Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Penerapan Inflation Targeting Framework (ITF) Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia Hamzah, Risna Amalia; Hayati, Jurni; Yuliani, Novi Mela
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.5 No.2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v5i2.31262

Abstract

Bank Indonesia uses a method known as Inflation Targeting Fraemwork (ITF) in implementing monetary policy. ITF allows BI to explicitly announce its inflation target in order to increase the transparency and accountability of monetary policy. This gives the public a clear picture of how the monetary authority sets its policy. This study aims to analyze the effectiveness of the ITF in controlling inflation, as well as the influence of other determinants such as money supply, exchange rate, and fiscal deficit on inflation. The study uses time series data for the period 2005-2022. Multiple regression analysis was performed using Eviews 12 software. The results of this study indicate that the establishment of ITF in Indonesia has been effective from 2005 to 2022. The results of data processing Partially the exchange rate has a significant positive effect, JUB has a significant negative effect on inflation, while the budget deficit has no effect on inflation. At the same time, the variables of exchange rate, money supply and budget deficit have a significant effect on inflation in Indonesia. Keywords :  Inflation1, Inflation Targeting Framework2, Exchange Rate3, JUB4, Deficit Budget5   Abstrak Bank Indonesia dalam melaksanakan kebijakan moneter menggunakan metode yang dikenal sebagai Inflation Targeting Fraemwork (ITF). ITF memungkinkan BI untuk mengumumkan secara eksplisit target inflasi, guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan moneter. Hal ini memberikan gambaran jelas kepada masyarakat tentang bagaimana otoritas moneter menetapkan kebijakannya. kajian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektifitas ITF dalam mengendalikan inflasi serta menganalisis pengaruh determinan lain seperti jumlah uang beredar, nilai tukar, dan defisit anggaran terhadap inflasi. Data time series digunakan dalam penelitian selama periode tahun 2005-2022. Perangkat lunak Eviews 12 digunakan untuk melakukan analisis regresi berganda. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan penetapan ITF di Indonesia telah berjalan efektif sejak tahun 2005 hingga 2022. Hasil olah data Secara parsial nilai tukar memiliki pengaruh positif signifikan, JUB berpengaruh negatif siginifikan terhadap inflasi sedangkan defisit anggaran tidak berpengaruh terhadap inflasi. hasil secara simultan, variabel nilai tukar, jumlah uang beredar dan defisit anggaran berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Kata Kunci :  Inflasi1, Inflation Targeting Framework2, Kurs3, JUB4, Defisit Anggaran5
PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI PEMERINTAH DAN PENGELUARAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Hayati, Jurni; Hanapia, Asep Yusup; Ramadhan, Rifky Wahyu
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i1.35200

Abstract

Economic growth depends on the amount of public consumption expenditure, government consumption expenditure, investment spending, and the value of net exports. The trend of economic growth in Indonesia during the 2011-2023 period declined, even in 2020 it experienced a drastic decline to minus 2.07 percent because of Covid-19 Pandemic. To increase Indonesia's economic growth, the government has implemented policies that can encourage an increase in household consumption spending by allocating funds for social protection and government consumption spending by increasing funds for spending on ministries/agencies. This study aims to analyze the effect of government consumption spending and investment spending on economic growth in Indonesia. The analytical method used in this study is multiple linear regression analysis and the data used is time series data for the years 2011-2023. Based on the results of the study, partially, the variable of government consumption expenditure (NPPKP) has no effect on economic growth in Indonesia, while investment expenditure (NPPM) has a positive and significant effect on economic growth in Indonesia. Then simultaneously, the government consumption expenditure variable (NPPKP) and the investment expenditure variable (NPPM) have a significant effect on economic growth in Indonesia. Based on the determination coefficient test yields an adjusted R-square value of 0.67, indicating that the variables can account for approximately 67 percent and 33 percent of the economic growth variable, respectively, through other variables not included in the analysis. Keywords: Economic Growth, Government Consumption Expenditure, Investment Expenditure Abstrak Pertumbuhan ekonomi bergantung pada besaran belanja konsumsi publik, belanja konsumsi pemerintah, belanja investasi, dan nilai ekspor bersih. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2011-2023 menurun, bahkan pada tahun 2020 mengalami penurunan drastis menjadi minus 2,07 persen karena Pandemi Covid-19. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan belanja konsumsi rumah tangga dengan mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial dan belanja konsumsi pemerintah dengan meningkatkan dana untuk belanja kementerian/lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja konsumsi pemerintah dan belanja investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan data yang digunakan adalah data deret waktu tahun 2011-2023. Berdasarkan hasil penelitian, secara parsial Belanja Pemerintah (NPPKP) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan belanja investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kemudian secara simultan variabel pengeluaran konsumsi pemerintah (NPPKP) dan variabel pengeluaran investasi (NPPM) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R-square sebesar 0,67, yang menunjukkan bahwa variabel pengeluaran konsumsi pemerintah (NPPKP) dan variabel pengeluaran investasi (NPPM) mampu menjelaskan variabel pertumbuhan ekonomi sekitar 67 persen dan 33 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Konsumsi Pemerintah, Belanja Investasi
Inovasi Desa Ekowisata: Mendorong Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Diversifikasi Produk Olahan Madu Hanapia, Asep Yusup; Jumri, Jumri; Hayati, Jurni; Sukarso, Aso; Noormansyah, Zulfikar
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15919

Abstract

Budidaya lebah madu Taruna Karya di Desa Margacinta telah menghasilkan 100 liter madu dengan nilai Rp. 25.000.000,- pada musim bunga di bulan Mei - Juni. Saat ini produk madu yang dipasarkan hanya produk madu original saja karena masyarakat Desa Margacinta belum mengetahui pentingnya diversifikasi produk madu. Untuk memperluas pasar dan pengayaan produk UMKM diperlukan diversifikasi produk madu. Diversifikasi produk juga dapat mendukung perkembangan Desa Ekowisata di Desa Margacinta. Pengembangan Desa Ekowisata berupa budidaya lebah madu yang menghasilkan berbagai produk madu diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat tanpa harus menunggu kunjungan wisatawan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat Desa Margacinta mengenai pentingnya diversifikasi produk madu untuk mendukung pengembangan Desa Ekowisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun produk madu yang akan dibuat adalah sabun padat madu dan minuman madu. Kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu 7 bulan mulai dari penandatanganan MoU kegiatan pengabdian kepada masyarakat hingga evaluasi kegiatan. Metode penyelesaian masalah masyarakat adalah dengan pendampingan yang diikuti oleh Kelompok Budidaya Lebah Madu “Taruna Karya” dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil dari pendampingan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat sabun padat madu dan minuman madu untuk mendukung terwujudnya Desa Ekowisata.
How Does Regional Income Affect Regional Spending? Tirtana, Dodi; Pradani, Tiara; Hayati, Jurni
Journal of International Conference Proceedings Vol 6, No 6 (2023): 2023 WIMAYA Yogyakarta Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v6i6.2700

Abstract

This research aims to know the influence of regional income to regional spending. Areas of the research around Indonesia`s provinces. The research ensures significantly in its potential to shed light on how regional governments can effectively manage their budgets to foster economic growth and development. The analysis used is multiple linear analysis with the help of the STATA 14 application. The data used is data on Regional Spending, Regional Original Income, Transfers to Regions, and Village Funds, and Other Income for 2020-2022 in Indonesia’s provinces taken from the Ministry of Finance Republic of Indonesia. The findings of the study reveal a noteworthy impact of Regional Original Income and Transfers to Regions, and Village Funds on Regional Spending. Nevertheless, the research outcomes also indicate the absence of a significant effect between Other Income and Regional Spending. The importance of Original Regional Income, Transfers to Regions, and Village Funds in making decisions regarding the allocation and use of the budget for Regional Spending. The implication of this research is that regional governments can consider increasing Regional Original Income and managing Funds Transferred to Villages and Regions effectively to support better Regional Spending.
Ekstensifikasi Budidaya Lebah Madu Untuk Mendukung Pengembangan Ekowisata di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran (Model: One Family Two Boxes) Jumri, Jumri; Hanapia, Asep Yusup; Paturochman, Iwan Ridwan; Hayati, Jurni
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12576

Abstract

Tujuan dan target khusus kegiatan pengabdian pada masyarakat diperuntukkan kepada masyarakat Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman ekstensifikasi budidaya lebah madu dalam mendukung pengembangan desa ekowisata, serta mendorong pemerintah desa mewujudkan dukungannya dalam bentuk perdes. Masalah yang diangkat adalah produksi madu yang dihasilkan oleh masyarakat dalam wadah kelompok “Taruna Karya” di dusun Karangkamal belum memenuhi permintaan pasar, karena sumber pakan lebah yang dimiliki wilayah tersebut ada batas kapasitas maksimumnya. Sehingga perluasan budidaya ke dusun lain (Ekstensifikasi budidaya) sangat diperlukan dengan tetap dalam wadah kelompok yang sama. Budidaya lebah dengan menambah sumber pakan dari bunga Air Mata Pengantin (AMP) yang ditanam dihalaman rumah warga bila dilakukan secara serempak di setiap wialayah dusun se Desa Margacinta akan lebih mendukung kepada terwujudnya Desa Ekowisata. Kegiatan ini dilaksanakan dalam jangka waktu 5 minggu mulai dari penandatanganan MoU kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Metode penyelesaian masalah masyarakat adalah dengan penyuluhan dan sosialisasi yang diikuti oleh Kelompok budidaya lebah madu “Taruna Karya” (TKA) tokoh masyarakat dan Karangtaruna. Hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat menambah wawasan  dan pemahaman  masyarakat dalam melakukan budidaya lebah madu untuk mendukung terwujudnya Desa Ekowisata.