Sebagai salah satu teknologi konservasi air yang sederhana namun efektif, lubang resapan biopori telah terbukti mampu meningkatkan infiltrasi tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta mengoptimalkan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi dan berkurangnya area resapan, biopori menjadi solusi ekologis yang mudah diterapkan masyarakat untuk menjaga ketersediaan air tanah sekaligus mengurangi risiko banjir lokal. Sebagaimana yang telah di lakukan di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun merupakan kawasan perkotaan padat penduduk dengan dominasi permukaan kedap air yang berdampak pada menurunnya daya resap tanah dan meningkatnya potensi genangan. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya konservasi air yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga dalam menerapkan teknologi lubang resapan biopori (LRB) sebagai langkah pelestarian air berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep pelestarian air, pelatihan teknis pembuatan biopori, pendampingan lapangan, serta evaluasi tingkat pemahaman dan keberlanjutan kegiatan. Bahan utama yang digunakan adalah limbah organik rumah tangga, sedangkan alat yang digunakan berupa bor tanah manual dan pipa PVC. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya resapan air (90%), Tingkat kesadaran (88%), Tanggung jawab (88%), Tingkat kepedulian (93%) dan Tingkat antusias Masyarakat (97%). Selain itu, ditemukan indikasi penurunan genangan di area uji setelah pemasangan beberapa titik biopori. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan biopori efektif sebagai media edukasi lingkungan sekaligus solusi teknis sederhana dalam pelestarian air di kawasan permukiman perkotaan.