Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LITERASI HUKUM SEBAGAI INSTRUMEN PEMBENTUK BUDAYA HUKUM DALAM PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Muhammad Yusuf Ibrahim; Abdul Halim; Syafira Nundri Antari; Mohammad Nurman
FENOMENA Vol 19 No 01 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Hukum - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/fenomena.v19i01.6812

Abstract

Literasi hukum merupakan salah satu elemen fundamental dalam pembentukan budaya hukum yang kuat di masyarakat. Dalam konteks perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), literasi hukum berperan sebagai instrumen penting untuk menumbuhkan kesadaran, kepatuhan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurus serta melindungi karya intelektualnya secara hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana literasi hukum membentuk budaya hukum yang mendukung pengurusan HKI di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat literasi hukum berbanding lurus dengan lemahnya budaya hukum pengurusan HKI, yang pada akhirnya berimplikasi pada maraknya pelanggaran hak cipta dan minimnya perlindungan karya. Oleh karena itu, literasi hukum perlu dikembangkan secara sistemik melalui pendidikan, media, dan dukungan institusional negara.
PENGUATAN KOMPETENSI SOFT SKILLS MAHASISWA MELALUI PROGRAM CPL: CRITICAL THINKING, PUBLIC SPEAKING, LEADERSHIP, AND TEAMWORK Muhammad Yusuf Ibrahim; Abdul Halim; Irwan Yulianto
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6822

Abstract

Kepemimpinan (leadership) merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dikembangkan di kalangan mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial. Penguatan keterampilan kepemimpinan masih belum menjadi perhatian utama dalam kegiatan pembinaan kemahasiswaan di banyak perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan mahasiswa melalui program CPL (Critical Thinking, Public Speaking, Leadership, and Teamwork) dengan pendekatan pelatihan partisipatif dan berbasis pengalaman. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dan diikuti oleh mahasiswa lintas program studi. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan berpikir strategis, komunikasi kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan tim melalui simulasi peran, studi kasus, dan proyek kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman konseptual, keterampilan praktis, serta transformasi sikap terhadap peran kepemimpinan. Program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter pemimpin yang adaptif, komunikatif, dan berintegritas. Dengan demikian, model pelatihan ini dapat dijadikan alternatif strategis dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
DIALOG INTERAKTIF KEGIATAN PENYULUHAN PENCEGAHAN TINDAK PIDANA DAN PERDATA BAGI MASYARAKAT DESA SUMBERDUREN KRUCIL PROBOLINGGO Supriyono Supriyono; Abdul Halim; Yudistira Nugroho
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5886

Abstract

Penyuluhan hukum bagi masyarakat merupakan langkah penting dalam menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai hak, kewajiban, dan tata cara penyelesaian masalah hukum, baik pidana maupun perdata. Salah satu metode yang efektif dalam penyuluhan ini adalah dialog interaktif, yang memungkinkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas mengenai pencegahan tindak pidana dan perdata melalui dialog yang interaktif dan terbuka. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya langsung mengenai isu-isu hukum yang sering mereka hadapi. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana, serta mengetahui cara-cara yang tepat untuk menghindari sengketa perdata. Penyuluhan ini dilakukan di sebuah komunitas yang memiliki tingkat kesadaran hukum yang bervariasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dialog interaktif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, memperkuat kesadaran hukum, dan membuka ruang untuk diskusi yang lebih mendalam tentang masalah-masalah hukum sehari-hari. Oleh karena itu, metode ini sangat disarankan untuk diterapkan dalam kegiatan penyuluhan hukum di masa depan, mengingat potensi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat.
ANALISIS YURIDIS SENGKETA WARIS PADA PUTUSAN NOMOR 40/Pdt.G/2019/PN Atb Abidah Muzayyanah; Adelia Sela Pratiwi; Abdul Halim
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.6606

Abstract

Penelitian ini menganalisis sengketa waris berdasarkan putusan Nomor 40/Pdt.G/2019/PN Atb dengan pendekatan yuridis normatif. Sengketa waris sering terjadi karena ketidakseimbangan dalam pembagian harta warisan, manipulasi aset, atau perbedaan pemahaman hukum antara hukum adat, hukum Islam, dan hukum positif di Indonesia. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman hukum waris untuk mencegah konflik yang merusak hubungan keluarga serta memberikan rekomendasi dalam penyelesaian sengketa. Hasil penelitian menunjukkan adanya penguasaan tanah secara melawan hukum oleh para tergugat, yang bertentangan dengan ketentuan pasal-pasal dalam Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KUHPer). Analisis hukum dalam kasus ini menunjukkan perlunya penerapan hukum yang adil dan transparan serta edukasi hukum bagi masyarakat. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mediasi sebagai solusi alternatif untuk mengurangi beban pengadilan dan menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam studi hukum waris di Indonesia, terutama dalam konteks penggunaan metode normatif untuk mengidentifikasi masalah dan solusi hukum. Rekomendasi yang diberikan diharapkan membantu meningkatkan penerapan hukum dan memberikan pedoman yang lebih baik dalam menyelesaikan sengketa waris di masa mendatang. Kata kunci: sengketa waris, hukum waris adat, hukum perdata, ahli waris