Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Dalam Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Optimal di Departemen Quality Control PT NPI Dengan Metode Full Time Equivalent Rahmi, Fionalita; Suhada, Resa Taruna
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.034

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu bagian terpenting dalam perusahaan, karena merupakan penggerak utama untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia dapat menjadi masalah sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya dikarenakan banyaknya sumber daya manusia yang memiliki beban kerja tinggi hingga mempengaruhi kinerjanya sendiri. Oleh karena itu perusahaan memerlukan adanya perhitungan beban kerja untuk mengetahui beban kerja yang diterima oleh karyawannya. Metode yang digunakan pada perhitungan beban kerja ini adalah Full Time Equivalent (FTE) yang bertujuan untuk menghitung beban kerja yang selama ini diterima oleh karyawan dan kategori beban kerja yang diterima tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu pada posisi Supervisor, Staff, Analis Bahan Awal, Analis Produk Jadi, Analisa Stabilita, IPC Pengolahan, IPC Kemas, Helper masuk kedalam kategori Normal dimana nilai beban kerja berada pada range 1-1.28. Analis Mikro, Analis Bahan Kemas dan Petugas Sampling masuk pada kategori overload dimana nilai beban kerja lebih dari 1.28. Batasan dari penelitian ini yaitu tidak adanya perhitungan biaya, penelitian hanya di departemen QC dan saat penelitian diasumsikan bahwa tidak ada penambahan karyawan.
Pelatihan Desain Packaging Parfum Body Menggunakan Kertas Daur Ulang Kepada Siswa SMK Bina Insan Mandiri Srengseng Suhada, Resa Taruna; Riadi, Selamet
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.3930

Abstract

The use of perfume has now become a lifestyle. Besides providing fragrance and freshness to the wearer, it can also boost self-confidence by eliminating body odor. Perfume is used by people of all ages, from babies and children to teenagers and adults. The perfume market in Indonesia experiences annual growth. Perfume, or fragrance oil, is a mixture of essential oils and aroma compounds, fixatives, and solvents used to impart a pleasant scent to the human body, objects, or rooms. The amount and type of solvent mixed with the fragrance oil determine whether a perfume is considered a perfume extract, Eau de parfum, Eau de toilette, or Eau de Cologne (wikipedia). Local perfumes only became popular in Indonesia between 2017 and 2018. The Central Statistics Agency (BPS) recorded that there were 129,137 medium and large trading businesses in Indonesia in 2020. Of that number, the majority, or approximately 39% of business owners, were high school graduates. The method used included theoretical explanations, perfume-making demonstrations, and a practical session, where each participant created a 10 ml bottle of perfume. The training was attended by the Foundation's management, the principal, and students. A total of 76 students participated in the training. Participants were divided into several groups. All students successfully created perfume. Participants gained knowledge and skills in perfume-making as an alternative to perfume entrepreneurship.