Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

KEADAAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK REMAJA PASCA REUNIFIKASI Apsari, Nurliana Cipta; Nurwati, R. Nunung
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.8 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15687

Abstract

ABSTRACTFamily is the first and utmost place for child rights fulfilment. Commonly, family is the place to guarantee the development and child rights fulfilment, however, many children are being placed in orphanages in order for the children to acquire their rights of education. Children reside in orphanages are vulnerable of discrimination. In order to protect the vulnerable children, Save the Children with its program of Child and Family Support Center (PDAK) returning children residing in orphanages into their families, known as reunification, to receive family based care and still acquiring their rights including rights of education. Sequential mixed of quantitative and qualitative approach is used in this research. Data is collected from children and parents involved with reunification process and child care. The focus of this research is the fulfillment of child rights to develop and survival, mainly rights of education.The result shows that after reunification, one youth is not pursuing his study and decided to work because his father could not afford the educational expenses. The result also found that although the parents are economically deprived, but no youth have return to orphanages to receive institution based care. The research found strength of parent and resiliency of children thus keeping the children reside in their family and receive family based care. The strength of parent and child resilience exists because of social work support through case management model of PDAK Save the Children. The social workers have assisted the parents to gain access needed in order for them to fulfill the child rights. The social workers also assist and provide understanding to the children about their parents’ condition which then resulting in child resilience. Case management model serves as model for direct services for children and their families in keeping the continuity of family based care received by children after reunification. With this model, service providers will be able to synergized the policies and programs of social insurance planned and implemented by the government thus overcoming the limited access of parents to fulfill their children’s rights.
PENGARUH BUDAYA JAWA DALAM TARIAN SUNDA KLASIK DI BANDUNG JAWA BARAT Nunung Nurwati; Riyana Rosilawati
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.015 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13824

Abstract

Kesenian tari sunda klasik merupakan salah satu bentuk seni tari yang masih patuh berpegang pada pakem-pakem yang tidak boleh dilanggar, namun seiring dengan adanya proses perubahan sosial, sehingga banyak pakem yang sudah dilanggar. Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji bagaimana budaya Jawa mempengaruhi tarian klasik sunda yang ada saat ini di Kota Bandung.Tulisan ini didasarkan dari hasil penelusuran dokumen-dokumen terkait dengan tema kajian ini bagaimana budaya Jawa mempengaruhi tarian sunda klasik. Dari hasil analisa diketahui proses pengaruh tersebut berlangsung lama, ternyata pengaruh budaya priyayi yang diidentikan dengan perilaku ‘alus’ yang lebih banyak mempengaruhi tarian sundan klasik. Budaya alus ini berasal dari konsep priyayi yang disimbolkan dengan perilaku yang lemah lembut yang disebut ‘alus’. Beberapa tarian sunda klasik yang dipengaruhi budaya ‘alus’ diantaranya tarian merak dan topeng.Pola hubungan yang terjadi dari pengaruh tersebut yakni 1) Kerjasama , ini ditandai adanya kontak antara etnis Jawa dan etnis Sunda, 2) Konflik , terjadi pada penerapan pakem atau pelanggaran, dan 3) kompetisi yaitu dalam hal menciptakan karya-karya seni tari.
ASSESSMENT KEBERFUNGSIAN SOSIAL PADA REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI meilanny budiarti santoso; nunung nurwati; salsabila wahyu hadianti
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.134 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16027

Abstract

Topik remaja selalu menarik untuk dibahas, terlebih mengenai remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Bukan hanya perceraian orang tua yang menjadi permasalahan dalam keluarga, melainkan keberadaan anak usia remaja dalam keluarga bercerai seringkali menjadi bermasalah, yaitu sebagai bentuk ekspresi kekecewaan anak (terlebih pada usia remaja) terhadap keadaan orang tuanya. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa terjadinya perceraian pada orang tua dapat dipandang dari sisi yang positif oleh anak, yaitu dijadikan sebagai motivasi bagi anak agar terhindar dari pengalaman buruk yang telah dialami oleh orang tuanya. Keberadaan remaja dengan latar belakang orang tua bercerai yang menjadi informan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan instrument assessment keberfungsian sosial bagi remaja dengan berfokus pada poin-poin sebagai berikut: (1). Penampilan di sekolah; (2). Hubungan dengan orang tua; (3). Seksualitas remaja; dan (4). Masalah yang bisa terjadi.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak R. Nunung Nurwati; Zahra Putri Listari
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33642

Abstract

Dalam proses tumbuh kembangnya, anak memiliki kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi salah satunya yaitu kebutuhan stimulasi atau pendidikan. Pendidikan bagi anak sangat penting dalam mendukung pelaksanaan perannya di masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak merupakan tanggung jawab utama keluarga karena keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak. Akan tetapi, tidak semua keluarga dapat bertanggungjawab dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Kondisi sosial dan ekonomi yang masih dibawah rata-rata dan harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa berdampak pada sulitnya dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak. Kondisi tersebut dapat menjadi dilema bagi keluarga, terutama orang tua karena ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Metode yang digunakan dalam kajian penulisan ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penulis dapat mendeskripsikan status sosial ekonomi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak melalui teori yang ditemukan dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak tidak selalu dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga.
PROFIL PENDUDUK KABUPATEN CIANJUR Nunung Nurwati; Nandang Mulyana
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.328 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15721

Abstract

Informasi tentang kependudukan memiliki peran yang penting dalam penyusunan program pembangunan, oleh karena itu penduduk tidak saja sebagai objek pembangunan tetapi sebagai subjek, artinya penduduk tidak hanya menikmati pembangunan tetapi juga yang menggerakkannya.Sehingga penyusunan program pembangunan harus didasarkan pada data atau informasi tentang karakteristik penduduk di suatu walayah dalam waktu tertentu. Untuk itu, kajian ini tujuan menyusun profil kependudukan.Metode yang digunakan dalam kajian ini dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data hasil publikasi yakni Data Sensus Penduduk tahun 2010, Sensus Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survey Sosial Ekonomi Daerah (Suseda).Kajian ini dilakukan di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Hasil kajian ini menemukan bahwa tingkat kepadatan penduduk di daerah penelitian tidak merata. Tertinggi ada di Kecamatan Cianjur, Pacet, Cegenang, dan Cipanas. Wilayah ini merupakan kecamatan yang menjadi tujuan wisata, sehingga banyak menarik penduduk dari luar daerah untuk mendatanginya.Gambaran ini akan menjadi informasi awal tentang kependudukan bagi pembuat kebijakan. Information on population has an important role in the development programming, therefore the population is not only the object of development but as the subject, meaning that the people not only enjoy the development but also who mobilize it. So the development program should be based on data or information about the characteristics of the population in a walayah within a certain time. For this purpose, this study aims to develop a population profile.The method used in this study with a qualitative approach. The data used are from data of publication result that is 2010 Population Census Data, Indonesian Demographic and Health Census (SDKI) 2012, National Socioeconomic Survey (Susenas), Survey of Socio-Economic Area (Suseda). This study was conducted in Cianjur Regency, West Java .The results of this study found that the population density in the study area was uneven. The highest is in District Cianjur, Pacet, Cegenang, and Cipanas. This region is a sub-district that became a tourist destination, so much to attract residents from outside the region to visit him. This picture will be the initial information about the population for policy makers.
INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENANGANI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Tintin Tintin; Hetty Krisnani; R Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.22776

Abstract

Dewasa ini kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, khususnya anak perempuan semakin marak terjadi. Pelakunya pun bukan hanya dari lingkungan luar korban, tetapi orang terdekat bahkan sedarah dengan korban. Dalam praktik pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial harus berupaya mewujudkan ketercapaian akan kesejahteraan bagi anak selaku korban. Dalam melakukan penanganan terhadap anak korban kekerasan seksual, pekerja sosial dapat memberikan berbagai layanan kepada korban, seperti konseling, psikoterapi, serta support system. Di samping itu terdapat beberapa peran pekerja sosial yang bisa dilakukan dalam menghadapi kasus ini antara lain pekerja sosial berperan sebagai pendamping bagi korban dan pelaku, pekerja sosial berperan sebagai konselor bagi korban dan keluarga, pekerja sosial berperan sebagai mediator bagi keluarga terdekat, sekolah, maupun lembaga perlindungan serta pengadilan, pekerja sosial berperan sebagai broker untuk menghubungkan korban dengan sistem sumber yang dibutuhan, pekerja sosial harus mampu mengembangkan dan memelihara jaringan dengan berbagai pihak/profesional lain seperti psikolog, psikiater, dokter, jaksa, polisi, dan lain sebagainya bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai support system bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai pendidik bagi korban dan keluarga, serta pekerja sosial berperan sebagai advokator dalam memberikan layanan advokasi bagi anak. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan mengenai anak korban kekerasan seksual dalam keluarga.Kata Kunci : Anak , Keluarga, Kekerasan Seksual, Pekerja Sosial, Intervensi
PERGESERAN PEKERJAAN MIGRAN DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.047 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25553

Abstract

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan perubahan ekonomi pada masyarakat sekitar, sehingga perhatian semua pihak tidak cukup hanya diberikan pada kondisi fisik kewilayahannya saja, dinamika demografi pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB pun harus diperhatikan. Salah satu bentuknya adalah terjadinya pergeseran mata pencaharian warga masyarakat sekitar, namun faktanya sangat sulit bagi masyarakat untuk berpindah pola dari kultur masyarakat agraris ke bidang pekerjaan lainnya. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan in-depth interview dan studi litelatur sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah pembangunan BIJB telah berupaya untuk melakukan berbagai bentuk usaha dalam menyikapi pergeseran mata pencaharian yang terjadi, salah satu pilihan pekerjaan baru yang banyak diminati dan dipandang sesuai dengan keadaan kapasitas masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian khusus dalam bekerja adalah menjadi pekerja migran ke luar negeri pada sektor informal. Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola BIJB beserta berbagai pihak terkait lainnya dalam menyikapi dinamika pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB tersebut adalah dengan: menciptakan peluang usaha, melakukan opportunity job dengan adanya bantuan modal dan pelatihan, serta melakukan upaya penyediaan lahan pertanian baru oleh pemerintah (tukar guling lahan), sehingga petani dapat membeli lahan tersebut dengan harga yang sesuai dengan kemampuan petani.
PERANAN PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DALAM MINAT BACA ANAK (STUDI KASUS DI RUMAH BACA ZHAFFA MANGGARAI) Hafizal Indra; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.115 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15686

Abstract

ABSTRAKPeranan yang dilaksanakan Rumah Baca Zhaffa diadaptasi dari peranan perpustakaan komunitas yang tidak lain juga sebagai peran dari perpustakaan. Sebagai tempat penyedia fasilitas pendidikan, menjadikan rumah baca juga dapat menjadi peralihan masyarakat dalam mengakses sumber bahan bacaan dan segala informasi. Adanya rumah baca disekitar masyarakat dapat diharapkan ada pemberian minat kepada masyarakat dan khususnya anak-anak dalam membaca. Peranan perpustakaan dalam rumah baca seperti sebagai tempat pendidikan, penyedia informasi, pengembangan kegiatan positif, dan agen kbudayaan menjadi aspek yang diteliti dalam penelitian ini.Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus, untuk mendapatkan data/Informasi digunakan dengan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan yaitu pemilik rumah baca, tokoh masyarakat, dan pengguna rumah baca.Hasil penelitian ini menunjukkan, perlu dilakukannya upaya untuk meningkatkan publikasi dan kerja sama. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peningkatan pada rumah baca dalam melaksanakan peranannya. Melihat kurangnya sumber daya dalam hal materil dan manusia, maka rumah baca perlu mendatangkan relawan secara berkala dan mencari donatur atau sponsor tetap dalam hal pendanaan untuk kepentingan peningkatan fasilitas rumah baca. ABSTRACTThis thesis is a research on the role of a library called Rumah Baca Zhaffa, Manggarai, South Jakarta.The role that Rumah Baca Zhaffa takes part is adapted from the role of community library serves as well as a functioning as a facilitator in education, such literacy shelter functions as well as an alternative in accessing literary and information in general.With the existence of this literacy shelter among the people hopefully it gains interest to read especially for children.The traits of library in literacy shelters that serve the kind of education source, information provider, development of positive acts and cultural agent are the main objectives of this reaearch.Researcher works with the method of qualitative in combination with case studies. Whereas the instrument used in collecting data is interview as guidance. The technique used is in-depth interview, non-participative observation, and literary study. Informant selected for this research are namely, the owner of literacy shelter, public figure, and two of their returning visitors.This research shows that it is essential to increase publication and partnership.This is necessary for the reading shelter to continue to serve its roles.Owing to the lack of resources both material and human, therefore this literacy shelter needs regular volunteers and seek for patrons to fund its facilitation upgrade.
KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEYAKINAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Hadiyanto Abdul Rachim; Nunung Nurwati; Gigin Ginanjar Basar
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.702 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.15912

Abstract

Isu penelitian ini seputar komunikasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai Faith-Based Organization (FBO). Masalah utama penelitian adalah bagaimana OPZ dapat bekerjasama meningkatkan kepercayaan masyarakat dan produktivitas lembaga. Pendekatan Interpretif melalui Teori Konstruksi Sosial menjadi acuan guna melihat proses komunikasi organisasi melalui etos komunikator OPZ. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan informan dari OPZ tingkat Jawa Barat . Hasil penelitian menunjukan bahwa etos komunikator  sebagai source of credibility dalam komunikasi OPZ, bersumber dari Ajaran Islam, hukum positif, dan pedoman dasar OPZ dapat menciptakan nilai-nilai organisasi sebagai dasar melaksanakan kerjasama pogram pemberdayaan masyarakat. Kerjasama OPZ dalam program pemberdayaan lebih banyak ke aspek personal power dan interpersonal power dan sedikit ke aspek political power. Diperlukan  penguatan nilai-nilai keterbukaan dan saling percaya diantara OPZ, perubahan regulasi zakat, tata kelola lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan guna meningkatkan kepercayaan, realisasi potensi zakat, dan kesejahteraan