Deswinda Deswinda
Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nursing Diagnoses in Pediatric Surgical Inpatients: A Cross-Sectional Study Gita Adelia; Eka Malfasari; Deswinda Deswinda; Candra Saputra; Bayu Azhar; M Zul 'irfan; Rizka Febtrina; Noni Ramadianty
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 1 (2026): June
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/ncjk.v14i1.10554

Abstract

Introduction: Children in surgical units are vulnerable to nursing problems due to invasive procedures and complex medical conditions. Identifying nursing diagnoses is essential to determine appropriate and effective interventions.Objective: This study aimed to identify nursing diagnoses based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia, SDKI) in pediatric patients hospitalized in a pediatric surgical care unit. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design using retrospective data from medical records. The study was conducted in the Pediatric Surgical Care Unit of Arifin Achmad General Hospital, Riau Province, from December 2024 to March 2025. The sample consisted of 107 children and adolescents who were hospitalized for more than 24 hours. Data were collected using pediatric nursing assessment forms and analyzed descriptively using frequency and percentage. Results: A total of 13 actual nursing problems were identified. The most common problem was acute pain (D.0077), found in 82 cases (75%). Other issues included decreased intracranial adaptive capacity (D.0066) and constipation (D.0049), each in 6 cases (6.5%), as well as urinary elimination impairment (D.0040) and anxiety (D.0080), each in 2 cases (2.2%). Conclusion: Acute pain is the most dominant nursing problem among postoperative children, accompanied by anxiety as a significant psychological issue. A systematic SDKI-based assessment of pain and anxiety, along with integrated interventions encompassing pain management and anxiety reduction, is essential to improve the quality of care and enhance postoperative recovery outcomes in children.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dengan Perilaku Pencegahan Kanker Payudara Latifatul Husnah; Deswinda Deswinda; Veni Dayu Putri; Gita Adelia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1493

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan dan masih menjadi penyebab tertinggi kematian akibat kanker di Indonesia. Tingginya angka kejadian dan kematian sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis akibat rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Remaja putri merupakan kelompok usia strategis dalam pembentukan perilaku kesehatan, sehingga pengetahuan dan sikap terhadap SADARI berperan penting dalam pencegahan kanker payudara sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI dengan perilaku pencegahan kanker payudara di SMAN 2 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 142 siswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuisoner Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil seluruh item pernyataan dinyatakan valid (r hitung > r tabel) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan kanker payudara.
Peran Orang Tua terhadap Kecenderungan Penggunaan Gadget Berlebihan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Anak di Era Digital Nabila Putri; Deswinda Deswinda; Desti Puswati; Cindy Febriyeni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1503

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan gadget pada anak, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental apabila tidak terkontrol. Peran orang tua menjadi faktor kunci dalam membentuk perilaku penggunaan gadget yang sehat di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua terhadap kecenderungan penggunaan gadget berlebihan serta dampaknya terhadap kesehatan mental anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan Semantic Scholar pada periode 2020–2025 menggunakan kerangka PEOS. Dari 30  artikel yang saya analisis, terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis, terdiri dari desain cross-sectional, studi kasus, dan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebihan berkaitan dengan meningkatnya masalah mental emosional anak, seperti kecemasan dan gangguan perilaku. Kesimpulannya, pengasuhan demokratis, pendampingan aktif, dan pembatasan waktu layar berperan penting dalam menjaga kesehatan mental anak di era digital.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 3 Simpang Raya Reza F.A.A; Deswinda Deswinda; Puswati D; Adelia G
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24691

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a prevalent reproductive health condition among adolescent girls and may disrupt daily functioning, including school-related academic activities. physical activity is considered one of the factors associated with the occurrence of dysmenorrhe. Insufficient physical activity may affect blood circulation and hormonal balance, thereby increasing the risk of menstrual pain. The objective of this study was to assess the relationship between physical activity and dysmenorrhea among female adolescents at SMP Negeri 3 Simpang Raya.The investigation applied quantitative techniques via a cross-sectional study design. All adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya constituted the study population, and the entire population of 107 respondents was included using total sampling. Data collection was conducted using a physical activity questionnaire and a menstrual pain scale. The data analysis involved univariate analysis to depict respondent characteristics and bivariate analysis to examine the association between physical activity and dysmenorrhea. Participant demographics showed that respondents clustered around early adolescence, with a mean age of 13.64 ± 0.97 years, while the mean age at menarche was 11.63 ± 1.06 years. Most respondents experienced dysmenorrhea with mild to moderate pain intensity. The majority of respondents had low levels of physical activity. Bivariate analysis indicated a significant relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls. In conclusion, there is a significant relationship between physical activity and dysmenorrhea among adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya. Regular physical activity can help reduce menstrual pain intensity by improving blood circulation and stimulating endorphin release. Therefore, it is recommended that adolescent girls engage in regular physical activity as a non-pharmacological strategy to prevent and reduce dysmenorrhea. Keywords: Physical Activity, Adolescent Girls, Dysmenorrhea.  ABSTRAK Dismenore adalah suatu permasalahan masalah kesehatan reproduksi yang kerap dialami remaja putri dan mengganggu rutinitas harian, termasuk aktivitas belajar di sekolah. Faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian dismenore salah satunya yaitu aktivitas fisik.  Aktivitas fisik yang kurang dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan hormonal sehingga meningkatkan risiko nyeri menstruasi. Penelitian ini dimaksudkan  guna mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dipergunakan dalam penelitian ini, di mana seluruh remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya menjadi populasi penelitian, dengan total sampel 107 responden mempergunakan teknik total sampling. Data diambil mempergunakan kuesioner aktivitas fisik dan skala nyeri menstruasi. Data dianalisis secara univariat guna menggambarkan karakteristik responden, serta secara bivariat agar diketahui keberadaan hubungan antara aktivitas fisik dan dismenore. Diperlihatkan dengan temuan ini bahwasanya responden rata-rata berusia 13,64 ± 0,97 tahun dan usia menarche rata-rata adalah 11,63 ± 1,06 tahun. Banyaknya responden mengalami dismenore ringan hingga sedang. Mayoritas responden memperlihatkan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Rutinitas dalam beraktivitas fisik dapat membantu menurunkan keluhan nyeri haid karena mampu melancarkan sirkulasi darah serta merangsang pelepasan hormon endorfin. Oleh sebab itu, remaja putri dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai cara nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan pengurangan keluhan dismenore.  Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Remaja Putri, Dismenore.