Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Media Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu Tebuireng III Indragiri Hilir Riau Muhamad Nurqozin; Samsu; Darma Putra
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.289

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Islam Terpadu Tebuireng III, Indragiri Hilir, Riau, dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian melibatkan studi kasus untuk memahami implementasi dan dampak penggunaan media digital dalam proses pembelajaran. SMK ini dipilih berdasarkan kriteria seperti komitmen terhadap peningkatan standar pendidikan dan integrasi PAI dengan pendidikan umum. Fasilitas seperti konektivitas internet, wifi, dan laptop untuk siswa di kelas ideal memfasilitasi pembelajaran berbasis media digital. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan fokus pada guru PAI dan siswa kelas X, XI, dan XII. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh signifikan dari pemanfaatan media digital terhadap kualitas pembelajaran PAI. Pendidik memanfaatkan berbagai sumber seperti buku elektronik, video, presentasi, dan makalah ilmiah yang didistribusikan melalui Google Classroom. Kegiatan pembelajaran mengikuti kurikulum 2013, dengan alokasi waktu dua sesi 45 menit per minggu. Pendekatan pengajaran mencakup observasi, inkuiri, pengumpulan data, penalaran, dan komunikasi, serta penggunaan LCD proyektor untuk menjelaskan materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital meningkatkan antusiasme siswa dan kemahiran teknik pengajaran guru PAI. Integrasi media digital, khususnya Google Classroom, memungkinkan penyampaian materi secara efektif dan fleksibel. Namun, terdapat tantangan, seperti penggunaan internet oleh siswa untuk tujuan non-akademik. Studi ini memberikan wawasan tentang peran media digital dalam mengoptimalkan pembelajaran PAI di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang.
Mengungkap Kultur Sekolah Berbasis Nilai Islam: Studi Kualitatif Naturalistik di MTs Swasta Al-Hidayah Kebon IX Samsu; Try Susanti; Khairi Muslimah; Wanada Siti Salsabilah; Nursifa Hasanah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6425

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap secara mendalam kultur sekolah di MTs Swasta Al-Hidayah Kebon IX, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, khususnya bagaimana nilai, norma, keyakinan, dan praktik keseharian terbentuk serta bagaimana interaksi aspek struktural dan sosial membentuk budaya sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, kepala tata usaha, petugas perpustakaan, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur sekolah berkembang dalam konteks pendidikan Islam yang menekankan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan saling menghargai. Kultur sekolah tampak melalui empat dimensi utama, yaitu artifak, pesan verbal, nilai dan keyakinan, serta asumsi budaya. Dimensi artifak terlihat pada tata tertib, disiplin siswa, pemanfaatan fasilitas, dan program sekolah. Dimensi pesan verbal tercermin melalui komunikasi santun, terbuka, dan edukatif antara guru dan siswa. Nilai dan keyakinan diwujudkan melalui pembiasaan kejujuran, tanggung jawab, semangat belajar, dan kegiatan keagamaan. Sementara itu, asumsi budaya menunjukkan persepsi positif warga sekolah bahwa madrasah merupakan tempat pembentukan karakter dan pengembangan ilmu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kultur sekolah terbentuk melalui sinergi antara aspek struktural dan sosial yang menciptakan lingkungan belajar religius, tertib, dan kondusif. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kultur sekolah pada madrasah berbasis nilai Islam.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Fungsi Dasar Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai Islam Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMA Kabupaten Bungo Samsu; Raudoh; Mardona
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan fungsi dasar manajemen pendidikan berbasis nilai Islam untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah menengah atas di Kabupaten Bungo. Penelitian ini berfokus pada empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, tanggung jawab, disiplin, musyawarah, dan integritas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai praktik kepemimpinan dalam konteks sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyusun program sekolah, mengorganisasikan sumber daya manusia dan kelembagaan, mengarahkan pelaksanaan kegiatan pendidikan, serta melakukan pengawasan terhadap proses pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan berkontribusi terhadap penguatan budaya sekolah, peningkatan profesionalisme guru, peningkatan kedisiplinan peserta didik, serta terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Implementasi fungsi manajemen yang efektif dan didukung oleh kepemimpinan berbasis nilai terbukti memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran dan kinerja sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islam merupakan faktor penting dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di sekolah menengah atas.
STRATEGI GURU TAHFIZ UNTUK MENINGKATKAN MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SANTRI DARUL HAQ JAMBI Mawar Lestari; Sukarno; Samsu
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v9i1.4799

Abstract

This study aims to analyze tahfiz teachers' strategies for increasing students' interest in Qur'an memorization at the MTs level in Darul Haq Islamic Boarding School, Jambi. A descriptive qualitative approach with a field research design was employed. Data were collected through participatory observation, semi-structured in-depth interviews, and document analysis, then processed using Miles & Huberman's interactive model. Findings reveal that effective tahfiz teacher strategies synergistically combine three approaches: an affective approach through personal motivation and emotional reinforcement, a spiritual approach through internalization of worship values and teacher role modeling, and a technical-methodical approach through the application of talaqqi, tikrar, tasmi', and muraja'ah methods. A religious boarding school environment and peer group support serve as the main facilitating factors, while dense schedules, methodological monotony, limited facilities, and disproportionate teacher-student ratios are the primary barriers. Recommendations include optimizing time management, diversifying instructional methods, improving teacher training, and strengthening family involvement in students' memorization process.
EKSPLORASI LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SAINS ANAK USIA DINI Endah Nurliana Sapitri; Sukarno; Samsu
Al Hanin Vol. 6 No. 1 (2026): Al Hanin
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/e9mhtk61

Abstract

conducted in two cycles involving early childhood learners. Data were collected through observation and documentation. The results show an improvement in children’s science understanding from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, children’s participation and understanding were categorized as moderate, while in Cycle II, there was a significant improvement indicated by increased curiosity, active participation, and better ability to identify differences in plant shape, color, and size. The learning process became more interactive and meaningful as children directly engaged with real objects in their environment. This study contributes to early childhood science learning by providing evidence that environmental exploration is an effective experiential learning strategy to enhance children’s cognitive development in understanding basic scientific concepts in a concrete and meaningful way.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI TAMAN KANAK-KANAK AL-QUR’AN JAUHARULWATHON Ayu Fitria Nengsih; Sukarno; Samsu
Al Hanin Vol. 6 No. 1 (2026): Al Hanin
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/thvtyc98

Abstract

This study aimed to improve early childhood numeracy skills through the use of the snakes and ladders game at Al-Qur'an Jauharul Wathon Kindergarten, Setiris Village, Muaro Sebo District, Muaro Jambi Regency. The problem identified in the learning process was that children showed low interest and limited understanding of counting activities because the teaching methods used were monotonous and less interactive. This research employed Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles. The subjects of this study were 15 children aged 5–6 years in Group B. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the snakes and ladders game effectively improved children’s counting abilities. In the pre-cycle stage, only 13% of children achieved the expected level of numeracy development. After the implementation of the actions in Cycle I and Cycle II, children’s numeracy skills increased significantly, with most children reaching the category of developing as expected and developing very well. Therefore, the snakes and ladders game can be considered an enjoyable, interactive, and effective learning medium for improving early childhood numeracy skills.