Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Delia Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Leny Suarni; Sri Wahyuni; Wirda Faswita
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v7i2.276

Abstract

Chronic renal failure (GGK) is a clinical symptom due to a decline in kidney function that is chronic, kidney failure also causes death if not replacement therapy, due to failure of kidney function to maintain metabolism and electrolytes. Hemodialysis is one of the therapies for the replacement of kidney function, in addition there are substitute therapies such as dialisa peritones, and kidney transplants. The purpose of this study was to determine the relationship of family support to the level of anxiety in patients with chronic renal failure who underwent hemodialysis at Delia Hospital Desa Sei Limbat Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. The study was conducted at Delia Hospital Desa Sei Limbat Kecematan Selesai Kabupaten langkat in September to Februari 2022 with the method of sampling using purposive sampling method with the number of samples of 41 respondents. The results of this study obtained Chi square value of 0.000 with a significance value of p value of 0.00 <0.05 so H0 rejected and H1 accepted which means there is a relationship of family support with anxiety levels in patients with chronic renal failure who underwent hemodialysis at the Hospital Delia  Kecamatan Selesai  Kabupaten Langkat.
Penyuluhan Tentang Hipertensi pada Masyarakat di Wilayah Kerja Binjai Estate Tahun 2022 Ilham Syahputra Siregar; Irma Handayani; Sri Wahyuni; Leny Suarni; Suci Okta Liandra
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.406

Abstract

Hipertensi yaitu tekanan darah sistolik di atas 120/140 mmHg dan diastole diatas 80-90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko paling berpengaruh terhadap penyakit jantung, pembuluh darah dan penyakit ginjal kronik. Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan beberapa faktor resiko terjadinya hipertensi seperti merokok, asupan garam berlebih, obesitas, dan stres. Puskesmas Binjai Estate  meruapakan salah satu Puskesmas yang berada di Kota Binjai. Data yang ditemukan dari Puskesmas Binjai Estate bahwa Hipertensi merupakan penyakit nomor 2 tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Binjai Estate tahun 2022.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit hipertensi dengan pemberian informasi kesehatan tentang hipertensi melalui kegiatan penyuluhan tentang darah hipertensi. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang hipertensi. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan media leaflet yang terdiri dari pembukaan,kegiatan inti, dan penutup. Hasil pengabdian menunjukkan dari tahap evaluasi bahwa peserta berperan aktif dalam kegiatan, dan ditemukan 85% (14 orang) peserta mengetahui tentang  hipertensi yang meliputi defenisi, penyebab, tanda dan gejala, komplikasi, pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat agar masyarakat dapat berperilaku yang dapat mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi.
Hubungan Self Care Activity Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Binjai Kota Wirda Faswita; Leny Suarni; Eqlima Elvira
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v3i02.568

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan banyak komplikasi yang mengakibatkan peningkatan morbilitas dan mortalitas yang menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh sehingga menyebabkan berbagai penyakit, seperti kebutaan, gagal ginja, kerusakan saraf, jantung, kaki diabetik, dan sebagainya. Self Care Activity DM adalah tindakan yang dilakukan untuk mengontrol kadar gula dalam darah meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik (olaraga), minum obat secara teratur monitoring gula darah, dan perawatan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan Self Care Activity dengan terjadinya komplikasi pada penderita DM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM yang berkunjung di Puskesmas Binjai Kota. Sampel dalam penelitian ini yaitu penderita DM yang ada di wilayah Puskesmas Binjai Kota sebanyak 35 orang responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan tindakan self care activity penderitta DM berada pada kategori baik sebanyak 15 orang ( 42,9%), kategori cukup sebanyak 17 reponden ( 48,6%), kategori kurang sebanyak 3 responden ( 8,6%). Berdasarkan terjadinya komplikasipada penderita DM penelitian menunjukan sebagian besar kategori tinggi terjadinya komplikasi sebanyak 9 responden ( 25,7%) dan kategori sedang sebanyak 18 responden ( 51,4%), dan tidak ada kompikasi sebanyak 8 responden (22,9%). Adanya hubungan antara hubungan self care activity dengan terjadinya komplikasi pada penderita DM dengan nilai p: 0,037. Diharapkan harus ada upaya tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang self care activity agar tidak terjadinya kompikasi DM yang semakin tinngi.
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus Muhammad Nur Maghribi Sembiring; Leny Suarni; Ichfad Ananda; Desi Lianti Sari Hasibuan; Atikah Marhamah Sembiring; Muhammad Simba Sembiring; Thoyibah Pohan
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Edition April 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i2.2440

Abstract

Background: Diabetes mellitus significantly impacts the physical, emotional, and social well-being of individuals, which in turn leads to a decline in quality of life. One of the most important factors influencing quality of life is family support. This support encompasses emotional aspects, information provision, practical assistance, and recognition. The family plays a crucial role as the primary support system, impacting lifestyle, treatment adherence, and well-being. Purpose: To analyze the relationship between family support and quality of life in people with diabetes mellitus. Method: A descriptive correlational design using a cross-sectional approach. The sample used total sampling, representing the total population of 157 patients with type 1 and type 2 diabetes mellitus in Bandar Labuhan Bawah Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Data analysis used the Chi-Square test. Results: The majority of diabetes mellitus patients (88 respondents) had positive family support, and 81 respondents (51.5%) had a high quality of life. The results of statistical analysis using the chi-square test obtained a P - Value of 0.01. Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus; Family Support; Patients; Quality of Life.   Pendahuluan: Diabetes Melitus memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keadaan fisik, emosional, dan sosial individu yang mengalaminya, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kualitas hidup. Salah satu hal yang terpenting berperan dalam kualitas hidup yaitu dukungan dari keluarga. Dukungan ini meliputi aspek emosional, penyediaan informasi, bantuan praktis, serta pengakuan. Keluarga memiliki peran penting sebagai sistem dukungan utama yang dapat berdampak terhadap pola hidup, kepatuhan menjalani pengobatan dan kesejahteraan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi malalui pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling yaitu total keseluruhan dari jumlah populasi, sebanyak 157 pasien yang menderita DM Tipe 1 dan DM Tipe 2 di Desa Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi Square.   Hasil: Mayoritas pasien Diabetes Melitus memiliki dukungan keluarga yang positif sebanyak 88 Responden (56%), dan kualitas hidup yang tinggi sebanyak 81 Responden (51.5%). hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai P - Value = 0.01.   Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien  Diabetes Melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Dukungan Keluarga; Kualitas Hidup; Pasien.