Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA PERANCANGAN PUSAT PENGELOLAAN RUMPUT LAUT DI KABUPATEN WAJO Fadil, Sri; Tauhid, Fahmyddin A'raaf; Syuaib, Mayyadah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masyarakat Indonesia telah mengembangkan budidaya perairan yang melibatkan berbagai jenis rumput laut, seperti Eucheuma cottoni, yang mengalami perkembangan yang signifikan di perairan Indonesia. Kabupaten Wajo merupakan daerah pengelola rumput laut pertama di provinsi Sulawesi Selatan dengan data peningkatan dari tahun ketahun meningkat, pada penelitian ini menggunakan métode studi literatura, studi preseden serta studi lapangan atau observasi. Menanggapi hal tersebut dengan adanya pusat pengelolaan rumput laut dimana lokasinya berpusat pada Kecamatan Pammana dapat memberikan dampak baik dan penyaluran budidaya serta pengolahan berjalan lancar. Upaya perancangan pusat pengelolaan rumput laut dilandasi dari faktor-faktor tata guna lahan, aksebilitas, dekat dengan pusat industri lain, ketersedian fasilitas dan utilitas pengunjung, potensi, persebaran UMKM, pembudidaya rumput laut, dan eksport import. Penerapan konsep arsitektur industrial sebagaimana dalam indikator pencapaian dari segi pengeksposan struktur, penggunaan material alami, penggunaan warna-warna yang monokrom dapat dilakukan dengan pengaplikasian pada bangunan. Kata Kunci: Rumput laut, Pengolahan, Arsitektur Industrial ABSTRACT. Indonesian people have developed aquaculture involving various types of seaweed, such as Eucheuma cottoni, which has experienced significant development in Indonesian waters. Wajo Regency is the first seaweed management area in South Sulawesi province with increasing data from year to year. This research uses literature study methods, precedent studies and field studies or observations. Responding to this, the existence of a seaweed management center located in Pammana District can have a good impact and distribution of cultivation and processing will run smoothly. Efforts to design a seaweed management center are influenced by land use factors, accessibility, proximity to other industrial centers, availability of visitor facilities and utilities, potential, distribution of MSMEs, seaweed cultivators, and export, import. The application of the concept of industrial architecture as in terms of achievement indicators in terms of structural exposure, use of natural materials, use of monochrome colors can be done by applying it to buildings. Keywords: Seaweed, Processing, Industrial Architecture
Peningkatan Kapasitas Lembaga Keagamaan Melalui Pendampingan Pembangunan Tahfidzul Qur’an Al Ikhlas Parepare Dengan Metode Community Based Research Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Projec: Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Project with Community Based Research Methods Rahmani, Ahmad Ibrahim; Rahim, Rahmiani; Syuaib, Mayyadah; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Tauhid, Fahmyddin Araaf
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i6.4473

Abstract

Pengabdian ini mengangkat isu mendasar yang banyak dihadapi oleh gerakan sosial keagamaan yakni kapasitas pengelolaan dan sumber daya manusia dalam komunitas yang dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas gerakan komunitas keagamaan yang signifikan. Pada kegiatan pembangunan pondok tahfidzul Qur’an Al Ikhlas ini juga aspek kapasistas sumber daya manusia menjadi sasaran pengembangan untuk diberikan pendampingan agar mampu menjalankan program pembangunan pondok dengan lebih berkualitas sesuai dengan yang direncanakan. Pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sumber daya manusia yang memadai agar pengawasan pembangunan dapat dilakukan secara mandiri oleh pengurus yayasan. Pendampingan ini dilakukan dengan metode CBR melalui strategi peningkatan pengetahuan tentang gambar kerja arsitektur dan perhitungan volume material pekerjaan melalui kegiatan workshop. This community service raises the fundamental issues faced by many socio-religious movements, namely the management capacity and human resources in the community which can have implications for increasing the quality of significant religious community movements. In the construction activities of the Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Islamic boarding school, aspects of human resource capacity are also the target of development to be provided with assistance so that they are able to carry out the cottage development program with higher quality as planned. Sustainable development requires adequate human resources so that development supervision can be carried out independently by the foundation's management. This assistance is carried out using the CBR method through a strategy of increasing knowledge about architectural working drawings and calculating the volume of work materials through workshop activities.