Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring the Intersection of Religion and Culture: A Phenomenological Inquiry into the Cokaiba Tradition among the Fagogoru Community in Central Halmahera Regency Muhdi Alhadar; Rahmat Rahmat; Fahima Assagaf; Wassam Muhammad Khitab
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v35i1.4227

Abstract

In sociological contexts, the interaction between culture and religious content naturally reflects the dynamic nature of social phenomena, arising from the harmonization of societal norms and religious principles. The Cokaiba tradition exemplifies this intersection, blending cultural heritage with Islamic commemoration. This study utilizes a phenomenological approach to explore the significance of the Cokaiba tradition within Halmahera society in North Maluku, aiming to elucidate broader perspectives on the interplay between culture and religion. Through qualitative research rooted in phenomenology, this study investigates the dynamics of the Cokaiba tradition within the Fagogoru Community in Central Halmahera, North Maluku. Data collection involves immersive engagement with key informants, including religious figures, community leaders, practitioners of the tradition, and local residents, through interviews, observations, and documentation. Findings reveal the emergence of Cokaiba as a fusion of cultural heritage and Islamic celebration, embodying principles of monotheism and serving as a means to propagate Islam within the region. Despite diverse interpretations, the convergence of religion and culture within Cokaiba fosters harmonious coexistence, facilitating the integration of religious values with cherished cultural practices. However, limitations include the challenge of fully capturing individual experiences and perceptions with a phenomenological approach and the potential lack of generalizability due to the study's focus on the Fagogoru Community. Future research incorporating a broader range of perspectives and cultural contexts would enhance understanding of the intricate dynamics between religion and culture manifested in traditions like Cokaiba.
Sholawat Jawi Emprak Kaliopak, Yogyakarta : Pemetaan dan Fungsi Varian Bahasa Dalam Lirik “Yo Sayid” Perspektif Linguistik Antropologi Saddam Reza Hamidi; Dimas Raditya Bagaskara; Muhammad Farihul Qulub; Hendrokumoro Hendrokumoro; Sulistyowati Sulistyowati; Rahmat Rahmat
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 6, No 1 (2026): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v6i1.89055

Abstract

Tradisi sholawat Jawi Emprak merupakan tradisi membaca dan melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dengan disertai kesenian musik dan tarian jawa sebagai pengiring sholawat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk varian bahasa dalam teks tradisi Sholawat Jawi Emprak; (2) dan menjelaskan fungsi pemakaian varian bahasa dalam tradisi Sholawat Jawi Emprak. Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Sumber data primer berupa teks Sholawat Jawi Emrak beserta konteks sosial budaya masyarakat, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui wawancara, serta literatur terkait sholawat jawi emprak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi mendalam dengan simak, catat, dan wawancara. Dalam teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang mengarah pada pemetaan dan fungsi varian bahasa. Validitas temuan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk memastikan kevalidan data. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemetaan varian bahasa memperlihatkan tiga bentuk utama, yaitu a) varian kata Bahasa Arab; b) varian kata Bahasa Jawa; c) varian lirik Bahasa Jawa; serta d) varian lirik bahasa hybird Arab-Jawa; dan (2) Fungsi varian bahasa menegaskan tiga metafungsi dalam lfs halliday, yaitu ideasional, interpersonal, dan tekstual dengan perincian: a) fungsi varian bahasa Arab: fungsi ibadah, fungsi legitimasi teologis, dan fungsi stratifikasi sosial; b) fungsi varian bahasa Jawa:  fungsi kedekatan kultural, fungsi penghormatan, fungsi estetis, rasa dan dimensi mistik; c) fungsi varian lirik bahasa hybird Arab-Jawa: jembatan religius-kultural, strategi negoisasi bahasa, dan penanda lokalitas.