Ahmad Mubarok
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NASIONALISME DALAM NARASI CERITA FILM ANALISIS PENDEKATAN NARATIF TZVETAN TODOROV PADA FILM BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE & HASRI AINUN BESARI Ahmad Mubarok; Yusro Edi Nugroho; Teguh Supriyanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.310

Abstract

Film adalah produksi artistik yang menggabungkan unsur seni pertunjukan, seni visual, dan teknologi untuk menceritakan sebuah cerita melalui gambar bergerak. Sudut pandang film menentukan bagaimana pesan film tersebut dikomunikasikan kepada penontonnya. Alasannya karena cara suatu peristiwa atau narasi disajikan kepada penonton dalam sebuah film terkait langsung dengan kualitas penceritaannya. Tzvetan Todorov mengajukan konsep dongeng yang menyatakan bahwa setiap film dan narasi mempunyai fungsi. Film terpopuler di Indonesia saat ini adalah B.J Habibie & Ainun. Lebih dari 4,5 juta orang telah menonton Habibie & Ainun di bioskop, menjadikannya film terpopuler ketiga di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arus bawah nasionalis dalam B.J. Habibie & Ainun dengan menganalisis adegan pembuka, tengah, dan penutup film tersebut melalui lensa teori konstruktivis dan metodologi penelitian kualitatif. Melalui kajian terbukti bahwa B.J. Habibie & Ainun mengangkat tema-tema nasionalis. Pada awal narasinya, individualisme dan kesuksesan merupakan inti dari nilai-nilai nasionalis. Persatuan, individualitas, kesetaraan, kebebasan, dan kesuksesan adalah kekuatan pendorong narasi. Kesatuan dan individualitas menang pada akhirnya.
BAHASA DAN IDENTITAS: SEBUAH ANALISIS FILSAFAT BAHASA DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL Ahmad Mubarok; Imam Baehaqie; Tommi Yuniawan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.519-529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan identitas dalam konteks masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bahasa dalam pembentukan identitas individu dan kolektif, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahasa dapat memperkuat atau mengikis identitas dalam konteks multikultural.
Analysis of Intelligence Capabilities Among Sepak Takraw Athletes Ahmad Mubarok; Tri Aji
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2527

Abstract

Sepak Takraw demands exceptional physical prowess and acrobatic agility; however, the cognitive mechanisms enabling high-speed tactical execution are frequently overlooked in regional training paradigms. This study aims to systematically evaluate the intelligence capabilities of competitive Sepak Takraw athletes in Demak Regency to establish a foundational cognitive profile for future talent identification and coaching optimization. Employing a quantitative descriptive research design, the study utilized a purposive sampling technique to select 60 active athletes, aged 15 to 25 years, who have previously competed at the regional level. Data were collected using the Culture Fair Intelligence Test (CFIT), a standardized instrument chosen to measure fluid intelligence and spatial reasoning independently of educational backgrounds. The descriptive statistical analysis revealed a mean intelligence quotient (IQ) score of 104.5, alongside a standard deviation of 8.2. Categorically, 65% of the athletes were classified within the average to high-average intelligence bracket (IQ 90-114), 15% demonstrated superior intelligence (IQ > 115), and 20% fell into the below-average category (IQ < 90). Furthermore, participants scored highest on spatial pattern recognition, averaging in the 65th percentile. The findings indicate that while baseline cognitive capabilities are fundamentally average, significant variance exists. The study concludes that current coaching methodologies must evolve beyond purely physical metrics to incorporate formal cognitive assessments, thereby fostering better tactical anticipation and adaptability.