marketing mix memiliki pengaruh yang positif dan signifikan kepada kepuasan pasien di Klinik Pratama Sarodja.
Strategi Manajerial dalam Menangani Klaim Tertunda BPJS Kesehatan di Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Sorong Rido Pangidoan Simbolon; Bayu Wahyudi; Kahar Mulyani
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajerial yang diterapkan oleh Rumah Sakit Pertamina Sorong dalam menangani klaim tertunda BPJS Kesehatan di rawat inap, untuk menganalisis tantangan yang dihadapi, untuk mengevaluasi efektivitas strategi manajerial yang diterapkan dan untuk memberikan rekomendasi strategi manajerial yang dapat diterapkan oleh Rumah Sakit Pertamina Sorong dalam menangani klaim tertunda BPJS Kesehatan di rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Jenis analisis data deskriptif kualitatif kerap digunakan untuk menganalisis kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial. Temuan penelitian menjelaskan bahwa Rumah Sakit Pertamina Sorong terdapat permasalahan klaim tertunda BPJS kesehatan khususnya Rawat Inap, hal ini terkait beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan klaim BPJS Kesehatan seperti kelengkapan Berkas klaim, kesalahan Pengkodingan mau pun Sumber daya manuisa (SDM) yang belum terlatih dalam pengurusan klaim di Rumah Sakit Pertamina Sorong.
Analysis of Standard Precautions and Prevention of Nosocomial Infections in Improving Patient Safety Culture Among Nurses at Duta Indah Hospital, Jakarta N. Siti Nuraeni; Bayu Wahyudi; Yuniati Lestari
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.v4i2.1181

Abstract

Patient safety is a top priority in healthcare, yet healthcare-associated infections (HAIs) remain a persistent challenge. Duta Indah Hospital Jakarta experiences gaps between infection prevention standards and actual nursing practices, affecting its patient safety culture. To analyze nurses’ understanding and implementation of standard precautions and HAI prevention, examine their contribution to patient safety culture, and identify influencing factors. A qualitative case study was conducted through in-depth interviews with 17 informants, observations, and document review. Data were analyzed thematically. Standard precautions were acknowledged as the foundation of infection prevention but were not optimally applied, especially in preventing ventilator-associated pneumonia (VAP). Nurses supported patient safety culture through hand hygiene compliance, proper use of personal protective equipment (PPE), environmental hygiene, and HAI bundles. Barriers included unsupportive mindsets and work culture, limited PPE and hand hygiene facilities, and high workload. Standard precautions are vital in preventing HAIs and fostering a patient safety culture. Strengthening their implementation requires education, compliance monitoring, and managerial support. Adherence to national regulations Law No. 17/2023 on Health, Minister of Health Regulation No. 27/2017 on Infection Prevention and Control, and Minister of Health Regulation No. 11/2017 on Patient Safety is essential as a legal framework to reinforce patient safety culture in hospitals.
Analysis of Capitation Fund Management Mechanisms at Pratama Dental Clinics and Partner Dentists at Pratama Dental Clinics Leny Afriany; Bayu Wahyudi; Bambang Sukajie
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 9 No 3 (2024): JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Primary Dentist functions as gatekeeper which provides services in first-level health facilities. Payments to primary dentists are set using a capitation system of IDR 3,000/per patient, varying at each health facility. This payment system requires dentists to manage utilization well and effectively. The research aims to analyze the allocation, utilization and transparency of primary dentist capitation funds. This research was conducted qualitatively using in-depth interviews, document review and observation. Research informants were selected randomly purposive sampling consisting of 2 partner practice dentists at Pratama Clinic and a Pratama Clinic dentist in Bandung City with high and low capitation coverage. It can be concluded that the distribution of participants to dentists in the city of Bandung is not evenly distributed so that there is still an inadequate allocation of capitation funds in acceptance which may have an impact on operations and service quality. Most of the operational costs are used for consumable medical materials. The suggestion from this research is that BPJS Health should adjust capitation norms, equalize the distribution of participants and clarify the regulations for dental and oral health services from the National Health Insurance. There is also a need for transparency in accepting capitation for dentists as the spearhead of services.
PENGARUH ULASAN NEGATIF ELEKTRONIK (NEGATIVE E-WOM) DAN PERSEPSI NILAI (PERCEIVED VALUE) TERHADAP NIAT BERKUNJUNG DIMEDIASI KEPERCAYAAN (STUDI PADA PASIEN DI KLINIK UTAMA TOMANG JAKARTA) Fransisca Vonny Indriyati; Bayu Wahyudi; Budi Santoso
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1147

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi akses informasi kesehatan dengan menciptakan fenomena dimana pasien bergantung pada platform online sebelum membuat keputusan berkunjung ke sebuah pelayanan kesehatan, guna mengevaluasi persepsi nilai maupun kualitas sebuah layanan sehingga merebaknya Ulasan Negatif Elektronik di media online sering kali memengaruhi kepercayaan pasien terhadap fasilitas kesehatan yang berpotensi menurunkan niat berkunjung. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh Ulasan Negatif Elektronik dan Persepsi Nilai terhadap Niat Berkunjung yang dimediasi Kepercayaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 90 responden pasien klinik yang dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis dengan uji regresi linier berganda menggunakan software SPSS 26 dan uji Sobel untuk mediasi. Hasil penelitian menunjukkan Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) berpengaruh negatif signifikan terhadap Kepercayaan (t-hitung = -2.854, p=0.005) dan Niat Berkunjung, sementara Persepsi Nilai (Perceived Value) berpengaruh positif signifikan terhadap Kepercayaan (t-hitung = 5,031, p=0,000) dan Niat Berkunjung. Kepercayaan terbukti sebagai mediator signifikan pada hubungan Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) dan Niat Berkunjung (Sobel 2.462, p=0.013) dan Persepsi Nilai (Perceived Value) dan Niat Berkunjung (Sobel 3.498, p=0.000). Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) melemahkan Kepercayaan dan Niat Berkunjung, sedangkan Persepsi Nilai (Perceived Value) memperkuatnya melalui Kepercayaan. Manajemen fasilitas Kesehatan perlu memitigasi ulasan negatif melalui transparansi digital dan peningkatan mutu layanan untuk memperkuat kepercayaan, sehingga meningkatkan persepsi nilai dan niat berkunjung pasien. Implikasi praktis mencakup strategi responsif sesuai regulasi yang berlaku terhadap e-WOM untuk mendukung keberlanjutan layanan kesehatan.
Strategi Manajerial dalam Menangani Klaim Tertunda BPJS Kesehatan di Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Sorong Rido Pangidoan Simbolon; Bayu Wahyudi; Kahar Mulyani
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajerial yang diterapkan oleh Rumah Sakit Pertamina Sorong dalam menangani klaim tertunda BPJS Kesehatan di rawat inap, untuk menganalisis tantangan yang dihadapi, untuk mengevaluasi efektivitas strategi manajerial yang diterapkan dan untuk memberikan rekomendasi strategi manajerial yang dapat diterapkan oleh Rumah Sakit Pertamina Sorong dalam menangani klaim tertunda BPJS Kesehatan di rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Jenis analisis data deskriptif kualitatif kerap digunakan untuk menganalisis kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial. Temuan penelitian menjelaskan bahwa Rumah Sakit Pertamina Sorong terdapat permasalahan klaim tertunda BPJS kesehatan khususnya Rawat Inap, hal ini terkait beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan klaim BPJS Kesehatan seperti kelengkapan Berkas klaim, kesalahan Pengkodingan mau pun Sumber daya manuisa (SDM) yang belum terlatih dalam pengurusan klaim di Rumah Sakit Pertamina Sorong.
Evaluating The Impact of Patient Admission Flow, Block Scheduling, And Reminder System on Elective Surgery Delay Rates at Restu Ibu Hospital Balikpapan Joan Febrian Ristanto; Bayu Wahyudi; Yuniati Lestari
International Journal of Marketing & Human Resource Research Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Marketing and Human Resource Research
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/ijmhrr.v7i1.3350

Abstract

Elective surgery delays are a major challenge in operating room management, affecting service quality, resource efficiency, and patient satisfaction. At Restu Ibu Hospital, delay rates ranged from 25–30% monthly prior to the intervention. This study evaluated the effectiveness of comprehensive OR management interventions: block scheduling, EMR-integrated digital reminders, standardized preoperative SOPs, and STARKES monitoring integration in reducing elective surgery delays. A quasi-experimental interrupted time series design with segmented regression analysis was employed. Data were collected from EMR and STARKES dashboards covering six months pre-intervention (July–December 2024) and six months post-intervention (February–July 2025). Qualitative interviews with key stakeholders illuminated the dynamics of implementation and contextual factors. Pre-intervention baseline delay rate averaged 26.8%, with a non-significant upward trend of 0.4% per month. Post-intervention, significant improvements emerged: an immediate level reduction of 13.5% (p = 0.021) and a sustained monthly decline of 1.8% (p = 0.008), reducing monthly delays to 12–15%, a 50% improvement. Secondary outcomes showed reduced first-case start delays (>20%), shorter turnover times (15–20%), and lower overtime rates (<15%). Qualitative findings identified key causes of delay, including patient tardiness, incomplete assessments, delayed OR readiness, and suboptimal coordination. The comprehensive intervention package effectively reduced elective surgery delays through integrated process standardization, scheduling reform, digital enablement, and performance monitoring. Findings demonstrate that operational excellence in resource-constrained settings derives from effective management rather than extensive infrastructure investment.
Evaluasi Manajemen Limbah Medis di Puskesmas Kabupaten Luwu Afifah Idelma Makmur; Bayu Wahyudi; Yani Restiani Widjaja
ManBiz: Journal of Management and Business Vol. 4 No. 3 (2025): ManBiz: Journal of Management and Business
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medical waste is a hazardous by-product of healthcare activities that poses risks to human health and the environment, requiring proper management in accordance with regulations. This qualitative study evaluated medical waste management at Puskesmas Ponrang and Puskesmas Ponrang Selatan in Luwu Regency through naturalistic observation and in-depth interviews with the head of the Puskesmas, environmental health officers, and cleaning staff. The findings show that waste segregation between medical and non-medical waste has been implemented using yellow and black plastic bags, although standardized labeling and color coding are not fully applied. Waste is collected daily, but supporting facilities such as closed trolleys and temporary storage areas remain inadequate. In addition, transportation to third-party waste handlers is irregular, causing occasional waste accumulation, and the Puskesmas lack incinerators, making them dependent on external parties for final disposal. Overall, medical waste management in Luwu Regency’s Puskesmas has not fully complied with Ministry of Health Regulation No. 7 of 2019 and Ministry of Environment and Forestry Regulation No. P56 of 2015, indicating the need for improved facilities, enhanced staff training, and more integrated transportation and disposal systems to reduce health and environmental risks.
Evaluation of Physician Compliance in the Implementation of Clinical Pathways at Moh Ridwan Meuraksa Level Ii Hospital Jakarta Ahyaita Ahyaita; Bayu Wahyudi; Oke Andikarya
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol. 7 No. 1 (2026): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v7i1.10475

Abstract

This study aims to evaluate the level of physician compliance in the implementation of Clinical Pathways (CP) at Moh Ridwan Meuraksa Class II Hospital, Jakarta. Clinical Pathways function as a clinical care management tool designed to ensure consistency, efficiency, and quality of patient services based on scientific evidence and standardized procedures. The research applied a quantitative approach with an observational cross-sectional design through direct observation and the distribution of questionnaires to physicians. The sample consisted of 40 physicians involved in the implementation of CP for five major diagnoses, namely Acute Myocardial Infarction (AMI), Severe Preeclampsia, Hypertrophic Tonsils, Femur Fracture, and Cervical Cancer. The research instruments included observation sheets and questionnaires that had been tested for validity (r > 0.361) and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.857). The findings indicate that overall physician compliance with CP implementation falls into the moderate category (65.8%). The highest compliance occurred in emergency clinical examinations and initial therapy administration, while the lowest compliance appeared in variance documentation and multidisciplinary consultation. The study recommends strengthening training, improving information systems, and integrating CP into Electronic Medical Records to enhance compliance and service quality.
PENGARUH ULASAN NEGATIF ELEKTRONIK (NEGATIVE E-WOM) DAN PERSEPSI NILAI (PERCEIVED VALUE) TERHADAP NIAT BERKUNJUNG DIMEDIASI KEPERCAYAAN (STUDI PADA PASIEN DI KLINIK UTAMA TOMANG JAKARTA) Fransisca Vonny Indriyati; Bayu Wahyudi; Budi Santoso
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1147

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi akses informasi kesehatan dengan menciptakan fenomena dimana pasien bergantung pada platform online sebelum membuat keputusan berkunjung ke sebuah pelayanan kesehatan, guna mengevaluasi persepsi nilai maupun kualitas sebuah layanan sehingga merebaknya Ulasan Negatif Elektronik di media online sering kali memengaruhi kepercayaan pasien terhadap fasilitas kesehatan yang berpotensi menurunkan niat berkunjung. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh Ulasan Negatif Elektronik dan Persepsi Nilai terhadap Niat Berkunjung yang dimediasi Kepercayaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 90 responden pasien klinik yang dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis dengan uji regresi linier berganda menggunakan software SPSS 26 dan uji Sobel untuk mediasi. Hasil penelitian menunjukkan Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) berpengaruh negatif signifikan terhadap Kepercayaan (t-hitung = -2.854, p=0.005) dan Niat Berkunjung, sementara Persepsi Nilai (Perceived Value) berpengaruh positif signifikan terhadap Kepercayaan (t-hitung = 5,031, p=0,000) dan Niat Berkunjung. Kepercayaan terbukti sebagai mediator signifikan pada hubungan Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) dan Niat Berkunjung (Sobel 2.462, p=0.013) dan Persepsi Nilai (Perceived Value) dan Niat Berkunjung (Sobel 3.498, p=0.000). Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa Ulasan Negatif Elektronik (Negative e-WOM) melemahkan Kepercayaan dan Niat Berkunjung, sedangkan Persepsi Nilai (Perceived Value) memperkuatnya melalui Kepercayaan. Manajemen fasilitas Kesehatan perlu memitigasi ulasan negatif melalui transparansi digital dan peningkatan mutu layanan untuk memperkuat kepercayaan, sehingga meningkatkan persepsi nilai dan niat berkunjung pasien. Implikasi praktis mencakup strategi responsif sesuai regulasi yang berlaku terhadap e-WOM untuk mendukung keberlanjutan layanan kesehatan.