Abid Nurhuda
Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Reactualizing The Meaning Of Tasawuf: An Introduction To Education Yasin Syafii Azami; Abid Nurhuda; Murjazin Murjazin
Nusantara Education Vol. 2 No. 2 (2023): Nusantara Education
Publisher : PT. Islamic Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufism is often considered old-fashioned and not open to change, even though tasawuf also accepts new things so that reforms occur both in etymology and terminology. And the purpose of this study is to describe the essence of Sufism in terminology. The method used is qualitative with literature study techniques, then all relevant data is collected, analyzed, and finally concluded the relevant content. The results of the study show that the essence of Sufism in terms of definition depends on the point of view of each person. The principles used are the Qur'an and Assunnah and include a special dimension to discuss how best to get closer to God so that the Divine appears, Ilahi Anta Maqsudi wa ridhaka mathlubi.
Tanggung Jawab Sosial dalam Menuntut Ilmu: Kajian Hadits Bukhari Nomor 5289 tentang Pendidikan Kesehatan Dewi Sinta; Elan Sumarna; Abid Nurhuda; Kamila Sofiana Rohmah
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 1 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.1.31

Abstract

Kesehatan dan tanggung jawab sosial saling terkait, memberikan dampak besar pada kenyamanan hidup individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hadits Bukhari Nomor 5289 sebagai sumber inspiratif mengenai pendidikan kesehatan, dan tanggung jawab sosial dalam konteks menuntut ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa hadits ini mengandung makna tentang aspek pendidikan dan tanggung jawab sosial dalam menuntut ilmu. Aspek pendidikan dalam hadits ini diantaranya meliputi: mengajak individu dan masyarakat untuk memiliki kesadaran terhadap kesehatan, mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan pribadi, serta pentingnya berkontribusi pada keamanan kesehatan bersama. Sementara, tanggung jawab sosial dalam menuntut ilmu meliputi pentingnya memiliki pengetahuan tentang kesehatan, menuntut ilmu sebagai kontribusi pada kesejahteraan masyarakat, keterbukaan terhadap informasi, keterampilan pemilihan sumber informasi yang benar, kesadaran individu dan kolektif terhadap kesehatan, serta semangat berbagi pengetahuan dan keahlian.
Manajemen Pengembangan Karir Guru: Sebuah Upaya untuk Mencapai Profesionalitas Kerja Yulita Putri; Abid Nurhuda; Ali Anhar Syi’bul Huda; Kamila Sofiana Rohmah; Nur Muhammad Lathif
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 1 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.1.32

Abstract

Guru menjadi salah satu tolok ukur bagus atau tidaknya suatu lembaga pendidikan. Maka tidak mengherankan jika pemerintah dan pimpinan lembaga berusaha untuk meningkatkan kualitas kerja pendidiknya melalui berbagai program. Dan untuk mencapai tujuan yang diharapkan dibutuhkan sebuah teknik yang disebut dengan managemen pengembangan karir guru. Dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan terkait Manajemen Pengembangan Karir Guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model pendekatan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir guru bisa dilakukan melalui program peningkatan kualifikasi pendidikan, program penyetaraan atau sertifikasi, program pelatihan kompetensi, program supervisi, program pemberdayaan MGMP, program simposium guru, program penelitian, pelatihan kecermatan dalam membaca dan menulis jurnal atau karya ilmiah, ikut berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi, dan terus mengikuti berita aktual dari media pemberitaan. Maka dengan mengikuti berbagai pelatihan dan program tadi harapannya karir guru dapat melesat karena memperoleh penugasan, promosi hingga kenaikan pangkat.
Profesionalisme Pendidikan Islam di Era Kontemporer: Studi Hadits dan Qur’an Tarbawi Yulita Putri; Abid Nurhuda; Dewi Sinta; Dena Sri Anugrah; Muhammad Al Fajri
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 1 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.1.33

Abstract

Di Indonesia, masih kerap dijumpai sekolah yang masih menerapkan pengelolaan seadanya seolah-olah profesionalisme belum di tempatkan sebagai alasan penting untuk memasuki dunia global karena adanya sekat dalam pendidikan Islam yang membuat ia semakin tertinggal. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan terkait profesionalisme pendidikan Islam di era kontemporer menurut hadist dan alqur’an tarbawi. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme dalam pendidikan Islam adalah keterampilan berlandaskan pendidikan dan nilai-nilai Islam, tercermin dalam panggilan hidup untuk pengabdian dan penguasaan keterampilan profesi, sesuai dengan ajaran dan sumber islam yang mana tercantum dalam hadits Nabi riwayat imam Al-Bukhari No 6015, lalu terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58, dan surat Al-Isra ayat 36. Implementasinya mencakup pengembangan profesionalisme di tingkat yayasan, pimpinan sekolah, tenaga pengajar, dan tata usaha, baik melalui pengembangan internal maupun eksternal lembaga.
Reactualizing the Meaning of Tasawuf: An Introduction to Education Yasin Syafii Azami; Abid Nurhuda; Murjazin Murjazin
Nusantara Education Vol. 2 No. 2 (2023): Nusantara Education
Publisher : PT. Islamic Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66325/nusantaraeducation.v2i2.64

Abstract

Sufism is frequently perceived as a static and traditional discipline, often viewed as resistant to change and detached from contemporary intellectual developments. However, such assumptions overlook the dynamic nature of tasawuf, which demonstrates a capacity for adaptation and reinterpretation across different historical and socio-cultural contexts. This study aims to examine the essential meaning of Sufism from a terminological perspective, highlighting its conceptual flexibility and enduring relevance in guiding spiritual life. This research employs a qualitative approach using a literature study method. Data were systematically collected from classical and contemporary sources on Sufism, including theological, philosophical, and ethical discourses. The collected materials were then analyzed through content analysis to identify patterns, variations, and underlying principles in defining Sufism. This method enables a comprehensive understanding of how Sufism has been articulated by various scholars and traditions. The findings reveal that the essence of Sufism cannot be confined to a single, fixed definition. Instead, it is shaped by diverse perspectives, each emphasizing different dimensions such as spiritual purification, ethical refinement, and experiential knowledge of the Divine. Despite these variations, all interpretations consistently root their foundations in the Qur'an and Sunnah. Sufism also encompasses a distinct spiritual orientation that focuses on cultivating an intimate relationship with God, often expressed in the principle “Ilāhī anta maqṣūdī wa riḍāka maṭlūbī” (O God, You are my ultimate goal, and Your pleasure is what I seek). This study contributes to the scholarly discourse by reaffirming the adaptive and contextual nature of Sufism, challenging its stereotypical portrayal as rigid and outdated. It offers a nuanced understanding that positions Sufism as a living tradition capable of engaging with modern spiritual and intellectual challenges.