Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Vegetation Characteristics of The Maleo Bird (Macrochepalon maleo) Habitat at Natural Tourism Park of Towuti Lake, South Sulawesi Hadijah Azis Karim; Nardy Noerman Najib; Nada Sofyan
Jurnal Wasian Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Wasian
Publisher : Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK)Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.577 KB) | DOI: 10.20886/jwas.v9i1.6375

Abstract

Maleo birds (Macrocephalon maleo) generally have habitats in forests near hot springs, but in East Luwu Regency their habitat is found on the shores of Lake Towuti. It is suspected that the habitat of maleo birds at the site has different characteristics. This study aims to identify the vegetation characteristics of maleo bird habitat in the sleeping area and tread where to lay eggs. Vegetation analysis was carried out by purposive sampling with a plot size of 20 m x 20 m in the sleeping area, and 5 m x 5 m in the laying site where the egg-laying was located. The data collected are the name of the type, diameter, the individual number of trees, poles, stakes, and seedlings. The results showed that in sleeping areas, macadamia hildebrandii trees have the highest INP values. Macadamia hildebrandii fruit is thought to be one of [1]the feeds for Maleo birds. In egg-laying habitats, Imperata cylindrica has the highest INP compared to other types. On the tread of the egg-laying nests can be seen maleo birds eating grass grains. There are differences in ecological index [2]values found in sleeping habitats, namely H'= 2.24 (medium), Dmg= 3.02 (low), and E= 0.81 (high). However, in egg-laying habitats, the Ecological Index values found were H'= 0.62 (low), Dmg= 0.93 (low) and E= 0.30 (low). The discovery of maleo birds in Lake Towuti TWA makes the area one of the remaining in situ habitats in South Sulawesi and can be a consideration for the government to maintain and preserve it.Keyword: Lake Towuti, composition, vegetation, habitat, maleo birds
PENDUGAAN POPULASI DAN PERILAKU BERTELUR BURUNG MALEO (Macrochepalon maleo) DI TWA DANAU TOWUTI KABUPATEN LUWU TIMUR Hadijah Azis Karim; Nardy Noerman Nadjib; Dedi Darman; Aditya Alam
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2020 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v3i2.1191

Abstract

Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik dan dilindungi karena keberadaannya yang terancam punah, sehingga dikategorikan endangered oleh IUCN dan termasuk appendix I CITES. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui dugaan populasi dan perilaku bertelur burung maleo. Metode yang digunakan adalah consentration count dilakukan pada 2 lokasi stasiun pengamatan yaitu sarang bertelur dan sarang tidur yang meliputi data perjumpaan langsung (visual) seperti waktu, lokasi, jumlah individu, nisba kelamin dan aktifitas satwa dan data non visual meliputi jumlah sarang dan produksi telur, sedangkan untuk pengamatan perilaku bertelur menggunakan metode Focal Animal Sampling. Pengamatan di habitat sarang peneluran diperoleh dugaan populasi burung maleo sebesar 2 individu/pengamatan dengan kepadatan populasi 8,57 individu/ha. Sedangkan Non visual dihabitat sarang peneluran ditemukan 1 telur burung maleo. Pada pengamatan perilaku bertelur, teramati 5 perilaku burung maleo yang teramati selama berada dilokasi bertelur yaitu observasi, menggali, bertelur, menutup lubang, dan membuat lubang tipuan. Durasi bertelur burung maleo selama berada dilokasi bertelur berlangsung selama 1-3 jam.
KOMPOSISI DAN CADANGAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE TELUK BONE, KOTA PALOPO Hadijah Azis Karim; Afandi Ahmad; Andi Rosdayanti
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2019 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.418 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v2i1.517

Abstract

Penyimpanan karbon di ekosistem mangrove adalah salah satu yang terbesar dibandingkan di antara ekosistem yang ditanami. Kota Palopo adalah salah satu kota yang berbatasan dengan teh Teluk Bone dan masih memiliki ekosistem bakau sekunder. Ini adalah lingkungan yang dapat memberikan layanan lingkungan dalam bentuk penyerapan CO2 di sekitar Kota Palopo. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyimpanan karbon di ekosistem mangrove di Kota Palopo. Selanjutnya, nilai simpanan karbon dikonversi menjadi nilai CO2-eq yang menggambarkan serapan pada ekosistem mangrove. Metode penelitian ini adalah non destructive sampling dan menggunakan persamaan allometrik yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur diameter pohon dalam plot pengambilan sampel 25 × 25 m dengan jarak antar plot adalah 100 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata karbon di atas tanah adalah 82,34 ± 16,92 ton/ha sama dengan 301,90 ± 62,03 ton/ha CO2-eq. Penyerapan CO2 berdasarkan masing-masing spesies mangrove di daerah penelitian adalah Avicenia marina 55,26 ton/ha, Rhizophora apiculata 497,13 ton/ha, Rhizophora mucronata 2259,49 ton/ha, Rhizophora spp. 1975,62 ton/ha, Sonneratia alba 4268,43 ton/ha, Xylocarpus granatum 1,19 ton/ha.