Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Musik Iringan Tari Pencak Silat Rancak Takasima dalam Koreografi Idiom Baru Rustiyanti, Sri; Listiani, Wanda; Ningdyah, Anrilia E.M.; Dwiatmini, Sriati; Suryanti, Suryanti
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 25, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v25i1.11998

Abstract

The objective of this article is to elucidate the significance of music in complementing the choreography of the innovative Pencak Silat dance form known as Rancak Takasima. In the realm of dance performance, music plays a pivotal role as an accompaniment. While dance accompaniment music can exist independently, the reciprocal is not true – dance cannot be fully actualized without the support of accompanying music. Essentially, dance and music are inseparable counterparts, mutually enhancing and interdependent, akin to the interconnected sides of a coin. In the crafting of a dance performance, the presence of dance accompaniment, specifically in the form of musical compositions, serves as a crucial catalyst. This concept is referred to as external music, encompassing instruments like percussion, strings, and wind instruments employed as accompaniment in dance. In contrast, internal music entails sounds not generated by instrumental music but rather emanating from the dancer or performer, such as vocals, rhythmic footwork, finger snaps, chest and thigh percussion, hand claps, elbow taps, and the use of galembong (a patting technique on wide-legged pants). This research used a qualitative method with a dance ethnographic approach model. This technique research collected data through diverse methods such as observation, demonstration, interviews, and documentation during creating the creative process of choreographing the new idiom of Rancak Takasima. The development of dance accompaniment music and choreography unfolds gradually, originating from initially abstract ideas and taking visual form through Seni Pencak movements and the musicality crafted by the internal body's dancers themselves and using sound of  'serut bambu' props. The research outcomes showcase the Seni Pencak dance accompaniment music model as a valuable contribution to the evolution of Pencak Silat Nusantara dance. This particular dance accompaniment music model integrates seamlessly into the new idiom's choreography, featuring the distinctive ‘serut bambu’ property that generates the accompanying dance music. This research result conducted under Penelitian Terapan Jalur Hilirisasi (PTJH) scheme. For those interested in learning more, the dance accompaniment music and Seni Pencak choreography of Rancak Takasima can be easily accessed through the website https://www.dayaversapasua.tech.
Digital Photographies of Silek Rantak Kudo Dance : The West Sumatra Folklore Preservation Rustiyanti, Sri; Listiani, Wanda; Ningdyah, Anrilia E.M.; Dwiatmini, Sriati; Suryanti
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 40 No 3 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v40i3.3087

Abstract

The Silek Rantak Kudo Dance, a rich expression of Indonesian folklore and cultural identity—particularly in West Sumatra—requires preservation. To support this effort, a photographic experiment was conducted to explore visual representations capable of conveying the folkloric elements embedded in the dance. Notably, there is a lack of scholarly literature on dance photography in Indonesia, making this study a pioneering contribution to the field. The experiment produced 66 photographs of the Silek Rantak Kudo Dance, with 10% selected for inclusion in a questionnaire aimed at evaluating whether respondents could effectively perceive the folkloric content. This research employed Visual Arts-Based Research Practices, with data collected through a literature review and questionnaires completed by 396 participants. Findings indicate that dance photography of Silek Rantak Kudo should emphasize traditional elements in both movement and visual representation to ensure its recognition as a traditional West Sumatran art form. Furthermore, the study demonstrates that photographic techniques—such as motion photography and posed imagery—can serve as effective tools for promoting and preserving the dance on social media among the Indonesian public.
Taksonomi Intervensi Seni Kreatif untuk Kesehatan Mental M.N, Anrilia Ema; Listiani, Wanda
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1787

Abstract

Intervensi seni kreatif berkembang dalam lintas disiplin ilmu seni dan psikologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan perkembangan penelitian psikologi seni khususnya taksonomi intervensi seni kreatif untuk kesehatan mental. Seni digunakan sebagai intervensi dalam upaya penyembuhan pasien atau non pasien yang mengalami gangguan kesehatan mental. Wabah Covid-19 menimbulkan stress dan secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental individu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data scopus. Tujuh kata kunci untuk penelusuran data yaitu “psychology”, “art”, “art therapy”, “psychotherapy”, “psychosis”, “psychosis art” dan “pandemic”. Hasil penelusuran di export dalam bentuk format CSV. Data dianalisis berdasarkan abstrak dan tahun terbit. Data hasil export kemudian diolah menggunakan VOSViewer untuk mengetahui peta bibliometrik perkembangan penelitian psikologi seni yang terindeks di basis data scopus sejak tahun 1896 s.d 2021. Hasil penelitian menggambarkan taksonomi intervensi seni kreatif untuk kesehatan mental dan topik yang sering muncul dalam ranah ilmu psikologi seni.Kata kunci: psikologi seni, intervensi seni, kesehatan mental, taksonomi
PENERAPAN COMPUTER VISION DALAM ESTIMASI POSE DAN PROSES KREATIF PENCAK SILAT TRADISI SEBAGAI SUMBER KOREOGRAFI RANCAK TAKASIMA Rustiyanti, Sri; Listiani, Wanda; E.M. Ningdyah, Anrilia; Dwiatmini, Sriati; Suryanti Suryanti
PROSIDING SEMINASTIKA Vol. 5 No. 1 (2024): 5th SEMINASTIKA 2024
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/seminastika.v5i1.788

Abstract

Pencak silat sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di setiap wilayah nusantara menjadi sumber gerak koreografi tarian etnik dari Sabang sampai Merauke. Secara konseptual korografi ini terinspirasi dari vokabuler gerak pencak silat nusantara yang mengacu gerak flora dan fauna yang ada di alam lingkungan (koreografi lingkungan). Berdasarkan teori proses kreatif model Alma M. Hawkins terdiri atas beberapa tahapan dari sensing, feeling, imaging, transforming dan forming. Ragam pencak silat dieksplorasi dengan komposisi dan koreografi gerak yang mempunyai kesan tajam dan tegas, seperti gerak serang, tangkis, tahan, dan elak; menjadi gerak berkesan lembut dan mengalir. Proses eksplorasi ini memberikan dinamika tari, sehingga pencak silat dari berbagai nusantara ini menjadi seni pencak sebuah koreografi yang memiliki kesatuan, kompleksitas, dan intensitas. Tari yang terinspirasi dengan gerak pencak silat ini sebagai koreografi idiom baru dinamakan Rancak Takasima. Rancak merupakan akronim dari kata Ragam Pencak Nusantara, sedangkan Takasima mempunyai arti pesona. Koreografi Rancak Takasima merupakan koreografi baru yang terinspirasi dari idiom ragam pencak silat nusantara, diolah menjadi koreografi idiom baru yang memberikan aura dan spirit seni pencak Rancak Takasima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan eksperimen serta computer vision dengan model deep learning estimasi pose GluonCv. Hasil penelitian ini menjelaskan model koreografi Rancak Takasima dengan koreografi idiom baru. Karya tari ini memiliki dinamika gerak bernuansa dinamis, sedangkan konseptual pencak silat nusantara mengacu pada gerak tajam dan tegas. Eksplorasi koreografi Rancak Takasima ini merupakan perwujudan tari yang terinspirasi dari konsep garap gerak tradisi dan unsur gerak seni pencak yang terdapat di seluruh pelosok nusantara.