Articles
RESILIENSI MASYARAKAT KAMPUNG CADAS GANTUNG KABUPATEN BANDUNG
ARRAHMA, FIRDHIA;
ARRACHIM, HADIYANTO;
IRFAN, MAULANA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.49 KB)
|
DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14271
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Fenomena kemiskinan ini banyak terjadi pada setiap ruang dan kalangan masyarakat, khususnya pada masyarakat di negara berkembang seperti halnya Indonesia.Fenomena sosial mengenai kemiskinan ini terjadi pula di salah satu kampung yang berada di Bandung, Jawa Barat yaitu pada Kampung Cadas Gantung. Dimana yang diberitakan oleh media, terdapat adanya keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dan ketidakcekatan pemerintah dalam meberikan layanan kebutuhan bagi mereka. Secara fisik kemiskinan ini memang terjadi pada Masyarakat Kampung Cadas Gantung. Akan tetapi, masyarakat tidak begitu membebani atas masalah yang dirasakan. Masyarakat Kampung Cadas Gantung sendiri memang sudah lama hidup berdampingan dengan lingkaran keluarganya. Melainkan, masyarakat disana pun banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif dan mempercayai terhadap nilai-nilai yang mereka miliki. Sehingga, dari sinilah adanya ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh Masyarakat Kampung Cadas Gantung dengan tidak merasakan adanya masalah yang mereka hadapi, khususnya masalah kemiskinan. Ternyata upaya-upaya tersebut masuk ke dalam sebuah proses penyelesaian masalah yang disebut dengan resiliensi.Resiliensi ini merupakan kemampuan seseorang atau individu dalam bertahan diri menghadapi masalah atau kerentanan dalam hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memfasilitatori adanya upaya-upaya penyeselesaian masalah kemiskinan dengan menggunakan resiliensi yang mereka miliki.
KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEYAKINAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rachim, Hadiyanto Abdul;
Nurwati, Nunung;
Basar, Gigin Ginanjar
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.702 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v8i1.15912
Isu penelitian ini seputar komunikasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai Faith-Based Organization (FBO). Masalah utama penelitian adalah bagaimana OPZ dapat bekerjasama meningkatkan kepercayaan masyarakat dan produktivitas lembaga. Pendekatan Interpretif melalui Teori Konstruksi Sosial menjadi acuan guna melihat proses komunikasi organisasi melalui etos komunikator OPZ. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan informan dari OPZ tingkat Jawa Barat . Hasil penelitian menunjukan bahwa etos komunikator sebagai source of credibility dalam komunikasi OPZ, bersumber dari Ajaran Islam, hukum positif, dan pedoman dasar OPZ dapat menciptakan nilai-nilai organisasi sebagai dasar melaksanakan kerjasama pogram pemberdayaan masyarakat. Kerjasama OPZ dalam program pemberdayaan lebih banyak ke aspek personal power dan interpersonal power dan sedikit ke aspek political power. Diperlukan  penguatan nilai-nilai keterbukaan dan saling percaya diantara OPZ, perubahan regulasi zakat, tata kelola lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan guna meningkatkan kepercayaan, realisasi potensi zakat, dan kesejahteraan
STRENGTHS-PERSPECTIVE DALAM PENGEMBANGAN KEBIJAKAN SOSIAL
Marcelino Vincentius Poluakan;
Nandang Mulyana;
Hadiyanto A Rachim
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/share.v10i1.26529
Strengths-Perspective sebagai pendekatan dalam pekerjaan sosial telah mulai digunakan dalam pengembangan kebijakan sosial. Penggunaan pendekatan ini sejalan dengan cita-cita yang ingin dicapai dalam intervensi pekerjaan sosial yaitu untuk mewujudkan self-determination serta keadilan sosial. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang disusun seharusnya memuat nilai-nilai di atas. Tulisan ini akan membahas pentingnya Strengths-Perspective dalam pengembangan kebijakan sosial, apa manfaatnya serta bagaimana kerangkanya. Tulisan ini akan menggunakan studi literatur berupa buku, artikel, dan sumber lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan Strengths-Perspective sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah kebijakan sosial. Strengths-Perspective dapat menjadi pendekatan yang memperkaya sebuah kebijakan sosial sehingga dapat menjawab masalah sosial dengan lebih efektif. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan juga akan memberikan nilai tambah bagi setiap sasarannya seperti kemandirian, ketahanan, keberdayaan, keterlibatan, dan sebagainya. Walaupun terdapat tantangan sebagai sebuah pendekatan yang baru, Strengths-Perspective dapat terus diperjuangkan oleh pekerja sosial dalam praktik makronya.
KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEYAKINAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Hadiyanto Abdul Rachim;
Nunung Nurwati;
Gigin Ginanjar Basar
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.702 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v8i1.15912
Isu penelitian ini seputar komunikasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai Faith-Based Organization (FBO). Masalah utama penelitian adalah bagaimana OPZ dapat bekerjasama meningkatkan kepercayaan masyarakat dan produktivitas lembaga. Pendekatan Interpretif melalui Teori Konstruksi Sosial menjadi acuan guna melihat proses komunikasi organisasi melalui etos komunikator OPZ. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan informan dari OPZ tingkat Jawa Barat . Hasil penelitian menunjukan bahwa etos komunikator sebagai source of credibility dalam komunikasi OPZ, bersumber dari Ajaran Islam, hukum positif, dan pedoman dasar OPZ dapat menciptakan nilai-nilai organisasi sebagai dasar melaksanakan kerjasama pogram pemberdayaan masyarakat. Kerjasama OPZ dalam program pemberdayaan lebih banyak ke aspek personal power dan interpersonal power dan sedikit ke aspek political power. Diperlukan penguatan nilai-nilai keterbukaan dan saling percaya diantara OPZ, perubahan regulasi zakat, tata kelola lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan guna meningkatkan kepercayaan, realisasi potensi zakat, dan kesejahteraan
PROMOSI KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BIDANG KESEHATAN IBU DAN ANAK
Gina Indah;
Hadiyanto A Rachim;
Maulana Irfan
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.528 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v4i2.13065
Artikel ini yang berjudul Promosi Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia, yang masih tergolong rendah akibat masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, yang disebabkan oleh faktor pendidikan masyarakat yang rendah di bidang kesehatan, faktor lingkungan yang tidak memadai, faktor pemanfaatan layanan kesehatan, dan status gizi masyarakat yang rendah. Selain itu, artikel ini pun memberikan penjelasan mengenai pentingnya pelaksanaan CSR di bidang kesehatan ibu dan anak, dan juga menjelaskan mengenai upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak yang hendaknya dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan CSR di bidang kesehatan ibu dan anak. Kesehatan ibu dan anak merupakan tolok ukur yang sangat penting bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas. Oleh sebab itu, konsep-konsep berkaitan dengan upaya promosi kesehatan ibu dan anak akan ditelaah lebih jauh dalam artikel ini.
MENGGAGAS SOCIAL ENTERPRISE MELALUI AKTIVITAS MESJID KAMPUS
Hadiyanto Abdul Rachim;
Dudi Dudi;
Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.448 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v8i2.19036
Penelitian ini mengambil isu tentang upaya menggagas social enterprise melalui aktivitas mesjid kampus. Masalah utama yang menjadi sorotan adalah bagaimana mengoptimalkan peran mesjid kampus sebagai pusat kegiatan ritual dan intelektual di kampus menjadi fungsi yang komprehensif dalam bingkai kegiatan social enterprise. Metode penelitian menggunakan Participation Action Research dengan mesjid kampus Universitas Padjadjaran sebagai obyek penelitian dan informan dalam penelitian ini adalah para pengurus harian mesjid kampus Unpad. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pemberdayaan mesjid kampus Unpad sebagai PTNBH melalui kegiatan social enterprise telah dirancang melalui pembuatan cetak biru pembinaan mesjid kampus Unpad yang berisi visi, misi, dan program dasar pembinaan mesjid kampus Unpad 2015-2020 dengan berorientasi kepada performance value organisasi mesjid Unpad yaitu Cerdas, Ukhuwah, dan Maslahat. Salah satu kegiatan social enterprise yang telah diinisiasi mesjid kampus Unpad adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Unpad dan kegiatan warung mesjid. Kedua kegiatan tersebut telah memberi dampak positif dalam menunjang berbagai kegiatan di mesjid Unpad. Masih diperlukan dukungan pimpinan universitas dalam penguatan kelembagaan, kesungguhan dan kreativitas pengelola mesjid kampus untuk pengembangan program dasar mesjid kampus Unpad.
MENGARUSUTAMAKAN HALAL LIFESTYLE: ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN KAPASITAS PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM TREND GLOBAL
Hadiyanto Abdul Rachim;
Meilanny Budiarti Santoso
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i2.33085
The development of the halal industry is moving rapidly and is supported by various groups to the global level. The purpose of writing this article is as an effort to mainstream the issue of halal which is no longer seen as having a religious meaning but has become a global lifestyle with the awareness that halal products have provided comfort and tranquillity as a form of protection for consumers. Writing articles using qualitative methods and data collection techniques using literature studies with the help of the Publish and Perish application on Google Scholar data sources without being limited by the year of publication. Data analysis using the VOSviewer application to identify trends in halal lifestyle topics from various references obtained and then described descriptively. The study shows that the halal lifestyle is constructed by market demands that require halal assurance of a product that is safe and brings peace of mind to consumers, so that it becomes an opportunity as well as a challenge, especially for the people of Indonesia. because the halal lifestyle is increasingly mainstreaming in global life. The concept of halal lifestyle requires strengthening regulatory instruments that can provide legal certainty. In the long term, it can be an indication of the creation of social welfare in the community. Perkembangan industri halal bergerak pesat dan didukung berbagai kalangan hingga tataran global. Tujuan penulisan artikel ini sebagai upaya mengarusutamakan issue halal yang tidak lagi dipandang bermakna agamis, melainkan telah menjadi gaya hidup global atas kesadaran bahwa produk-produk halal telah memberikan kenyamanan dan ketenangan sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen. Penulisan artikel menggunkaan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dengan bantuan aplikasi Publish and Perish terhadap data sources google scholar tanpa dibatasi tahun terbit publikasi. Analisa data menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengenali trend topik halal lifestyle pada berbagai referensi yang diperoleh dan kemudian diuraikan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa halal lifestyle dikonstruksi oleh tuntutan pasar yang menghendaki adanya jaminan kehalalan suatu produk yang aman dan membawa ketenangan bagi konsumen, sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan khususnya bagi bangsa Indonesia seiring semakin mengarus utamanya halal lifestyle dalam kehidupan global. Halal lifestyle juga membutuhkan penguatan berbagai perangkat peraturan kebijakan yang dapat menjamin proses rantai produksi yang dipastikan halal, sehingga dalam rentang waktu panjang dapat menjadi indikasi adanya dan bahkan terpenuhinya capaian kondisi kesejahteraan sosial pada masyarakat.
Performa Strategis Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation dalam Membangun Habitus Kesehatan Kaum Duafa
Budiman Pohan;
Hadiyanto Abdul Rachim;
Gigin Ginanjar Kamil Basar
Sosioglobal Vol 5, No 1 (2020): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jsg.v5i1.30684
This study aims to describe the strategic performance of the Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation Bandung in building a habitus of health for the dhuafa. This research is motivated by the existence of RBC-SF as a primary clinic that facilitates women of the dhuafa as members with free health and empowerment services sourced from zakat, infaq, alms, and productive waqf funds. The research method used a qualitative approach and focused on case studies, while informants were selected purposively. Data are collected in parallel through observation, interviews, and documentation. Then the data is processed through the stages of collection, reduction, visualization, verification, and conclusion. The results showed that the strategic performance of RBC-SF includes: 1) strengthening the biological capacity of mothers and children; 2) participation and delivery administration support; 3) regular education through recitation and seminars; 4) capacity building of skills through training; and 5) legitimacy and appreciation for graduation and awareness of members to continue participating in the RBC-SF program. The strategic implications of developing habitus of health, include: 1) building social networks and entrepreneurial skills; 2) the importance of involving spiritual awareness in living life; 3) healthy living culture which is passed down genealogically; and 4) the importance of women's participation in habituating family health.
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELALUI RUMAH PERLINDUNGAN ANAK
Nanda Aidiel Senja;
Hadiyanto A Rachim;
Rudi Saprudin Darwis
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.085 KB)
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13265
Anak jalanan anak jalanan adalah anak laki-laki atau perempuan yang menghabiskan sebagian waktunya untuk bekerja atau hidup di jalanan dan tempat-tempat umum. Diantara mereka juga ada yang sudah tidak punya orangtua dan rumah untuk mereka pulang, sehingga mereka harus hidup dijalan. Kerentanan yang bisa menimpa anak jalanan, antara lain: (1) korban operasi tertib sosial; (2) korban tindak kekerasan orang dewasa; (3) kehilangan pengasuhan; (4) ancaman kesehatan dan penyakit menular; (5) kehilangan kesempatan pendidikan; (6) konflik dengan hukum; dll. Sejatinya anak-anak jalanan hanyalah seorang anak yang kehidupannya masih bisa diperbaiki dan dikembangkan ke arah yang lebih baik. Melalui metode pemberdayaan, anak jalanan dapat diberikan pelatihan keterampilan dan juga pemenuhan kebutuhan mereka yang akan berguna bagi mereka kelak. Salah satu cara pemberdayaan anak jalanan adalah melalui lembaga rumah perlindungan anak. Secara ringkas fungsi rumah perlindungan anak antara lain: sebagai tempat perlindungan, tempat rehabilitasi dan akses terhadap pelayanan. Sebagai tempat perlindungan, rumah perlindungan anak berfungsi untuk melindungi anak jalanan dari berbagai bentuk kekerasan dan perilaku penyimpangan seksual ataupun berbagai bentuk kekerasan lainnya yang kerap menimpa anak. Sebagai tempat rehabilitasi, rumah perlindungan anak berfungsi untuk mengembalikan dan menanamkan fungsi sosial anak. Sedangkan sebagai akses terhadap pelayanan, rumah perlindungan anak berfungsi sebagai tempat persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, keterampilan dan lain-lain. Didalam rumah perlindungan anak, anak jalanan juga diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, partisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut anak tersebut dan pelibatan dalam berbagai kegiatan yang membangun karakteristik anak jalanan. Sehingga di dalam rumah perlindungan anak, anak-anak jalanan dapat memenuhi kebutuhannya dan dapat mengembangkan potensi dirinya agar bisa lebih berdaya dan bermanfaat.
PERAN PEKERJA SOSIAL DI PERINDUSTRIAN INDONESIA
Aries Y. Ahmadi;
Hadiyanto A. Rachim;
Moch. Zaenuddin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.493 KB)
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13594
Pekerjaan sosial industri adalah lapangan praktik pekerja sosial yang secara khusus menangani kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan dan sosial di dunia kerja melalui berbagai intervensi dan penerapan metode pertolongan yang bertujuan untuk memelihara keseimbangan antara individu dan lingkungan kerja dalam konteks ini. Konsep pekerjaan sosial industri bukan hanya berbicara tentang konsep tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun masyarakat (community development) saja. Pekerjaan sosial industri mencangkup pelayanan sosial yang bersifat internal dan eksternal, pekerjaan sosial industri melibatkan program-program bantuan bagi pegawai, seperti pelayanan konseling terapi kelompok, dan pengembangan sumber daya manusia. Secara eksternal, pekerjaan sosial industri, berwujud dalam berbagai bentuk program CSR termasuk di dalamnya strategi dan program pengembangan masyarakat serta kebijakannya, dan advokasi sosial. Kehadiran pekerja sosial di perindustrian diharapkan akan memerikan berbagai manfaat terutama manfaat secara finansial maupun secara sosial. Di Indonesia, istilah pekerjaan sosial dalam perindustrian masih belum banyak dikenal , belum banyak perusahaan yang mengunakan jasa pekerja sosial di dalamnya. Sementara itu di era globalisasi ini, bayak perusahaan-perusahaan di beberapa negara maju yang sudah sejak lama mengunakan konsep pekerjaan sosial di dalam perusahaannya, sehingga bisa meningkatkan kualitas perusahaan tersebut dan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat.