Arfan Syahroni
Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemodelan program holistik dalam intervensi anak stunting lost contact: studi operasional berbasis komunitas Arfan Syahroni; Tyas Febriana; Mario Sandro; Lienda Wati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1203

Abstract

Abstract Background: Stunting remains a major health problem in Indonesia. Although the prevalence of stunting in Indonesia has decreased from 37.2% to 21.6% in 2022, this figure still exceeds the WHO threshold of 20%. One major challenge in implementing programs is the number of children who are not reached by nutritional interventions, known as "lost contact." This group is vulnerable to being overlooked and not receiving adequate health services. Purpose: To develop a holistic, family- and village-based intervention model to address stunted children who are "lost contact". Method: This is an operational study using a mixed methods approach. A survey was conducted on 15 stunted children who were "lost contact." Quantitative and qualitative data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with mothers, cadres, and village officials. Analysis was descriptive and thematic. Results: The majority of children come from families with low education (40%) and incomes below the minimum wage (UMR) (46.7%). The main factors contributing to "lost contact" are lack of tracking, low maternal awareness, geographical access constraints, and social stigma. Meanwhile, mothers' knowledge of nutrition is generally low to moderate. Conclusion: Addressing stunting with lost contact requires a holistic, community-based approach, including active tracking, contextual education, adaptive logistics distribution, and locally based behavior change campaigns.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN DI POLI SYARAF RSUD KABUPATEN PRINGSEWU Iwan Tri Bowo; Arfan Syahroni; Fely Dany Prasetya; Risna Gizha Aulia; Itsnna Rachma Yustika; Retno Muthia Uswatun Hasanah; Diah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif Dengan melibatkan 20 responden. Hasil penelitian menunjukan rata-rata waktu tunggu pasien tercatat selama 153 menit dari jumlah 20 responden mayoritas pasien mengalami waktu tunggu lebih dari 2 jam, dengan pengecualian satu responden yang hanya menunggu selama 1:29 jam (89 menit). Analisis waktu tunggu yang lama ini mengindikasikan adanya beberapa masalah dalam alur kerja dan efisiensi pelayanan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan hasil analisis beberapa rekomendasi untuk mengurangi waktu tunggu pasien di Poli Syaraf RSUD Kabupaten. Dengan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan, diharapkan waktu tunggu dapat dikurangi menjadi kurang dari 60 menit, sehingga meningkatkan kepuasan dan kualitas pelayanan kepada pasien
STRATEGI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK Lienda Wati; Arfan Syahroni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama Sumber Daya Manusia (SDM) baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan dalam menjaga akurasi data RME serta merumuskan strategi pelatihan dan SDM yang tepat di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 6 responden dari tiga profesi (dokter, perawat, dan perekam medis), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 10 responden dari lima profesi (dokter, perawat, IT, perekam medis, dan staf diklat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi, human error, minimnya pelatihan teknis yang terstruktur, serta belum optimalnya sistem RME di rumah sakit menjadi tantangan utama dalam menjaga akurasi data.