Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Bencana di Indonesia Akhmad Taufan Maulana; Andriansyah Andriansyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 10 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i10.1213

Abstract

Negara Indonesia menjadi salah satu negara mempunyai potensi tinggi terhadap bencana gempabumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah (tanah longsor). Posisi wilayah Indonesia yang berada di garis Khatulistiwa dan berbentuk Kepulauan menimbulkan potensi tinggi terjadinya berbagai jenis bencana hidrometeorologi, yaitu banjir, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrim (angin puting beliung), abrasi, gelombang ekstrim dan kebakaran lahan dan hutan. Hal Ini membuat Indonesia rentan terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologis dan bencana geologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan mitigasi bencana di Indonesia dan mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat mensukseskan Implementasi kebijakan mitigasi bencana di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. Risiko diartikan sebagai probabilitas dari bahaya atau ekspektasi dari kematian dan kerusakan properti akibat dari interaksi antara bencana dan kerentanan. Dalam menghadapi bencana alam, tindakan pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan, oleh karenanya upaya mitigasi bencana di Indonesia merupakan hal yang krusial dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tahan bencana bagi generasi mendatang. Secara fundamental seharusnya kesadaran akan mitigasi dan adaptasi bencana harus ditanamkan pada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Menyadari Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi sudah cukup menjadi alasan bagaimana kesadaran itu harus dipupuk dan disiarkan ke seluruh penjuru negeri. Sehingga mitigasi dan adaptasi kebencanaan di Indonesia merupakan sebuah hal yang krusial untuk terus dilakukan untuk membangun Indonesia yang selamat dan sejahtera untuk menjaga bumi dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Extending Policy Implementation Theory for Natech Risk Governance: The KIKA-717 Model for Earthquake and Tsunami Mitigation in an Industrial Coastal City Akhmad Taufan Maulana; Andriansyah Andriansyah; Nani Nurani Muksin; Evi Satispi; Azhari Aziz Samudra
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 5 No 2 (2026): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/9wecbc84

Abstract

Natural technological (natech) risks pose complex governance challenges in industrial coastal cities exposed to earthquakes and tsunamis. While policy implementation theories such as Edwards III remains influential, their explanatory power is limited when applied to multi-hazard, multi-actor, and technology-intensive disaster contexts. This study examines the implementation of Cilegon City Regulation No. 7/2017 on disaster management in Cilegon, Indonesia, a highly industrialized coastal city facing significant earthquake and tsunami risk. Using a qualitative case study approach involving in-depth interviews, document analysis, and field observation, this research identifies structural, institutional, and governance gaps that constrain effective mitigation. The findings demonstrate that deficiencies in communication, fragmented resource management, limited public participation, weak public trust, and rigid bureaucratic structures undermine policy effectiveness. To address these limitations, this study proposes the KIKA-717 model, an extended policy implementation framework integrating communication enhancement, integrated resource management, trust-based disposition, adaptive bureaucratic structure, public participation and partnership, information technology integration, and policy adaptability and learning. The model offers a transferable analytical and practical framework for strengthening disaster mitigation governance in industrial coastal cities facing natech risks.