Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Kencing Berdiri dalam Perspektif Ilmu Kesehatan dan Hukum Islam Afrizal Tw
Jurnal Ruhul Islam Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v1i1.115

Abstract

Buang air kecil (BAK) dengan posisi berdiri merupakan salah satu kebiasaan yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat dari kalangan laki-laki. Namun kebiasaan ini memungkinkan untuk menghasilkan beberapa risiko jika ditinjau dari ilmu kesehatan, seperti infeksi saluran kemih (ISK), retensi urine, dan risiko pembesaran prostat pada pria. Selain itu, kencing berdiri juga dianggap makruh oleh sebagian ulama karena dapat menyebabkan air kencing terciprat ke tubuh atau pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko kencing berdiri dalam perspektif ilmu kesehatan dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kencing berdiri dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), retensi urine, dan risiko pembesaran prostat. Selain itu, kencing berdiri juga dapat menyebabkan air kencing terciprat ke tubuh atau pakaian, sehingga dapat menyebarkan kuman dan bakteri. Berdasarkan hasil penelitian, kencing berdiri dapat menimbulkan risiko yang tidak baik bagi kesehatan dan tidak baik bagi kebersihan menurut pandangan hukum Islam. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kebiasaan kencing berdiri dan menggantinya dengan kencing duduk atau jongkok apabila dalam keadaan yang memungkinkan serta tidak adanya kesulitan dalam melakukannya.
The Relationship Between Sodium (Na⁺), Potassium (K⁺), and Chloride (Cl⁻) Electrolyte Disorders and Clinical Conditions in Elderly Patients in the Emergency Room of Yarsi Hospital for the Period January to December 2023 Mirshanti Muthia Khaliza; Syukrini Bahri; Afrizal Tw; Endah Purnamasari
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.53040

Abstract

Elderly patients are prone to electrolyte balance disorders due to aging, decreased organ function, hormonal changes, and high comorbidities. Imbalances of sodium, potassium, and chloride can affect neurological, muscle, and cardiovascular function, thus contributing to clinical instability in the emergency room. This study is an observational study of cross-cutting design analysis based on secondary data of medical records. The subject is an elderly patient (≥60 years old) who underwent an electrolyte examination at the Yarsi Hospital Emergency Room for the January-December 2023 period. Of the 1,730 visits, 315 patients met the inclusion criteria. The variables analyzed included sodium, potassium, chloride levels, as well as characteristics of age, sex, and clinical condition upon admission. Univariate and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The majority of subjects were early elderly women. Hyponatremia is the most frequent disorder, followed by hypokalemia and hypochloremia. A total of 53% of patients experienced one electrolyte disorder, 36.2% two disorders, and 10.8% three disorders at once. The most common clinical conditions are low intake, chronic kidney disease, diabetes mellitus, infection, CVDNH, and vomiting. The Chi-Square test showed a significant association between clinical conditions and sodium (p=0.029), potassium (p=0.038), and chloride (p=0.027) impairments. Electrolyte disorders in the elderly in the emergency room are significantly related to the patient's clinical condition. Hyponatremia is most dominant and is associated with  poor intake, chronic kidney disease, infections, and diabetes.