Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agenda Setting dalam Penataan Ruang di Kota Padang (Studi Kebijakan Perda No. 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2010-2030) Hidayat, Billy Febrima; Asrinaldi, Asrinaldi Asrinaldi; Putera, Roni Ekha
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 4 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 13
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahapan penyusunan agenda kebijakan merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan agar kebijakan menjadi lebih berkualitas. Penyusunan agenda kebijakan dalam pengembangan ruang wilayah secara keseluruhan dapat menyeimbangkan kepentingan lokal menjadi tujuan nasional. Dalam kajian ini, perspektif agenda setting dalam perumusan tata ruang kota menjadi sangat krusial dalam mengembangkan kapasitas dan kualitas permasalahan untuk menjadi kebijakan publik. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah mampu menerapkan interaksi dan keterkaitan aktor dalam proses perumusan kebijakan publik. Penelitian ini bermaksud menambahkan penjelasan bagaimana penetapan agenda diterapkan dalam reviu/revisi peraturan daerah nomor 4 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Kota Padang 2010-2030. Hal yang menarik untuk dielaborasi dalam penelitian ini adalah perumusan permasalahan/isu di salah satu organisasi perangkat daerah Kota Padang, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Padang yang memiliki kewenangan besar dalam perumusan kebijakan penataan ruang. Hal ini disebabkan oleh proses perumusan kebijakan melalui proses teknokratis, politik dan musyawarah seperti perumusan isu/masalah yang berkembang di daerah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menjelaskan pola interaksi dan keterkaitan antara dalam pemerintahan dan luar pemerintahan dalam agenda penetapan kebijakan penataan ruang Kota Padang tahun 2010-2030. Penelitian ini menggunakan konsep/teori Serring Agenda menurut Anderson dan konsep Agenda Setting menurut Nikolaos Zahariadis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus.
Pendekatan Inklusif dalam Pengabdian Tanggap Darurat Bencana untuk Memperkuat Ketahanan Sosial dan Kesehatan Lingkungan di Padang dan Pesisir Selatan: Implementation of an Inclusive Approach in Disaster Emergency Response for Social Resilience in Padang and Pesisir Selatan Putera, Roni Ekha; Purnama, Tirza Haqia; Valentina, Tengku Rika; Rinawati; Fitri, Annisa; Yurniwati; Ratih; Hidayat, Billy Febrima; Tomimi, Zahran Mabrukah; Saputra, Nika
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v9i1.881

Abstract

Hydrometeorological disasters in the form of floods and flash floods that struck West Sumatra Province from late November to December 2025 caused multidimensional impacts on affected communities, particularly in social conditions, environmental health, education, and psychosocial well-being among vulnerable groups. This study aims to analyze the implementation of an inclusive disaster emergency response community service program and its contribution to strengthening social resilience and environmental health in affected areas. This study employed a rapid response community service approach using rapid assessments, coordination with local governments, and short preparatory training for the implementation team. Program interventions included community-based psychosocial assistance, distribution of 400 hygiene kits, provision of 400 school kits, and brief education on clean and healthy living behaviours (PHBS). The program was implemented by Universitas Andalas in collaboration with Universitas Ekasakti and the community partner Tabik DC in Padang City and Pesisir Selatan Regency. The primary beneficiaries included children, older adults, flood-affected families, and other vulnerable groups, including students with special needs. The results indicate that the program increased children’s participation in psychosocial activities, improved social interaction at the community level, and ensured the distribution of basic hygiene and educational needs to targeted beneficiaries. In addition, local stakeholders demonstrated improved coordination capacity in implementing inclusive emergency response activities. In conclusion, the implementation of an inclusive and collaborative community service model plays a significant role in supporting early post-disaster recovery, particularly in strengthening social resilience and maintaining environmental health among vulnerable populations.