Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

STUDI PERENCANAAN STRATEGIS DENGAN PENDEKATAN QSPM PADA INDUSTRI MINUMAN SARIBUAH SETYORINI SAFITRI; INDRA ALMAHDY
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.313 KB)

Abstract

Salah satu industri pengolahan telah mengembangkan jenis minuman buah yang populer dengan harga jual yang sangat kompetitif dan harga jual yang rendah yang timbul di antara banyak merek lainnya. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang penting, merumuskan strategi, serta memprioritaskan yang paling tinggi. Strategi metode yang digunakan meliputi SWOT dan QSPM, Quantitative Strategic Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFE Matrix menunjukkan ketidakmampuan untuk mengatasi kelemahan. Matriks EFE menunjukkan infektivitas untuk memanfaatkan peluang dan meminimalkan dampak ancaman di industri ini. Berdasarkan Matriks IE, ditunjukkan bahwa industri berada pada tahap pertumbuhan dan stabilitas. Diperlukan strategi untuk merumuskan dan menerapkan penetrasi dan pengembangan produk. Prioritas strategi meliputi peningkatan pemasaran ke konsumen dan distributor dengan melakukan pemeriksaan kualitas produk, meningkatkan daya saing melalui kualitas dan pelayanan konsumen, serta mengoptimalkan bahan baku dan meminimalkan biaya produksi
ANALISIS PEMAKAIAN CHEMICAL DEVELOPER PLATE PADA MESIN CTP DENGAN SISTEM DRAIN Indra Almahdy; Eko Sulisetyawan
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 8, No 1 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.678 KB)

Abstract

Masalah persaingan antar perusahaan mengharuskan perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan serta efisiensi dalam menekan biaya produksi. Biaya sebelum, saat dan setelah produksi merupakan suatu faktor yang sangat menentukan harga suatu produk yang akan dipasarkan. Dan seiring dengan adanya kenaikan harga–harga bahan baku dan material yang sangat mempengaruhi biaya produksi. Produktivitas diartikan sebagai perbandingan  antara  nilai  yang  dihasilkan  suatu kegiatan    terhadap    nilai    semua masukan  yang digunakan dalam melakukan kegiatan tersebut. Pada tingkat perusahaan, produktivitas digunakan sebagai sarana  manajemen     untuk     menganalisis  dan mendorong   efisiensi   produksi   serta   mengetahui seberapa optimal perusahaan memanfaatkan sumber daya   yang   dimiliki   (input)   dalam   menghasilkan output yang ditargetkan. Dalam kasus ini, improvement yang penulis lakukan adalah dengan melakukan Drain. Drain adalah memanfaatkan sebagian limbah dari bekas pemakaian chemical untuk dicampur lagi dengan chemical yang baru. Biasanya setelah selesai pakai kita membuang semua limbahnya ke tempat pembuangan limbah, dengan seperti ini maka kita selalu mengalami penghabisan chemical yang cepat.Kata kunci: Improvement, Efisiensi, Kualitas, Drain, Produktifitas.
ANALISIS POTENSI SAMPAH SEBAGAI SUMBER ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH DAN PRODUK KREATIF UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA (STUDI KASUS DI KEPULAUAN SERIBU) RESA TARUNA SUHADA; INDRA ALMAHDY
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.695 KB)

Abstract

Sampah dapat dimanfaatkan untuk sumber energi dari gas sampah atau pengomposan kompos. Energi dapat juga diperoleh dari pembakaran sisa sampah yang tidak dapat diolah lagi dengan cara pembakaran (incinerator) untuk pembangkit listrik (PLTSa). Selain itu sampah dapat juga dimanfaatkan untuk pembuatan produk kreatif misalnya kantong, tas atau dompet dari bungkus kopi bekas atau juga pemanfaatan kertas bekas untuk pembuatan wadah-wadah dan kertas undangan atau kertas hias. Sampah di Kepulauan Seribu banyak dan terdiri dari dua jenis sampah yaitu sampah rumah tangga dan industri serta sampah dari laut. Melihat kondisi persampahan di Kepulauan Seribu tersebut maka perlu dianalisis mengenai potensi sampah sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah dan produk kreatif untuk mendukung pariwisata di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menghitung volume dan jenis-jenis sampah yang ada di Kepulauan Seribu, kemudian perhitungan energi yang dimiliki oleh sampah dan perhitungan potensi ekonomi untuk produk kreatif dari sampah. Setelah itu dilakukan analisis potensi energi dan potensi ekonomis dari sampah. Pada tahun 2016, dengan penduduk 4.745 orang, terdapat potensi daya listrik yang dihasilkan sebesar 30,46kW, atau sederhananya dapat digunakan untuk sekitar 40KK dengan daya listrik  terpasang 900VA. Untuk tahun 2016, dengan jumlah penduduk 4.745, atau setara 1.000 KK, potensi ekonomi sebesar sekitar Rp 3.000.000/hari atau 90.000.000/bulan dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan sebesar rata-rata Rp 90.000/bulan/KK. Bila melihat pada segmen terbatas yaitu 20% atau 200KK dari masyarakat yang membutuhkan, maka senilai Rp 450.000/bulan dapat menjadi tambahan penghasilan bagi mereka. 
LOT SIZING MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA PRODUK TIPE WALL MOUNTING DI INDUSTRI BOX PANEL Fachrurrozi Fachrurrozi; Indra Almahdy
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 3 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.225 KB)

Abstract

ABSTRAKObjek studi adalah pabrik di industri panel listrik. Permasalahaan yang sering terjadi dalam pelaksanaan proses produksi adalah persediaan bahan baku. Terjadi keterlambatan bahan baku dan komponen standar yang seharusnya sudah ada dalam ± 5 hari kerja menjadi 20 hari kerja atau lebih. Keterlambatan ini dapat memberikan dampak dalam pengiriman produk kepada konsumen. Material requiretment planing yang digunakan sebagai metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi. Studi diawali dengan perhitungan jumlah kebutuhan dan barang yang dibutuhkan menggunakan peramalan  didukung sofware WINQSB. Selanjutnya dihitung total biaya persediaan bahan baku dengan menggunakan teknik Lotsizing Lot For Lot (LFL), Fix Ordet Quantity (FOQ), Economy Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Berdasarkan hasil dan analisa, teknik lot sizing menunjukkan total biaya persediaan terendah sebesar Rp 562.787.335, tetapi pada penerapan sering terjadi lead time yang berlebih karna lamanya pengiriman. Dengan kondisi tersebut dipilih metode Fix Order Quantity yang memiliki biaya terendah kedua setelah Lot For Lot yaitu sebesar Rp 577.194.547, dan stock pengaman yang tidak terlalu besar.Kata Kunci: Material Requitment Planning (MRP), Peramalan dan Teknik Lot Sizing
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) PADA LINE MPR II DI INDUSTRI PELAPISAN LOGAM MAGDALENA PRAHARANI SURYA NINGRUM; INDRA ALMAHDY
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 2 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.24 KB)

Abstract

Industri yang menjadi objek adalah manufaktur pelapisan logam seperti: pelapisan zinc, pelapisan tembaga (copper), pelapisan nikel (black nikel dan copper nikel), phosphating dan pelapisan kuningan (brass). Pada pengamatan awal produktivitas lini produksi belum digunakan metode produktivitas, tetapi sebatas pengukuran tingkat efektivitas di line Mesin Plating Robot II, sehingga data mengenai tingkat produktivitas line Mesin Plating Robot II (MPR II) belum memadai untuk dijadikan standar performansi. Untuk  itu  dimulai  pengukuran  produktivitas  dengan  menggunakan  metode  Objective Matrix (OMAX). Kriteria produktivitas diukur dari tingkat efektivitas dan efisiensi, jumlah rencana produksi, jumlah aktual produksi, penggunan tenaga kerja, waktu tenaga kerja, total jam mesin normal, total waktu penggunaan mesin, dan total jam mesin mati.
SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK DISPERSANT DI INDUSTRI KIMIA Dinni Kushartini; Indra Almahdy
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.388 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen terhadap suatu produk tidak terbatas pada harga dan kualitas saja tetapi juga pada pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang dimaksud tersebut dapat berupa ketersediaan produk yang diinginkan konsumen pada lokasi dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Studi diawali dengan penentuan teknik peramalan yang paling sesuai. Selanjutnya perhitungan safety stock dan reorder point yang paling tepat. Kemudian perencanaan persedian bahan baku dengan karakteristik tingkat permintaan yang bervariasi dilakukan dengan teknik lot size Economic Order Quantity (EOQ) dan Lot For Lot untuk mendapatkan biaya penyimpanan yang paling rendah. Kata Kunci: Safety Stock, Reorder point, Lot size ABSTRACT Along with the development and advancement of technology, competitive conditions are increasingly tight. This is not only due to consumer demand for a product is not limited to the price and quality, but also on the service provided. The service in question may be the availability of a product that consumers want on the location with quantity and quality according to the needs. The studi began with deterimining appropriate forecasting method used. Then calculate safety stock  and reorder point of raw materials. Further material supply planning  was done by using data with demand levels vary using a model of Economic Order Quantity (EOQ) and Lot For Lot to determine the one with lowest cost.  Keywords: Safety Stock, Reorder point, Lot size  
Implementation of Continuous Review System Method, Periodic Review System Method and Min-Max Method for Cheese Powder Inventory (Case Study: PT. Mayora Indah TBK) Muhammad Kholil; Indra Almahdy; Annisa Fortinina; Adizty Suparno
International Journal of Advanced Technology Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institute for Research on Innovation and Industrial System (IRIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.536 KB) | DOI: 10.37869/ijatec.v1i2.16

Abstract

PT. Sejahtera Mitra Lestari is a company engaged in manufacturing industrial chemicals specifically for the rubber industry. The irregular placement of finished products in the storage can cause errors in the delivery of goods due to good management for delivering goods with a relatively fast time. The effort to overcome this problem is through designing of warehouse layout with the Class-Based Storage method. Grouping based on popularity. Stages of research carried out by calculating the warehouse, the frequency of displacement, the number of storage places, the displacement distance. Improvements begin by sorting material based on frequency and variations of three classes, namely A, B, C. To design the layout, information is needed when making a new storage layout. The results showed that the layout of the optimal results could reduce the displacement distance by 17.19% in 6 months and allow space to be 73.91%.
Pelatihan Penerapan Supply Chain Management untuk Meningkatkan Produktivitas Printing Sepatu Almahdy, Indra; Lesmana, Sakti Aji
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 2 No 2 (2024): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v2i2.113

Abstract

The formation of several small, medium and large scale industries shows that Indonesia's industrial growth is increasing. Society is impacted positively and negatively by this increase. Small businesses should strive to improve supply chain efficiency. The supply chain involves all parties directly and indirectly to meet customer demand. Maximizing total value is the goal of the supply chain. The difference between the value of the final product received from the customer and the supply chain effort (cost) invested to meet customer demand constitutes the total value of the supply chain. Manufacturing processes in the production process, transportation networks that deliver products from factories to retail stores, and warehouses where products are stored in distribution facilities where large shipments are divided into smaller lots and returned. This training on supply chain management by considering environmental factors aims to increase productivity by minimizing waste produced, optimizing usage and supply chains in accordance with industrial needs. So that at the end of the training participants can have ideas for better time management based on the design cycle to delivery distribution and feedback.
Evaluating DRP Implementation for 3 KG LPG Distribution Efficiency Firdaus, Alfa; Kholil, Muhammad; Riadi, Selamat; Hidayat, Atep Afia; Almahdy, Indra
Journal of Information System, Technology and Engineering Vol. 3 No. 3 (2025): JISTE
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jiste.v3i3.186

Abstract

This study evaluates the effectiveness of Distribution Requirements Planning (DRP) integrated with ARIMA time series forecasting to support delivery scheduling decisions and the determination of minimum inventory levels. As a representative case study, a 60-month sales series of Ultra-Pure Water was used to simulate fluctuating retail demand across the agent–depot network. The Augmented Dickey–Fuller test confirmed stationarity (p = 0.0142), allowing candidate ARIMA (p, 0, q) models to be evaluated using ACF/PACF and information criteria. The best model was ARIMA (1,0,1), which had the lowest Akaike Information Criterion and passed diagnostic tests (normal residuals, no autocorrelation, no heteroscedasticity), making it suitable for operational forecasting. Projection results indicated a stable demand pattern and yielded a safety stock threshold of 733.24 units/month (equivalent to 24.44 units/day) as a reference for inventory control. These findings demonstrate that the DRP–ARIMA integration can enhance supply reliability and distribution efficiency, particularly for subsidized goods such as 3 kg LPG, with practical implications for determining adaptive inventory levels, delivery routes and frequency, and upstream–downstream coordination. Theoretically, this study provides additional empirical evidence on the use of quantitative forecasting models to operationalize DRP in the energy sector, while also providing a foundation for replication in other critical commodities.
Lokakarya Sistem Prediksi Pemeliharaan Mesin Menggunakan Algoritma Random Forest pada Perusahaan Layanan Perawatan Kendaraan Almahdy, Indra; Isradi, Muhammad; Pranoto, Hadi; Kholil, Muhammad; Haekal, Jakfat
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 3 No 3 (2025): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v3i3.345

Abstract

This community service program was conducted to address the low efficiency of conventional machine maintenance systems and the high risk of unexpected breakdowns in vehicle service companies. The program aimed to introduce a predictive maintenance system based on the Random Forest algorithm, enabling partners to shift from reactive maintenance practices toward data-driven decision-making. The applied methods included a needs assessment, theoretical training on machine learning fundamentals for 10 participants, hands-on practice using Python and Google Colab, and guided case studies based on the partner’s historical machine data. Evaluation results indicated a 42% improvement in participants’ technical understanding, while the developed system demonstrated the capability to detect potential failures 2–3 days earlier than traditional methods. The implementation successfully reduced unscheduled downtime and operational costs. Overall, this program enhanced the partner’s capacity to implement predictive maintenance, strengthened technicians’ digital literacy, and supported sustainable digital transformation in the vehicle service sector.