Mikhael Udam
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pembelajaran Andragogi dan Keterampilan Belajar dengan Hasil Belajar Mahasiswa Aldo Regeryo Evans Panganton; Yansen Alberth Reba; Mikhael Udam
Cenderawasih Journal of Counseling and Education Vol 1 No 1 (2022): Cenderawasih Journal of Counseling and Education
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/cjgce.v1i1.2322

Abstract

This research aimed to determine the correlation between andragogy learning as well as learning skill and student learning outcome. The present research applied a quantitative research approach with multiple correlational analysis method where the data collection was carried out through questionnaire technique in the form of questionnaires and documentation. The research population involved students from the Guidance and Counseling Program, Faculty of Teacher Training and Education, Cenderawasih University batch 2018, 2019, 2020 and 2021 as many as 101 students. The determination of the sample was performed by total sampling technique in which the researcher used the entire sample with a total of 101 students. The research findings showed a correlation between andragogy learning and learning outcome with a Pearson correlation value of 0.502, a correlation between learning skill and learning outcome with a Pearson correlation value of 0.445 and a correlation between andragogy learning and learning skills and learning outcomes where the correlation coefficient was indicated by an R value of 0.573. Meanwhile, the simultaneous contribution of andragogy learning as well as learning skill and learning outcome was 32.8% (0.328) while the other 67.2% were determined by other variables not examined in this research. The conclusion of this research was that there was a fairly strong correlation between andragogy learning as well as learning skill and student learning outcome.
Identifikasi kendala dalam pelayanan bimbingan dan konseling berbasis multikultural Habel Saud; Yulius Mataputun; Mikhael Udam
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1163000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam implementasi layanan BK berbasis multikultural di SMAN 1 Jayapura, Papua, dengan fokus pada aspek kompetensi konselor, hambatan teknis, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.  Subjek penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dengan delaman informan, yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru BK, dua guru mata pelajaran, dan 2 siswa (dengan latar etnis dan agama yang beragam).  Selain itu melakukan observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, trianggulasi sumber dan teknik, diskusi teman sejawat, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki program layanan BK multikultural yang tertulis dan terstruktur. Praktik multikultural yang ada masih bersifat implisit dan belum menjadi bagian integral dari layanan konseling. Tiga kendala utama yang teridentifikasi meliputi: (1) keterbatasan pemahaman guru BK terhadap konsep dan strategi konseling multikultural; (2) minimnya dukungan manajerial terkait sarana, alokasi waktu, dan kebijakan pendukung; serta (3) rendahnya keterlibatan orang tua dan pemangku kepentingan eksternal. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan model layanan BK berbasis institusi yang mengintegrasikan perspektif multikultural secara sistemik. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokasi tunggal dan keterlibatan terbatas dari pihak eksternal, sehingga disarankan adanya penelitian lanjutan dengan cakupan dan partisipasi yang lebih luas.