Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN KAPAL OLEH PELAUT INDONESIA BERDASARKAN PSIKOGRAPHI BERBASIS SEGMENTASI DEMOGRAPHI Yudi Satria; Sugiyono Sugiyono; Adnan Adnan; Andi Asnita Novyanti
JURNAL VENUS Vol 5 No 10 (2017): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.674 KB) | DOI: 10.48192/vns.v5i10.450

Abstract

Hasil penelitian Forret dan Dougherty (2004) mengatakan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh terhadap percepatan mendapatkan pekerjaan pada hampir semua profesi adalah modal sosial. Sementara penelitian Lowe dan Worsley (2002) mengatakan bahwa selain modalsosial, faktor skill non kognitif juga berperan penting dalam menentukan pilihan keputusan seseorang seperti keputusan karir. Salah satu elemenskill non kognitif ialah faktor psikographi. Berdasarkan latar belakang diatas penelitian ini akan menelaah faktor modal sosial dan skill non kognitif psikographi dari susunan nilai, dari individual pada profesi pelaut, terkait dengan faktor kesuksesan karir yaitu percepatan mendapatkan pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan ialah melalui pengumpulan kuisioner tertutup. Subjek penelitian ialah sampel yang menerima kuisioner yang disebarkan, setelah kuisioner tersebar berhasil dikumpulkan kembali maka dilakukan proses seleksi dengan mengeluarkan kuisioner dengan jawaban yang kosong dan dengan jawaban yang meragukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktorfaktor perilaku membangun jaringan yang berpengaruh signifikan terhadap pemilihan metode pencarian kerja jaringan sosial pada pelaut Indonesia adalah perilaku mempertahankan kontak dan aktivitas bersosialisasi, sedangkan aktivitas professional tidak berdampak terhadap intensitas penggunaan metode jaringan sosial dalam mencari kerja.
Evaluasi Pelaksanaan Standar Mutu Kepelautan di Prodi Studi Nautika Politeknik Pelayaran Barombong Rina Haryani; Rachmat Tjahjanto; Yudi Satria
Hengkara Majaya Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v3i1.59

Abstract

Standar mutu Program studi Studi Nautika di Politeknik Pelayaran Barombong berpedoman pada standar mutu kepelautan Indonesia yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur nomor. SK.8/III/POLTEKPEL.B-2021 tentang standar mutu kepelautan di lingkungan Politeknik Pelayaran Barombong, namun belum ada hasil evaluasi pelaksanaan standar mutu tersebut, sehingga perlu dievaluasi. Evaluasi pelaksanaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua standar penilaian yakni standar kompetensi lulusan, isi, proses, penbilaian, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan sudah sangat baik, namun demikian dari dari setiap unsur penilaian dalam setiap standar, masih ada yang belum terpenuhi dalam standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan.
Analisis Ujian Keahlian Pelaut (UKP) Berbasis Computer Based Asessment (CBA) Pada Politeknik Pelayaran Barombong Syamsu; Rukmini; Miran; Satria, Yudi; Nenny; Made Alet, I; Ihsan, Fahri
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 4 : Juni (2024): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning outcomes are an indicator of educational quality; with technological advancements in the Computer Based Assessment (CBA)-based seafarer expertise test, it is hoped that CBA implementation can be carried out transparently. The objective of this study was to discover whether level IV training participants improved their readiness for the Barombong Maritime Polytechnic's Computer-Based Assessment (CBA), if done correctly and in accordance with what is tested by the Seafarer Expertise Examination Organizer. This study applied a survey method to describe the readiness of the examinees to take the computer-based assessment of seafarer skills exams. A total of 75 seafarer skills test participants were used in this study. In this study, the purposive sampling method was used. The study's findings indicated that the examinees were prepared to take the Seafarers Expertise Exam, as evidenced by a test score of 83.14% on the questionnaire for very good assessment, and that the organizers of the Seafarer Skills Exam were ready to conduct computer-based assessments without any obstacles. They must, however, continue to improve in order to achieve better results. The result of the study showed that: 1. Participants in the seafaring skill test have a high level of understanding (94.6%). 2. The respondent's business aspect is excellent (100%). 3. Aspects of respondents' ability in the very good category (100%). 4. The achievement value for the facility aspect is very high (98.7%).
Mekanisme Kinerja dan Kualitas Perawatan Sistem Pelumasan Terhadap Operasional Mesin Induk di Kapal KMP. Merak PT. ASDP Indonesia Ferry (PERSERO) Achmat, Baso; Satria, Yudi; Sufriyadi, Sufriyadi; Sa'pang, Ariswanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55347

Abstract

Sistem Pelumasan adalah sistem yang berfungsi untuk melumasi benda- benda yang bergerak di mesin untuk mengurangi gesekan agar saat dioperasikan mesin tidak terjadi overheat dan tidak cepat aus. Salah satu masalah terjadi pada tekanan minyak lumas sehingga mengakibatkan pelumasan mesin tidak maksimal sehingga akan mempengaruhi kinerja mesin. Kinerja pompa yang baik akan membuat sirkulasi minyak lumas stabil tekanannya dan dapat melumasi mesin dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme kinerja pelumasan mesin induk serta pentingnya menjaga kualitas perawatannya. yang ditinjau dari persepsi dan ekspektasi crew dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi operasional mesin kapal. Penelitian ini merujuk pada teori kualitas perawatan yang meliputi meaningful, responsibility, democratictly, dan maintenance. Luaran dari penelitian ini adalah diperolehnya nilai persepsi dan ekspektasi crew dan operasional mesin kapal terhadap mekanisme kinerja injector mesin induk serta pentingnya menjaga kualitas perawatannya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriktif teknik analisis data. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara selama penulis melaksanakan penelitian di KMP. Merak. Hasil penelitian, dapat diketahui permasalahan yang ditimbulkan akibat suhu dan tekanan sistem minyak lumas dan menyelesaikan solusi yang dilakukan agar suhu dan tekanan sistem minyak lumas tetap optimal di mesin induk KMP. Merak.
Penyebab Keterlambatan Penginjeksian Bahan Bakar pada Mesin Diesel Induk di Kapal MT. Samudera Biru 168 Muhammad Elham Banusaputro; Heri Sutanto; Sukur; Paris Juvenalis Marino Senda Woda; Yudi Satria
Hengkara Majaya Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v7i1.122

Abstract

This study aims to analyze the causes and impacts of fuel injection delay in the main diesel engine of MT Samudera Biru 168. The research used a qualitative approach, with data collected through direct observation, interviews with engine room personnel, and analysis of the ship’s operational data. The findings reveal that the delay was caused by clogged injector nozzle holes due to carbon deposits, reducing injection pressure to 200 bar, below the normal specification of the B&W SSangyong engine (250–350 bar). The identified impacts include increased exhaust gas temperature in most cylinders, decreased temperature in one cylinder, higher exhaust emissions, and damage to injector components. Contributing factors were identified as poor fuel quality, suboptimal preventive maintenance schedules, and limited monitoring of injection pressure. Corrective actions taken included replacing the injector nozzle, cleaning the fuel system, recalibrating components, and conducting regular checks on the injection system. This study emphasizes the importance of implementing planned preventive maintenance, using high-quality fuel, and regularly monitoring engine operating parameters to maintain operational efficiency and prevent further damage. The results are expected to serve as a reference for ship diesel engine maintenance, supporting operational reliability and the sustainability of the maritime industry. In addition, this study is expected to inspire other researchers to conduct similar studies with a more in depth and comprehensive approach. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak keterlambatan penginjeksian bahan bakar pada mesin diesel induk di kapal MT. Samudera Biru 168. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan personel kamar mesin, serta analisis data operasional kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penginjeksian disebabkan oleh tersumbatnya lubang nozzle injektor akibat penumpukan kerak karbon, sehingga tekanan injeksi turun menjadi 200 bar, di bawah spesifikasi normal mesin B&W SsangYong (250–350 bar). Dampak yang diidentifikasi meliputi kenaikan temperatur gas buang pada sebagian besar silinder, penurunan temperatur pada salah satu silinder, peningkatan emisi gas buang, dan kerusakan komponen injektor. Faktor pendukung lainnya adalah kualitas bahan bakar yang kurang baik, kurang optimalnya jadwal perawatan preventif, dan minimnya pengawasan terhadap tekanan injeksi. Upaya perbaikan yang dilakukan mencakup pergantian nozzle injektor, pembersihan sistem bahan bakar, kalibrasi ulang komponen, serta pengecekan berkala pada sistem injeksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan perawatan preventif yang terencana, penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi, serta pengawasan rutin terhadap parameter kerja mesin untuk menjaga efisiensi operasional dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi perawatan mesin diesel kapal guna mendukung keandalan operasional dan keberlanjutan industri pelayaran. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peneliti lain supaya dapat dilakukan penelitian dengan ide serupa namun lebih mendalam dan komprehensif.