Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN SMART GREEN HOUSE MELALUI ENERGI TERBARUKAN DAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BISNIS BUDIDAYA MERANG DI KALIREJO LAMPUNG TENGAH Novia Utami Putri; Suaidah Suaidah; Selvi Helina; Nur Faqih Ardiantoro; Wayan Rio Adi Pratama; Tegar Arya Pratama; Selo Jelang Pangestu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.420-427

Abstract

Kelompok tani makmur merupakan masyarakat produktif secara ekonomi yang memiliki usaha budidaya jamur merang. Lokasi usaha mitra yaitu di Desa Sukosari, Kabupaten Lampung Tengah. Mitra dalam usaha budidaya jamur memanfaatkan limbah pertanian seperti janjang sawit atau tandan kosong kelapa sawit, tanaman tersebut digunakan sebagai media tanam jamur merang. Tujuan usaha budidaya merang didirikan oleh para petani yaitu sangat menjanjikan dan untuk harga jual jamur juga relatif tinggi. Permasalahan urgensi pada mitra diantaranya adalah mitra belum memiliki sumber energi listrik secara mandiri untuk penyuplai produksi jamur, mitra mengalami kekurangan di perangkat operasional seperti komponen produksi yang digunakan masih sangat sederhana, belum memiliki alat pengatur suhu untuk mengecek kelembaban kumbung dan suhu yang ada pada media tanam jamur, bahan produksi yang digunakan masih kurang sesuai sehingga bibit jamur kontaminasi virus dan tidak dapat tumbuh secara maksimal, mitra tidak mempunyai daya saing harga jamur hasil produksinya, selama ini harga jual ditentukan oleh pengepul sehingga keuntungan para petani jamur menjadi terbatas, kemasan produk yang ada kurang menarik dan menjual, belum memiliki aplikasi khusus yang dapat mengelola kegiatan manajamen penjualan dan pemasaran produk jamur merang. Target luaran wajib yang akan dicapai adalah meningkatan kualitas produk mitra dan meningkatan pelayanan mitra di bidang manajemen penjualan dan pemasaran. Hasil tertinggi yang di dapat dari pengujuian suhu dan kelembaban selama 1 hari adalah 30˚C dan 72%, serta hasil pengujian tertinggi untuk pengujian solar panel didapat daya 51,77 Watt dengan kondisi cuaca cerah.
REVITALISASI PERTANIAN PADI DAN BAWANG DENGAN INOVASI TEKNOLOGI PRESISI BERSAMA KELOMPOK PETANI MUDA TANI MAKMUR BERSAMA DI LAMPUNG TENGAH Hasriadi Mat Akin; Selvi Helina; Surnayanti Surnayanti; Luna Lukvitasari; Ni Kadek Emi Sintha Dewi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2361-2367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi sistem budidaya padi dan bawang melalui penerapan inovasi teknologi presisi pada Kelompok Tani Makmur Bersama di Lampung Tengah. Program dilaksanakan dengan pendekatan institusional dan partisipatif, melibatkan petani secara aktif sejak identifikasi permasalahan hingga evaluasi. Seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan baik dan kondusif, mulai dari sosialisasi, pelatihan penggunaan biopestisida Trichoderma, hingga instalasi perangkat smart farming berbasis Internet of Things (IoT) di lahan mitra. Teknologi presisi yang dipasang meliputi sensor kelembapan tanah, sensor suhu, modul pengendali irigasi otomatis, serta aplikasi digital untuk monitoring lahan secara real-time. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani, kesiapan kelompok tani dalam mengadopsi teknologi digital, serta terciptanya sistem budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, program ini berkontribusi nyata dalam mendukung revitalisasi pertanian berkelanjutan melalui kolaborasi teknologi dan pemberdayaan petani muda.
PRODUKSI TRICHODERMA SEBAGAI BIOPESTISIDA TERINTEGRASI IOT DALAM SISTEM SMART FARMING UNTUK BUDIDAYA PADI BEBAS PESTISIDA DI PP GAPSERA, LAMPUNG TENGAH Selvi Helina; Ivayani Ivayani; Puji Lestari; Ni Kadek Emi Sintha Dewi; Luna Lukvitasari; Riska Awalia Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2368-2374

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di PP Gapsera Sejahtera Mandiri, Lampung Tengah, dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani dalam produksi Trichoderma sebagai biopestisida serta penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya padi bebas pestisida. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terkait perbanyakan massal Trichoderma serta instalasi sensor IoT untuk pemantauan kondisi lahan secara real-time. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produksi Trichoderma dapat dilakukan secara mandiri oleh petani menggunakan bahan lokal, sehingga menghasilkan biopestisida yang efektif dalam menekan serangan penyakit dan mendukung pertumbuhan tanaman padi. Integrasi smart farming berbasis IoT memungkinkan petani memantau kelembapan tanah, pH, suhu, dan ketinggian air sawah, sehingga pengambilan keputusan budidaya dapat dilakukan lebih tepat waktu. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi pertanian digital, serta mendorong terwujudnya sistem budidaya padi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bebas residu pestisida.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TOWER GARDEN UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI SAYURAN ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN TANJUNG KARANG BARAT Solikhin Solikhin; Selvi Helina; Tri Maryono; Rugayah Rugayah; Suskandini Ratih; Muhammad Nurdin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan di wilayah perkotaan menjadi salah satu kendala dalam pengembangan budidaya sayuran skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit melalui penerapan teknologi tower garden untuk produksi sayuran organik. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung melalui metode penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta pembangunan demplot sebagai sarana pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi konsep pertanian perkotaan, budidaya sayuran organik, teknologi tower garden, pemilihan media tanam, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan pengelolaan hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep pertanian vertikal serta pemanfaatan ruang vertikal untuk budidaya sayuran. Peserta juga memperoleh pengetahuan tentang pemilihan jenis tanaman yang sesuai untuk sistem tower garden dan peluang pengembangan usaha berbasis hasil budidaya sayuran. Implementasi teknologi tower garden memberikan solusi yang praktis, efisien, dan mudah diterapkan pada lahan terbatas sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan ketersediaan sayuran sehat, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih hijau dan produktif
Comparative Antifungal Efficacy of Cinnamon (Cinnamomum burmannii) and Turmeric (Curcuma longa) Extracts Against Postharvest Anthracnose of Papaya Titik Nur Aeny; Hasriadi Mat Akin; Selvi Helina; Zakiatun Nafsiyah; Fauziah Rizky Nurfadillah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i2.2874

Abstract

Anthracnose is a major postharvest disease that reduces the quality and marketability of papaya fruits. This study evaluated and compared the antifungal activity of cinnamon (Cinnamomum burmannii) leaf extract and turmeric (Curcuma longa) rhizome extract against Colletotrichum brevisporum under in vitro and in vivo conditions. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) consisting of ten treatments with four replicates. Treatments included cinnamon and turmeric extracts at concentrations ranging from 0.25% to 1.00%, a propineb fungicide treatment, and an untreated control. Both extracts significantly inhibited mycelial growth, suppressed conidial germination, and reduced disease development compared with the untreated control (p < 0.05). Turmeric extract consistently exhibited greater antifungal activity than cinnamon extract. At a concentration of 1.00%, turmeric extract reduced colony diameter by 46.84%, decreased disease severity at 6 days after inoculation by 34.6%, and completely inhibited conidial germination compared with the untreated control. Its performance also approached that of propineb during the early stages of infection. However, this study evaluated crude extracts under controlled laboratory and postharvest conditions without phytochemical characterization or validation under commercial storage systems. These findings suggest that turmeric rhizome extract is a promising candidate for further development as an environmentally friendly component of integrated postharvest management of papaya anthracnose, although additional studies on phytochemical composition, formulation, and commercial-scale validation are required before practical application.
Penguatan Kapasitas Petani melalui Automatic Weather Station dan Pengenalan Hama Penyakit Padi Selvi Helina; Ivayani; Puji Lestari; Luna Lukvitasari; Ni Kadex Emi Shinta Dewi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/8nnaae26

Abstract

The utilization of smart farming technology and strengthening farmers’ capacity are needed to support rice cultivation management that is adaptive to environmental conditions and the risks posed by plant pests and diseases. This community service activity aimed to strengthen the capacity of the Makmur Bersama Geh Farmer Group (Mabes Geh), Rejo Basuki Village, Seputih Raman District, Central Lampung Regency, through the implementation of smart farming based on an Automatic Weather Station (AWS) and enhancement of farmers’ knowledge of rice pests and diseases. The activity was conducted using a participatory approach through three main activities: program socialization and identification of group needs, socialization and installation of an AWS in the rice field, and extension activities on rice pests and diseases and their management. Knowledge improvement was evaluated among 22 participants using pre-test and post-test assessments. The data were analyzed descriptively and using normalized gain (N-gain). The results showed that the AWS had been installed and could be accessed online to monitor environmental conditions in real time, including rainfall probability, rainfall, temperature, humidity, cloud cover, and wind speed. The extension activities increased the participants’ mean knowledge score from 51.36 in the pre-test to 78.18 in the post-test, representing a 52.22% increase. The N-gain value of 0.56 indicated a moderate level of knowledge improvement. These findings indicate that the implementation of AWS accompanied by farmer capacity building can support the use of data-driven information and improve farmers’ knowledge in identifying and managing rice pests and diseases.