Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Metode WASPAS dalam Menentukan Pengangkatan Pegawai Kontrak Menjadi Pegawai Tetap Abdul Muis; Abdul Muis; Akbar Idaman; Handry Eldo; Agung Prabowo; Ryan Rinaldi Hadistio
SATESI: Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian ALGERO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/satesi.v4i1.3034

Abstract

Human Resources (HR) is a valuable asset for every company, and good management greatly affects operational success. PT XYZ faces challenges in the process of appointing contract employees to permanent employees which is currently done manually, causing a slow and less accurate process. This research aims to develop a method that simplifies and accelerates the process using Weight Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) to simplify and speed up the decision-making process in appointing contract employees to become permanent employees at PT. XYZ, so that decisions taken can be faster, more precise and accurate. This method was chosen for its ability to reduce errors and optimize the assessment with various criteria. The results showed that Alternative 9 was ranked first with a Qi value of 0.9685, showing the best performance among other candidates. The implementation of the WASPAS method is expected to help PT XYZ in making faster, more precise, and accurate decisions, thereby increasing efficiency and objectivity in employee hiring, as well as improving the performance and stability of the company's human resources.
Model Pelatihan Edutech Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Interaktivitas Pembelajaran di Sekolah Abdul Muis; Rahimul Harahap; Rinaldy Alidin; Putri Athirah Thaibur; Abwabul Jinan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.