Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Diagnostik Pemeriksaan Penunjang Persalinan Preterm Birth Pada Ibu Postpartum Di Rumah Sakit Kota Makassar Alanti, Alanti; Herman, Sriyana; Handayani, Rika; Ramli, Anwar; Fitrianingsih, Julia; Syamsuriyati, Syamsuriyati; Wilma, Wilma; Rusli, Rusli
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi preterm birth Ibu Postpartum di Rumah Sakit Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 65 orang ibu postpartum dengan Riwayat preterm birth. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengaruh flour albus terhadap ibu nifas dengan Riwayat preterm spontan di Kota Makassar dengan p Value = 0,000 < 0,05, Tidak terdapat pengaruh HBsAG terhadap ibu nifas dengan Riwayat preterm spontan di Kota Makassar dengan p Value = 0,393 > 0,05, Tidak terdapat pengaruh Syphilis terhadap ibu nifas dengan Riwayat preterm spontan di Kota Makassar dengan p Value = 0,436 > 0,05, dan Terdapat pengaruh HIV/AIDS terhadap ibu nifas dengan Riwayat preterm spontan di Kota Makassar dengan p Value = 0,016. Faktor yang secara dominan mempengaruhi preterm adalah pemeriksaan penunjang Flour Albus dengan p value = 0,000.
Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Depresi Pada Ibu Postpartum Di RSIA Kartini Kota Makassar Andriani, Andriani; Handayani, Rina; Syamsuriyati, Syamsuriyati; Fitrianingsih, Julia; Herman, Sriyana; Wilma, Wilma; Rusli, Rusli
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah prevalensi gangguan mental pada depresi postpartum (pasca persalinan) sebesar 13% dan lebih tinggi 20% di negara berkembang. Angka kejadian depresi postpartum di negara Asia sebesar 26-85% sedangkan di Indonesia 50-70%. Wanita pada periode postpartum cenderung mengalami depresi karena keterbatasan kondisi fisik dan proses adaptasi menjadi seorang ibu sehingga memiliki keinginan bunuh diri dan infanticide. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian depresi pada Ibu Postpartum di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 75 orang ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel secara Total Sampling. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh usia yakni 0,004 < 0,05, status ekonomi yakni 0,000 <0,05, dan Paritas yakni 0,040 < 0,05 dengan kejadian depresi pada ibu postpartum. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani kejadian depresi pada ibu postpartum diantaranya adalah dengan melakukan deteksi dini menggunakan EPDS, melaksanakan edukasi pada ibu postpartum, dan melakukan terapi pengobatan bagi ibu yang mengalami depresi.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Desa Hitu Daerah Pesisir Pantai Pulau Ambon 2024 Senduk, Rahmawati; Fitrianingsih, Julia; jumrah, Jumrah; Herman, Sriyana; Handayani, Rika; Syamsuriyati, Syamsuriyati; Wilma, Wilma; ru, Rusli
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Ibu hamil dengan anemia yang lebih parah dapat mengalami kesulitan yang lebih serius selama kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan, termasuk keguguran (aborsi), persalinan prematur, kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri, syok, infeksi intrapartum, dan postpartum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap pengetahuan dan kadar hemoglobin ibu hamil di Desa Hitu Daerah Pesisir Pantai Pulau Ambon 2024. Jenis penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian kualitatif. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan Bivariat. Hasil penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 15-25 tahun (26,7%), dengan kehamilan di usia <20 dan >35 tahun menjadi faktor risiko anemia. Sebagian besar responden berada pada usia kehamilan 11-20 minggu (60%) pada pretest, yang berkurang menjadi 53,3% pada posttest. Usia kehamilan mempengaruhi kadar hemoglobin, yang menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Analisis univariat menunjukkan bahwa edukasi gizi melalui booklet efektif meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin ibu hamil. Sebelum intervensi, banyak ibu hamil memiliki pengetahuan dan kadar hemoglobin rendah, namun setelah intervensi keduanya meningkat signifikan. Analisis bivariat dan uji hipotesis mengonfirmasi bahwa edukasi gizi dengan booklet secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin ibu hamil. Edukasi gizi sangat penting dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.
Pengaruh Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Siswa Di SMP 4 Satap Segeri Alamri, Fahrial; Maharani, Citra; Syamsuriyati, Syamsuriyati; Wilma, Wilma; Basir, Muhammad; Mustamin, Mustamin
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.2368

Abstract

The most important health in adolescence is reproductive health, adolescent reproductive health programs are to help adolescents to have responsible and healthy reproductive knowledge, counseling for adolescents has special problems. Adolescent reproductive health materials cover aspects of adolescent life related to reproductive health knowledge. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of adolescent reproductive health before and after being given counseling on adolescent reproductive health in VIII students of SMPN 4 Satap Segeri. This research method is a pre-experimental research with one group pre-post design. This research was conducted at SMPN 4 Satap Segeri in 2020. The sample taken was 42 students of class VIII using the proportional simple random sampling technique. The instrument used is a questionnaire on adolescent reproductive health knowledge using presentation media. The test to determine the data analysis used the Wilcoxon non-parametric test. The results of this study indicate that the average level of knowledge of class VIII students before being given health education about adolescent reproductive health is 16.7 and the average knowledge of class VIII students after being given health education is 90.5 with a significant value of 0.000 or p <0.05. The conclusion shows the effect of health education on the level of knowledge of adolescent reproductive health in class VIII SMPN 4 Satap Segeri
Psychoeducational Therapy as a Nursing Intervention in Preparing Families and Adolescents Inmates toward Release wilma, Wilma; Syarif, Iqwan; Rahmawati; Krisna Murti, Kafita
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 14 No 2 June 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30777

Abstract

Families face several psychosocial problems that affect their ability to plan and care for adolescent inmates. This research to determine the effect of family psychoeducational therapy on the ability of families to care for adolescent inmates and satisfaction with nursing services. The quasi-experimental pre-post test was used with a control group, in July-September 2024. The intervention group received five sessions of therapy, and the control group received general nursing services. The sampling technique was random permutation. Data measurement using an instrument observation and evaluation psychoeducational therapy and analyzed using Statistical Product and Service Solutions. Family satisfaction before and after intervention showed a significant increase (p-value 0.001) and the control group showed an insignificant increase. The family's ability before and after intervention significantly increased (p-value 0.001) and control group showed an insignificant increase. Comprehensive nursing practice in preparing families of adolescent inmates will contribute to preventing recidivism.
A COLLABORATION MODEL BETWEEN NURSING EDUCATION INSTITUTIONS AND CORECTIONAL INSTITUTIONS IN AN EFFORT TO MINIMIZE HEALTH PROBLEMS OF INMATES Wilma, Wilma; Lestari, Ayu; Zainuri, Imam; Wardhani, Utari Christya
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.1013

Abstract

Background: Correctional institutions represent a unique healthcare setting that remains underutilized as a learning platform in nursing education. Despite the obligation to uphold inmates’ health rights and meet healthcare service standards, the Indonesian correctional system continues to face significant challenges in addressing health problems among incarcerated populations. Strengthening collaboration between nursing educational institutions and correctional facilities may offer a strategic approach to improving healthcare access and outcomes in this high-risk and marginalized group.Objective: This study aimed to develop a collaboration model between nursing educational institutions and correctional institutions to minimize health problems among inmates while enhancing nursing education and student competencies.Methods: This study employed a mixed qualitative–quantitative design conducted in two stages. The first stage involved exploring best practices through in-depth interviews. The second stage focused on developing a collaboration model using the Delphi technique to achieve expert consensus. A total of 21 participants were recruited using purposive sampling, including prison healthcare coordinators, correctional nurses, nursing lecturers, and students involved in collaborative programs. Data from the qualitative phase were analyzed using thematic analysis, while the Delphi process was used to refine and validate the model, achieving a consensus level of greater than 70%.Results: The study resulted in a comprehensive collaboration model comprising three main domains. The personal system includes perception, commitment, and empathy; the interpersonal system includes communication, roles, and role modeling; and the social system includes policies, procedures, and security considerations. This model reflects a multidimensional framework for effective collaboration between educational and correctional institutions.Conclusions: The proposed collaboration model provides a structured approach to improving healthcare access and quality for inmates while simultaneously enhancing experiential learning opportunities for nursing students. Effective implementation of this model has the potential to strengthen health outcomes in correctional settings and contribute to the development of competent, socially responsive nursing professionals