Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN KETERAMPILAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Saud, Habel; Mataputun, Yulius; Reba, Yansen Alberth
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2021)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/kop.v8i2.3541

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji secara empirik hubungan antara minat dan keterampilan belajar dengan motivasi belajar mahasiswa Prodi BK FKIP Uncen. Penelitan ini menggunakan metode kuantitatif jenis korelasional. Populasi penelitian ini yaitu keseluruhan mahasiswa anggkatan tahun 2015 s.d 2019 berjumlah 103 orang. Jumlah sampel sebanyak 65 responden dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan statistis inferensial (korelasi berganda). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa (1) terdapat hubungan positif signifikan antara minat belajar dengan motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0,00 > 0,005; (2) terdapat hubungan positif signifikan antara keterampilan belajar dengan motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0,00 > 0,005, dan (3) terdapat hubungan positif signifikan bersama-sama antara minat belajar dan keterampilan belajar dengan motivasi belajar mahasiswa Prodi BK FKIP Uncen dengan nilai signifikansi 0.00 > 0,005 dan nilai koefisinesi korelasi sebesar 0,654 (+) berada pada kategori kuat. Pembuktian ini memberi arti bahwa makin tinggi minat dan keterampilan belajar, maka makin tinggi pula motivasi belajar.
Analisis komunikasi interpersonal dan penyesuaian diri remaja Yulius Mataputun; Habel Saud
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.271 KB) | DOI: 10.29210/140800

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan komunikasi interposonal dengan penyesuaian diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif desain korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 80 orang siswa MTs Baiturrahim Jayapura Papua. Pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki komunikasi interpersonal dan penyesuaian diri yang baik. Hasil pembuktian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan penyesuaian diri remaja dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,849, berada pada kategori sangat kuat. Dari penelitian diketahui bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal, maka semakin baik pula penyesuaian diri remaja, begitu pula sebaliknya.
Pengaruh Persepsi Mahasiswa tentang Pembelajaran E-Leraning terhadap Minat Belajar Mahasiswa Natasia Chris Cahyani Girsang; Habel Saud; Yansen Alberth Reba
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.32646

Abstract

Tujuan dari penelitian ini aitu untuk menganalisis persepsi  mahasiswa tentang pembelajaran E-Learning terhadap minat belajar pada mahasiswa program studi bimbingan konseling di Universitas Cenderawasih. Penelitian ini menggunakan asosiatif kuantitatif. Populasi penelitian ini mahasiswa BK 2016-2020 di universitas cenderawasih. Penentuan ukuran sampel diambil menurut tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dengan jumal sampel 89 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan metode Non-Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh persepsi pembelajaran oniline terhadap minat belajar pada mahasiswa, dimana p (sig) = 0,000<0,05. Adapun koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar r2 = 0,362. Hal ini menunjukan bahwa variabel persepsi pembelajaran online berkontribusi terhadap minat belajar pada mahasiswa sebesar 36,2%. Hasil persepsi tentang pembelajaran e-learning sebesar 64.02% dari yang diharapkan dan minat belajar sebesar 68.05%.
Penyesuaian Diri Akademik Mahasiswa Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Self-Esteem Feny Mandoa; Habel Saud; Yansen Alberth Reba
Psychocentrum Review Vol 3, No 1 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.31595

Abstract

This study aims to analyze the effect of Emotional Regulation and Self-esteem on Academic Self-Adjustment. The method used is quantitative correlational. This research was conducted in the counseling study program in January-February 2021. The population of this study were students of the Guidance and Counseling Study Program at Cenderawasih University Class of 2016,2017,2018,2019 and 2020 with a total of 115 students. Based on the Slovin formula, 89 samples were obtained using the Proportionate Stratified technique. Random Sampling. The data collection technique used an emotional regulation questionnaire, a self-esteem questionnaire and an academic adjustment questionnaire with a Likert scale assessment. This study uses simple and multiple regression data analysis. The results of this study indicate that: there is an effect of emotional regulation on academic self-adjustment with the results of R2 = 38.9% and the effect of self-esteem on academic self-adjustment with the results of R2 = 62.6%. There is an effect of emotional regulation and self-esteem on academic self-adjustment, with the result of R2 = 69.3%, while the remaining 30.7% is influenced by other variables outside of this study.
Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling Ditinjau dari Kompetensi Profesional dan Dukungan Sistem Yansen Alberth Reba; Habel Saud; Andika Ari Saputra; Nindya Ayu Pristanti
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Number 2, May 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v7i2.2745

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru bimbingan dan konseling SMA-SMK Se-Kota Jayapura., 2 Untuk mengetahui pengaruh dukungan sistem terhadap kinerja guru bimbingan dan konseling SMA-SMK Se-Kota Jayapura, 3) Untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Profesional dan dukungan sistem terhadap kinerja guru bimbingan dan konseling SMA-SMK Se-Kota Jayapura. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan jenis survey cross-sectional. Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan sampling jenuh. Dengan demikian, maka seluruh guru SMA dan SMK di kota Jayapura menjadi sampel yang berjumlah 36 orang. Hasil dari penelitian ini kompetensi Profesional berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru bimbingan dan konseling. Dukungan Sistem  berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Kompetensi Profesional dan dukungan sistem berpengaruh kinerja guru bimbingan dan konseling.
SEMINAR DAN PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL PTKBK BAGI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNCEN Habel Saud; Yansen Alberth Reba
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 1 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i1.1391

Abstract

The objectives of the present study are to: 1) find knowledge and understanding of the concept of CAR related to guidance and counseling, 2) define professional competencies that support profession as a prospective counselor/professional counseling teacher, 3) systematically and scientifically understand the stages of classroom action research related to guidance and counselling. The research activities apply the lecture, discussion/question and answer method, and training in writing class action research proposals related to guidance and counseling. Seminars and training for writing class action research proposals related to guidance and counseling involve guidance and counseling students in semesters 4, 6 and 8 of Guidance and Counseling Program of FKIP UNCEN. The results of the study found that students who answered ‘strongly agree’ were 22.86% and those who answered ‘agree’ were 77.14%. In conclusion, all students who attend seminars and training in writing CAR proposals related to guidance and counseling can understand and comprehend well the importance and benefits of CAR related to BK material for prospective guidance and counseling teachers in schools.
Penentuan Jurusan Siswa SMA Berdasarkan Tes Minat Bakat Menggunakan Metode Single, Complete dan Average Linkage Alvian M Sroyer; Habel Saud; Felix Reba
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 8, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v8i2.2022.72-80

Abstract

Menurut data yang dirilis oleh United Nations Children's Fund (Unicef) tentang situasi pendidikan di Papua, dimana 30% siswa di Provinsi Papua secara umum tidak menyelesaikan Pendidikan SD dan SMP. Di wilayah pedalaman Papua, kira-kira 50% peserta didik jenjang SD dan 73% SMP lebih memilih putus sekolah. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, maka para siswa akan kesulitan dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan mereka baik di jenjang SMA, maupun jika para siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Beberapa tahun terakhir  ini, beberapa SMA di kota Jayapura sudah menggunakan hasil Intelligenz Struktur Test (IST) dalam menentukan jurusan siswa. Tim tes psikologi yang sering melakukan tes ini adalah para dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) UNCEN. Namun tim Prodi BK juga terkadang mengalami kendala, jika siswa yang mengikuti tes dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu subtes IST relatif lama. Terkadang terjadi error yang tak terduga dalam menentukan hasil tes menggunakan norma. Sehingga penelitian ini, akan digunakan tiga metode cluster yaitu : Single Linkage, Complete Linkage dan Average Linkage dalam menentukan jurusan siswa SMA. Penggunaan tiga metode ini tujuannya adalah bagaimana mengetahui metode yang paling sesuai dalam menentukan jurusan siswa SMA. Hasil dendogram memperlihatkan bahwa, jumlah jurusan yang dapat dibentuk adalah dua jurusan. Selanjutnya hasil analisis menunjukan bahwa, dari 305 siswa kelas X yang mengikuti tes minat dan bakat, terdapat hanya 7 siswa yang memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPA dan 298 siswa memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPS. Harapannya metode terbaik dapat menjadi rujukan sebagai bahan validasi. Selain itu, tim tes psikologi Prodi BK UNCEN dapat menjangkau seluruh SMA dan Sederajat di Provinsi Papua untuk melakukan tes psikologi dalam penentuan jurusan siswa.
Penentuan Jurusan Siswa SMA Berdasarkan Tes Minat Bakat Menggunakan Metode Single, Complete dan Average Linkage Sroyer, Alvian M; Saud, Habel; Reba, Felix
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v8i2.2022.72-80

Abstract

Menurut data yang dirilis oleh United Nations Children's Fund (Unicef) tentang situasi pendidikan di Papua, dimana 30% siswa di Provinsi Papua secara umum tidak menyelesaikan Pendidikan SD dan SMP. Di wilayah pedalaman Papua, kira-kira 50% peserta didik jenjang SD dan 73% SMP lebih memilih putus sekolah. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, maka para siswa akan kesulitan dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan mereka baik di jenjang SMA, maupun jika para siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Beberapa tahun terakhir  ini, beberapa SMA di kota Jayapura sudah menggunakan hasil Intelligenz Struktur Test (IST) dalam menentukan jurusan siswa. Tim tes psikologi yang sering melakukan tes ini adalah para dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) UNCEN. Namun tim Prodi BK juga terkadang mengalami kendala, jika siswa yang mengikuti tes dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu subtes IST relatif lama. Terkadang terjadi error yang tak terduga dalam menentukan hasil tes menggunakan norma. Sehingga penelitian ini, akan digunakan tiga metode cluster yaitu : Single Linkage, Complete Linkage dan Average Linkage dalam menentukan jurusan siswa SMA. Penggunaan tiga metode ini tujuannya adalah bagaimana mengetahui metode yang paling sesuai dalam menentukan jurusan siswa SMA. Hasil dendogram memperlihatkan bahwa, jumlah jurusan yang dapat dibentuk adalah dua jurusan. Selanjutnya hasil analisis menunjukan bahwa, dari 305 siswa kelas X yang mengikuti tes minat dan bakat, terdapat hanya 7 siswa yang memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPA dan 298 siswa memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPS. Harapannya metode terbaik dapat menjadi rujukan sebagai bahan validasi. Selain itu, tim tes psikologi Prodi BK UNCEN dapat menjangkau seluruh SMA dan Sederajat di Provinsi Papua untuk melakukan tes psikologi dalam penentuan jurusan siswa.
Students’ Academic Adjustment Viewed From Peer Interpersonal Communication Hendriani, Awaliyah Putri; Saud, Habel; Mataputun, Yulius; Reba, Yansen Alberth; Muttaqin, M. Zaenul; Karisma, Sally Putri; Putra, Miftah Fariz Prima
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i2.3927

Abstract

This study investigates the influence of peer interpersonal communication on academic adjustment among students of the Guidance and Counseling Study Program at Cenderawasih University. Using a quantitative associative design, data were collected from 102 students through total sampling and analyzed using simple linear regression. The results revealed a significant and positive relationship between peer communication and academic adjustment (t = 10.717, p < 0.05), with a correlation coefficient of R = 0.788 and R² = 0.621. These findings indicate that 62.1% of students’ academic adjustment can be explained by their level of interpersonal communication with peers. Students who demonstrate higher communication skills tend to adapt better academically, showing improved emotional stability, motivation, and collaboration. Theoretically, this study supports Devito’s interpersonal communication framework and Bandura’s Social Learning Theory, highlighting communication as a crucial factor in adaptive learning. Practically, the findings emphasize the need for universities to strengthen peer-based mentoring and communication training programs to enhance students’ academic resilience and success in higher education.
Identifikasi kendala dalam pelayanan bimbingan dan konseling berbasis multikultural Habel Saud; Yulius Mataputun; Mikhael Udam
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1163000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam implementasi layanan BK berbasis multikultural di SMAN 1 Jayapura, Papua, dengan fokus pada aspek kompetensi konselor, hambatan teknis, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.  Subjek penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dengan delaman informan, yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru BK, dua guru mata pelajaran, dan 2 siswa (dengan latar etnis dan agama yang beragam).  Selain itu melakukan observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, trianggulasi sumber dan teknik, diskusi teman sejawat, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki program layanan BK multikultural yang tertulis dan terstruktur. Praktik multikultural yang ada masih bersifat implisit dan belum menjadi bagian integral dari layanan konseling. Tiga kendala utama yang teridentifikasi meliputi: (1) keterbatasan pemahaman guru BK terhadap konsep dan strategi konseling multikultural; (2) minimnya dukungan manajerial terkait sarana, alokasi waktu, dan kebijakan pendukung; serta (3) rendahnya keterlibatan orang tua dan pemangku kepentingan eksternal. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan model layanan BK berbasis institusi yang mengintegrasikan perspektif multikultural secara sistemik. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokasi tunggal dan keterlibatan terbatas dari pihak eksternal, sehingga disarankan adanya penelitian lanjutan dengan cakupan dan partisipasi yang lebih luas.