Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KARAKTERISTIK PERKAWINAN CAKO SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT MANGGARAI Fransiskus Bustan; Agustinus Mahur; Labu Djuli; John Bhae Bhae
Jurnal Lazuardi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Lazuardi
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.537 KB) | DOI: 10.53441/jl.Vol3.Iss2.31

Abstract

This paper discusses the characteristics of cako marriage as the symbol of cultural identity for Manggarai society, as reflected in the meaning of the cako marriage, customary rules in the cako marriage, and the changes of social role and status in the cako marriage, in view of social anthropology which deals with the study of the relationship of culture and society. The materials are based on data collected through research which is descriptive in nature. The results of study show that the cako marriage refers to the form of marriage between a man of the elder offspring and a woman of the younger offspring. As the two families are of the same clan, the cako marriage is endogamy. Based on the customary rules of Manggarai society, the cako marriage is only permitted for a woman of the younger offspring of the third layer above. Due to the cako marriage, the social role and status change in some respect as the elder offspring acts as wife taker is known as anak wina in Manggarai language and the younger offspring acts as wife giver known as anak rona in Manggarai language. Being wife taker, the elder offspring holds lower power, or vice versa, being wife giver, the younger offspring holds higher power.
PENGGUNAAN STRATEGI KOSAKATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SD INPRES NAIKOTEN 1 MEMAHAMI PESAN DAN INFORMASI TENTANG KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nova Amsikan; Labu Djuli; Rista Apriliya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi melalui penggunaan strategi kosakata pada siswa kelas III SD Inpres Naikoten 1 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes hasil belajar dan observasi aktivitas guru serta siswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 47,1% dengan kategori belum tuntas. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 100% dengan seluruh siswa berada pada kategori sangat baik. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik, dan aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup menjadi sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi kosakata efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Renwan Merliani Baly; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Makrina Feliksia Prada; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
ANALISIS DEIKSIS DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS Yeni Nuryanti Wadu Kadja; Labu Djuli; Margareta P.E.Djakaho
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16002

Abstract

This research is entitled "Deixis in the Novel We (are not) Paper Graduates by J.s Khairen. The problem in this research is how is the use of deixis in the novel We (are not) Paper Graduates by J.s Khairen?. This research aims to describe the use of deixis in the novel We (are not) Paper Graduates by J.s Khairen. This type of research is library research using descriptive methods, meaning analyzing the data found descriptively. Data collection in this research uses reading and note-taking techniques. Data analysis is carried out using a pragmatic approach with several stages, namely identifying, classifying data, analyzing data and concluding the results of data analysis. Based on the results of the data analysis that has been done, 390 data were found consisting of 299 personal deixis data, 42 place deixis data, and 49 time deixis data. The forms of personal deixis found are the form of I, me, we, us, you, you, he and they. The forms of place deixis are here, there, here and there. The forms of time deikis namely yesterday, now, tomorrow and in the future.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM UPACARA ADAT NDUNA BAKULAK DI DESA OEMATAMBOLI KABUPATEN ROTE NDAO Deva Grisela Lekeama; Labu Djuli; Margareta P. E. Djokaho
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Now Available
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18936

Abstract

It is motivated by the crucial role of language in community life, particularly in traditional ceremonies where language functions not only as a communication tool but also as a vehicle to convey intentions, emotions, rules, values, and cultural norms. The Nduna Bakulak traditional ceremony is an Oematamboli village tradition rich in social and cultural value, featuring various speech forms. Consequently, the utterances used in the ceremony present a compelling subject for study regarding their forms and functions. This study aims to describe the forms and functions of directive and expressive speech acts in the Nduna Bakulak traditional ceremony and to explain their usage within the community's social and cultural context. This research employs a descriptive qualitative approach. The data consist of utterances containing directive and expressive speech acts identified during the execution of the Nduna Bakulak traditional ceremony. Data sources were gathered from utterances spoken by ceremony participants, traditional elders, and community members involved in the event. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, and audio-video recording. The collected data were subsequently transcribed, translated, classified, and analyzed based on form, function, and contextual usage. This study applies pragmatic theory to analyze speech acts through the speaker's intent within specific contexts. In speech act theory, directive acts involve the speaker's attempts to get the listener to perform an action, whereas expressive acts serve to express the speaker's psychological state or attitude. Additionally, Dell Hymes' sociopragmatic theory—specifically the SPEAKING model—is utilized to understand the relationship between utterances and their underlying social and cultural contexts. The SPEAKING framework encompasses Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, and Genre, offering a lens to examine how the context of a speech event influences the use and interpretation of language. The results reveal a range of directive and expressive speech act forms in the Nduna Bakulak traditional ceremony. The directive speech acts identified include advising, inviting, commanding, requesting, and forbidding. These acts function to guide participant behavior, invite the community to take action, solicit assistance or specific deeds, offer counsel, and ensure the ceremony proceeds in according with customary rules. Meanwhile, the expressive speech acts found include expressions of gratitude, respect, prayer, hope, and solidarity. These expressive utterances function to convey the speaker’s feelings and attitudes—such as gratitude, deference toward participants, aspirations for family life, and a sense of unity and solidarity within the community. Based on the findings, it can be concluded that directive and expressive speech acts in the Nduna Bakulak traditional ceremony serve not merely as communication channels, but also fulfill vital social and cultural functions. The use of these utterances is intrinsically linked to participant relationships, social status, communicative goals, customary norms, and the ceremonial setting. Thus, a pragmatic and sociopragmatic approach demonstrates that the meaning of an utterance cannot be isolated from its socio-cultural context. Furthermore, the speech acts in the Nduna Bakulak ceremony play an essential role in preserving kinship ties, honoring customary values, maintaining order during the ceremony, and ensuring the cultural continuity of the Rote Ndao people.
Penerapan Media Cerita Bergambar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN Kelapa Lima Kota Kupang Keren Yulce Elisabeth Bana; Labu Djuli; Rista A. Devi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1240

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Kelapa Lima SDN Kelapa Lima Kota Kupang dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yang ditandai dengan siswa kurang mampu menentukan ide pokok suatu bacaan, siswa kesulitan menjawab pertanyaan bersadarkan isi teks dan siswa belum mampu menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasanya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesai untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Kelapa Lima Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian tes siklus I terdapat 12 siswa (60%) yang tuntas sedangkan 8 siswa (40%) lainnya belum tuntas. Pada siklus II sebanyak 18 siswa (90%) yang tuntas dan 2 siswa (10%) belum tuntas. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman ini dapat dilihat dari peningkatan skor rata-rata tes yang dilakukan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Kelapa Lima Kota Kupang