Endotracheal tube (ETT) suctioning prior to extubation in laparoscopic patients poses a risk of decreasing oxygen saturation due to temporary ventilation interruption and a reduction in alveolar oxygen reserves, which is compounded by pneumoperitoneum effects. This study aimed to analyze the effect of hyperoxygenation on oxygen saturation () changes during pre-extubation suctioning in laparoscopic patients. A quasi-experimental design with a pre-post test control group approach was employed. A total of 60 adult respondents (aged 18–59 years, ASA physical status I–II, predominantly female, and mostly undergoing laparoscopic cholecystectomy) were selected via consecutive sampling using a time-based cluster allocation method (odd weeks for intervention, even weeks for control) and equally divided into two groups. The intervention group () received hyperoxygenation with 100% for 1 minute continuously via manual bagging prior to suctioning, while the control group () received standard hospital oxygenation. The parameter was measured using a pulse oximeter integrated into the anesthesia monitor. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that the control group experienced a significant decrease in mean from to , with a mean delta decrease () of (). Conversely, the intervention group demonstrated an increase in mean from to , with a mean delta increase () of (). The Mann-Whitney test revealed a highly significant difference in values between the two groups (). In conclusion, hyperoxygenation prior to pre-extubation suctioning is highly effective in maintaining oxygen saturation stability and preventing desaturation in post-laparoscopic patients. ABSTRAK Tindakan suction endotracheal tube (ETT) sebelum ekstubasi pada pasien laparoskopi berisiko menurunkan saturasi oksigen akibat interupsi ventilasi sementara dan penurunan cadangan oksigen alveolar serta diperberat oleh efek pneumoperitoneum. Hiperoksigenisasi dengan pemberian FiO2 tinggi sebelum suction merupakan strategi preventif untuk mempertahankan stabilitas oksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hiperoksigenisasi terhadap perubahan saturasi oksigen (SpO2) saat suction pra-ekstubasi pada pasien laparoskopi. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan pendekatan pre-post test dengan control group. Sampel berjumlah 60 responden dewasa (18–59 tahun, status fisik ASA I–II, mayoritas perempuan dan didominasi bedah laparoskopi kolelitiasis) dipilih menggunakan teknik consecutive sampling metode alokasi cluster berdasarkan waktu (minggu ganjil intervensi, minggu genap kontrol) dibagi secara rata: kelompok intervensi () mendapatkan hiperoksigenisasi 100% selama 1 menit kontinu melalui manual bagging sebelum suction, dan kelompok kontrol mendapatkan oksigenisasi standar rumah sakit. Parameter diukur menggunakan pulse oximeter terintegrasi pada monitor anestesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol mengalami penurunan rerata dari menjadi dengan selisih penurunan rerata sebesar . Sebaliknya, kelompok intervensi mengalami peningkatan rerata dari menjadi dengan selisih kenaikan rerata sebesar . Uji Mann-Whitney mendeteksi perbedaan perubahan nilai yang sangat signifikan antar kedua kelompok . Pemberian hiperoksigenisasi sebelum tindakan suction pra-ekstubasi terbukti efektif secara signifikan dalam mempertahankan stabilitas dan mencegah desaturasi oksigen pada pasien pasca-laparoskopi.