Fitriyanti, Rafika Indah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kekerabatan Genetik Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Berdasarkan Lima Marka RAPD (Random Amplified Polimorphic DNA) Fitriyanti, Rafika Indah; Yuniastuti, Endang; Nandariyah, Nandariyah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.41258

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman tropis Indonesia yang mempunyai banyak potensi ekonomi sebagai upaya diversitas buah-buahan. Pelestarian plasma nutfah rambutan perlu dilakukan lebih lanjut baik secara kualitas maupun kuantitas. Metode RAPD digunakan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik antar jenis tanaman rambutan. Penelitian dilakukan menggunakan metode RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) dengan 20 primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi 20 primer menghasilkan 5 primer terbaik yaitu (OPD 2, OPD 5, OPD 6, OPD 10, OPD 12), pada ukuran 50-2000 bp dengan total 48 pita (42 pita polimorfik dan 6 pita monomorfik). Tingkat polimorfisme keragaman antar jenis rambutan sebesar 86,24%. Hasil uji dendogram UPGMA menunjukkan adanya keragaman genetik yang tergolong tinggi pada rambutan. Terbentuk dua klaster utama dengan tingkat kesamaan antara 56-77%. Rambutan jenis Rapiah berkerabat dekat dengan Sibatuk Ganal sebesar 77%.
Implementasi Teknologi Biopori sebagai Edukasi Pelestarian Air di Kelurahan Kuncen, Kota Madiun Budi, Luluk Sulistiyo; Nurwantara, Ma’ruf Pambudi; Fitriyanti, Rafika Indah
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6206

Abstract

Sebagai salah satu teknologi konservasi air yang sederhana namun efektif, lubang resapan biopori telah terbukti mampu meningkatkan infiltrasi tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta mengoptimalkan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi dan berkurangnya area resapan, biopori menjadi solusi ekologis yang mudah diterapkan masyarakat untuk menjaga ketersediaan air tanah sekaligus mengurangi risiko banjir lokal.  Sebagaimana yang telah di lakukan di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun merupakan kawasan perkotaan padat penduduk dengan dominasi permukaan kedap air yang berdampak pada menurunnya daya resap tanah dan meningkatnya potensi genangan. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya konservasi air yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga dalam menerapkan teknologi lubang resapan biopori (LRB) sebagai langkah pelestarian air berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep pelestarian air, pelatihan teknis pembuatan biopori, pendampingan lapangan, serta evaluasi tingkat pemahaman dan keberlanjutan kegiatan. Bahan utama yang digunakan adalah limbah organik rumah tangga, sedangkan alat yang digunakan berupa bor tanah manual dan pipa PVC. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya resapan air (90%), Tingkat kesadaran (88%), Tanggung jawab (88%), Tingkat kepedulian (93%) dan Tingkat antusias Masyarakat (97%). Selain itu, ditemukan indikasi penurunan genangan di area uji setelah pemasangan beberapa titik biopori. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan biopori efektif sebagai media edukasi lingkungan sekaligus solusi teknis sederhana dalam pelestarian air di kawasan permukiman perkotaan.