Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Program Magang SMKN 5 Surabaya Terhadap Minat Siswa Untuk Melanjutkan Studi Dan Kesiapan Kerja Marco Delloni Liborang; Desy Ratna Arthaningtyas
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 11 No. 2 (2025): November
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v11i2.69866

Abstract

SMK atau Sekolah menengah kejuruan dituntut untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan berwirausaha. Namun, semakin banyaknya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menunjukkan bahwa mereka merupakan pemain penting dalam dunia perkuliahan. Riset ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh program program magang terhadap minat Siswa SMKN 5 untuk melanjutkan studi dan 2) Mengetahui pengaruh program magang terhadap kesiapan kerja siswa. Peneliti menggunakan tipe penelitian Ex Post Facto dan metodologi kuantitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket atau kuesioner. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur variabel X, yaitu program magang, serta variabel Y, yang terdiri dari minat melanjutkan studi (Y1) dan kesiapan kerja (Y2). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) program magang (variabel X) memiliki pengaruh terhadap minat melanjutkan studi (variabel Y1) dengan kontribusi sebesar 4,2% dan 2) program magang (variabel X) memiliki pengaruh terhadap minat melanjutkan studi (variabel Y1) dengan kontribusi sebesar 3,9%.
Evaluasi Perbandingan Tingkat Kesiapan Kerja Lulusan SMK 3 Tahun dan 4 Tahun Jurusan Konstruksi Gedung, Sanitasi, dan Perawatan di Surabaya, Indonesia Sheila Ayu Pratama; Desy Ratna Arthaningtyas
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v4n2.p205-215

Abstract

SMK 3 tahun dan SMK 4 tahun memiliki perbedaan durasi pembelajaran yang berimplikasi terhadap kesiapan kerja dan daya serap lulusan di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kesiapan kerja serta daya serap lulusan SMK 3 tahun dan SMK 4 tahun pada Jurusan Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Responden berjumlah 100 lulusan, terdiri atas 50 lulusan SMK 3 tahun dan 50 lulusan SMK 4 tahun. Instrumen berupa kuesioner 20 butir dengan skala ordinal tiga poin (ya=3, kadang-kadang=2, tidak=1). Analisis dilakukan menggunakan software Jamovi untuk memperoleh nilai rata-rata, simpangan baku, dan perbandingan antarkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan kerja lulusan SMK 4 tahun lebih tinggi pada seluruh aspek, khususnya tanggung jawab kerja (2,90 ± 0,28) dibandingkan SMK 3 tahun (2,63 ± 0,39), serta motivasi pengembangan diri (2,63 ± 0,37 vs 2,30 ± 0,46). Data tracer study menunjukkan bahwa 92% lulusan SMK 4 tahun bekerja sesuai bidang keahlian, sedangkan SMK 3 tahun sebesar 70%. Temuan ini memberikan bukti empiris awal yang menunjukkan kecenderungan lebih baik terhadap peningkatan kesiapan kerja dan relevansi bidang kerja lulusan. Secara kebijakan, hasil ini mendukung penguatan model SMK 4 tahun pada bidang konstruksi serta perlunya optimalisasi kemitraan industri dan literasi digital dalam kurikulum kejuruan.
ANALISIS KETERKAITAN MINAT BELAJAR DAN PRESTASI GAMBAR TEKNIK MANUAL TERHADAP PRESTASI AUTOCAD KELAS XI DPIB SMKN Yunita Wahyu Lestari; Desy Ratna Arthaningtyas
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10571

Abstract

The transition from manual technical drawing skills to digital-based competencies is often not supported by adequate foundational abilities, which may hinder students’ success in learning AutoCAD in vocational education. This gap highlights the need to identify key factors influencing students’ digital competency achievement. This study aims to examine the relationship between learning interest and manual technical drawing achievement on AutoCAD 2D performance. A total of 36 eleventh-grade DPIB students at SMKN Dander Bojonegoro were involved as research participants in a quantitative study employing an ex post facto design. Data were analyzed using multiple linear regression with a bootstrapping technique due to non-normal distribution. The results indicate that manual technical drawing achievement has a significant effect on AutoCAD 2D performance, while learning interest shows no significant influence. Simultaneously, both variables demonstrate a very strong relationship with AutoCAD performance. These findings emphasize that mastery of fundamental manual skills is a key factor in supporting success in digital-based learning. Therefore, strengthening manual technical drawing competencies should be prioritized before implementing technology-based instruction. ABSTRAK Peralihan dari keterampilan gambar teknik manual ke berbasis digital seringkali tidak diimbangi dengan penguasaan kompetensi dasar yang memadai, sehingga berpotensi menghambat keberhasilan pembelajaran AutoCAD di pendidikan vokasi. Kesenjangan ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor yang berperan dalam mendukung pencapaian kompetensi digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara minat belajar dan prestasi gambar teknik manual terhadap prestasi AutoCAD 2D. Sebanyak 36 peserta didik kelas XI DPIB SMKN Dander Bojonegoro dilibatkan sebagai subjek dalam studi berpendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda berbasis bootstrapping karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi gambar teknik manual berpengaruh signifikan terhadap prestasi AutoCAD 2D, sedangkan minat belajar tidak memberikan pengaruh yang berarti. Secara simultan, kedua variabel memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap prestasi AutoCAD. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan keterampilan dasar manual menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, penguatan kompetensi gambar teknik manual perlu diprioritaskan sebagai fondasi sebelum implementasi pembelajaran berbasis teknologi.
Penguatan Kemampuan Menulis Buku dan Literasi Teknologi untuk Menciptakan Pembelajaran Inovatif di SMK Negeri 1 Nganjuk dan Sekitarnya Heri Suryaman; Subuh Isnur Haryudo; Desy Ratna Arthaningtyas
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2858

Abstract

Tujuan PKM untuk meningkatkan kemampuan menulis buku dalam menciptakan pembelajaran inovatif. Metode utama yang digunakan dalam PKM ini adalah workshop dan pendampingan. Tahapan PKM ini adalah (1) Sosialisasi, (2) Pelatihan dasar, (3) Pendampingan dan evaluasi, yaitu review hasil draff buku, (4) Finishing draff akhir buku, dan pengiriman naskah ke penerbit, dan (5) Keberlanjutan program. Kegiatan PKM berjalan dengan baik dan lancar serta telah dilakukan sampai pada tahap pelaksanaan dan telah menghasilkan produk berupa draff buku yang akan dikirim ke penerbit. Peserta PKM memberikan respon positif dan berharap untuk dapat dilakukan kembali serta menambah MGMP bidang yang lain.
Efektivtias Model Pembelajaran Small Group Discussion Pada Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi Kelas XII KGS SMK Negeri 5 Surabaya Desy Ratna Arthaningtyas; Yossio Netaya
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v8n1.p12-19

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengertahui efektivitas model pembelajaran Small Group Discussion (SGD) terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuasi ekperimental desain. Partisipan penelitian adalah 71 peserta didik kelas XII KGS di SMK Negeri 5 Surabaya yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan SGD dan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah. Pengumpulan data melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunaka uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai peserta didik antara sebelum dan sesudah penerapan model SGD. Pada kelas eksperimen, mencapai skor N-Gain lebih besar yaitu 48,53% yang dikategorikan “sedang” sementara untuk kelas kontrol hanya mendapatkan 12,14% yang dikategorikan “rendah”. Selain itu, analisis respon peserta didik menunjukkan bahwa 68% peserta didik memberikan respon positif terhadap model SGD. Dengan demikian, model pembelajaran Small Group Discussion (SGD) efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi aktif peserta didik pada mta pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi.   This study was conducted to determine the effectiveness of the Small Group Discussion (SGD) learning model on students’ learning outcomes in the Construction Cost Estimation subject. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The participants were 71 students from class XII KGS at SMK Negeri 5 Surabaya, divided into an experimental class using SGD and a control class using conventional lecture method. Data were collected through learning outcomes tests and analyzed using the Wilcoxon test, Mann-Whitney test, and N-Gain. The results showed a significant difference in student scores between before and after implementation of the SGD model. The experimental class achieved an N-Gain score of 48.53%, categorized as “moderate effective,” which was significantly higher than the control class’s only achieved 12.14%, categorized as “low”. Furthermire, student response analysis showed that 68% of students responded positively to the SGD model. Thus, the Small Group Discussion (SGD) learning model is effective for improving learning outcomes and students’ active participation in the Construction Cost Estimation subjects.                                                                                                 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN JOBSHEET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA ELEMEN GAMBAR TEKNIK KELAS X Welly Arta; Desy Ratna Arthaningtyas
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13558

Abstract

Technical Drawing instruction requires both conceptual understanding and practical skills, necessitating a structured learning process that supports students’ independent learning. However, limited classroom instructional time and the need for systematic practical guidance pose challenges to achieving optimal learning outcomes. This study aims to determine the influence of the Flipped Classroom learning model and the use of Jobsheet learning media on student learning outcomes in the Engineering Drawing element of class X DPIB SMKN 2 Bojonegoro. The research uses a quantitative approach with the Quasi Experimental Design method in the form of Non Equivalent Control Group Design. The research sample amounted to 68 students who were divided into experimental classes (n = 33) using the Flipped Classroom learning model and Jobsheet learning media and control classes (n = 35). The research instruments were in the form of learning outcome tests in the form of pre-tests and post-tests, psychomotor assessment sheets using Jobsheets, and student response questionnaires, then analyzed using descriptive statistics and the Mann-Whitney U test. The results showed no significant difference in learning outcomes between the experimental and control classes (p > 0.05). Nevertheless, the use of jobsheet media in the experimental class resulted in a 100% learning mastery rate and received highly positive responses from students. The conclusions of this study show that there is no significant influence of student learning outcomes using the Flipped Classroom learning model assisted by Jobsheet learning media. However, the learning carried o ut becomes more structured, easy to understand and can help the independence of learning and the effectiveness of practicum activities in the subject of Engineering Drawing. ABSTRAK Pembelajaran Gambar Teknik menuntut pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktik yang memerlukan proses pembelajaran terstruktur dan mendukung kemandirian siswa. Namun, keterbatasan waktu pembelajaran di kelas dan kebutuhan akan panduan praktik yang sistematis menjadi tantangan dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom dan penggunaan media pembelajaran Jobsheet terhadap hasil belajar siswa pada elemen Gambar Teknik kelas X DPIB SMKN 2 Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design bentuk Non Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 68 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n = 33) menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom dan media pembelajaran Jobsheet dan kelas kontrol (n = 35). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test, lembar penilaian psikomotorik menggunakan Jobsheet, serta angket respon siswa, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol (p > 0,05). Meskipun demikian, penggunaan media jobsheet pada kelas eksperimen menghasilkan ketuntasan belajar sebesar 100% dan memperoleh respons siswa yang sangat positif. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan media pembelajaran Jobsheet. Meski demikian, pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih terstruktur, mudah dipahami dan dapat membantu kemandirian belajar dan efektivitas kegiatan praktikum pada mata pelajaran Gambar Teknik.
Pengembangan Media Pembelajaran Praktikum Gambar Desain Pemodelan Bangunan Menggunakan Jobsheet Revit 2023 Di SMK Negeri 7 Surabaya Dawam Mulia; Desy Ratna Arthaningtyas
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 12 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v12i1.70645

Abstract

Building Information Modeling atau BIM adalah suatu pendekatan dengan memanfaatkan teknologi untuk mengelola model bangunan. Para peserta didik Sekolah Menengah Kejuaran atau SMK jurusan pembangunan harus dapat mengikuti perkembangan BIM dalam pembelajaran. Namun media untuk belajar peserta didik tergolong sedikit. Tujuan dari penelitian ini mengembangkan produk media pembelajaran jobsheet dengan materi menggambar gambar arsitektur dengan aplikasi Autodesk Revit. Model penelitian yang digunakan yaitu model 4D. Tahapan dari model 4D adalah Define, Design, Develop, dan Dissiminate. Hasil yang didapat adalah media mendapatkan validasi sebesar 76,667% dan 88,333% dari para ahli serta 84,77% dari para peserta didik, maka media dapat dikatakan layak digunakan. Lalu para peserta didik yang menggunakan media jobsheet mendapatkan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Lalu untuk nilai hasil belajar yang didapatkan rata – rata mendapatkan 95,2424 untuk kelas XI DPIB 1 dan 94,3636 untuk kelas XI DPIB 2. Kemudian dilakukan uji t-independen untuk mencari efektivitas media yang digunakan. Nilai signifikan yang didapatkan sebesar 0,249 > 0,05, maka penggunaan media pembelajaran jobsheet tidak terbukti lebih efektif dibandikngkan dengan metode mengajar konvensional. Meskipun terdapat perbedaan pada nilai rerata kedua kelas namun punya perbedaan yang relatif kecil.
Art of Visualization in Building Construction: Drafting as Communication, Coordination, Regulation, and Budgeting Wendy Hakim; Anggi Rahmad Zulfikar; Feriza Nadiar; Fajar Indra Kusuma; Desy Ratna Arthaningtyas
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 19 No 1 (2026): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v19i1.4693

Abstract

This study investigate the importance of drafting in AEC (architecture, engineering, and construction) industry. The article goes beyond seeing drafting as a technical task of producing drawings, but as a visual art, as it transform abstract ideas into visual construction knowledge. It is interpretive as drafting requires judgment to select, organise, and to communicate technical, legal, spatial, and financial information. At the same time, drafting is also a synthesis as it brings those four different forms of knowledge altogether to become a unity of coordinated visual medium. Construction industry becomes multifaceted and more dependent on digital tools. Thus, this study brings literatures review from several fields to look at how drafting works in four significant areas. Firstly, it helps diverse professionals communicate. Second, it solves coordination problems. Third, it shows legal compliance. Last, it also supports budgeting. While each of these areas has been studied on its own, few studies connect them all through the role of drafting. This study suggests that drafting is not merely a technical task, but also shapes how construction projects happen. Because of this, the paper argues that professionals in the AEC field need to better understand how drafting affects teamwork, legal processes, and financial planning. The model shown in this paper can be a platform for new research, policy, and training to understand the influence of graphical representations, such as drafting, on the physical construction of buildings.