Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Sosialisasi Komunikasi Antar Pribadi dalam Kegiatan Imunisasi di Posyandu Desa Deunong Kec.Darul Imarah Aceh Besar Khairuman; Dian Rahayu
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 8 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i8.3483

Abstract

This community service activity is to provide services and insights into immunization. an effort to actively cause / increase a person's immunity to a disease so that if one day exposed to the disease will not get sick or only experience mild pain. Methods are theoretical and technical information that uses the discussion of progress in activities properly, especially important to express about the design of activities, data and / or tools used, as well as methods and stages of activities. This activity was moderated by the Deunong village midwife and facilitated by writers in community service activities who have experience and knowledge in their fields. The result of community service is that the Puskesmas Team provides briefings for the event. First, the National Child Immunization Month (BIAN) is given by the Puskesmas. Second, providing related materials (balanced diet, stop smoking, avoid stress, control blood pressure (regular exercise). Third, the content presented is tips to prevent stunting for pregnant women during the womb. The method of socialization activities uses the Interpersonal Communication Method (KAP) to change the behavior of cadres and the community for immunization awareness. Conclusion Socialization and mentoring activities related to Posyandu Deunong Village, Darul Imarah Sub-district and child immunization have a positive goal in increasing public awareness and participation in children's health. In this activity, the community is given an explanation of the benefits of Posyandu, the types of immunizations that are important for infants, and the consequences of not undergoing immunization regularly and continuously
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DOKTER DALAM PELAYANAN MEDIS DI ACEH Intan Safitri; Diana Lestari; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Ambia Nurdin
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Maret, Improving Maternal Health Outcomes Through Evidence-Based Midwif
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/veehqm10

Abstract

Dokter dalam menjalankan tugasnya memiliki risiko hukum yang tinggi, terutama dalam kasus malpraktik. Di Aceh, dengan kekhususan syariat Islam, terdapat pertanyaan mengenai bagaimana perlindungan hukum terhadap dokter dalam pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap dokter dalam pelayanan medis di Aceh dengan melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik nasional maupun lokal, serta praktiknya di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter di Aceh dilindungi oleh hukum nasional, seperti Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Undang-Undang Kesehatan. Di samping itu, terdapat pula peraturan daerah yang mengatur tentang kesehatan, termasuk di dalamnya perlindungan hukum terhadap dokter. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat beberapa kendala dalam penerapan perlindungan hukum terhadap dokter di Aceh, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum kesehatan dan stigma negatif terhadap dokter. Penelitian ini merekomendasikan beberapa solusi untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap dokter di Aceh, seperti peningkatan edukasi kepada masyarakat tentang hukum kesehatan, penguatan peran Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), dan penyempurnaan peraturan daerah tentang kesehatan.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN RAWAT INAP SEBAGAI KONSUMEN JASA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Mirna Mirna; Diana Lestari; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Ambia Nurdin; Ristiani Ristiani
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Maret, Improving Maternal Health Outcomes Through Evidence-Based Midwif
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sa42sw95

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana  kewajiban, hak dan tanggung jawab rumah sakit  terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen jasa pelayanan kesehatan dan untuk mengetahui  bagaimana  perlindungan hukum terhadap hak pasien rawat inap sebagai konsumen jasa pelayanan kesehatan. Dengan metode penelitian yuridis  normatif, kesimpulan yang didapat: 1. Hak  Rumah  sakit  yaitu  segala  sesuatu yang  menjadi  kepentingan  Rumah  Sakit   dan dilindungi  oleh   hukum,   sedangkan   kewajiban Rumah    Sakit adalah memberikan  pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan  efektif  dengan  mengutamakan kepentingan Pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit sedangkan   tanggung jawab  Rumah  Sakit adalah  untuk melaksanakan kewajiban demi memenuhi  apa  yang  menjadi  hak  orang  lain. 2. Setiap orang  berhak  menerima  atau  memperoleh sebagian  atau  seluruh  tindakan  pertolongan yang akan  diberikan  kepadanya  setelah  menerima  dan memahami  informasi  mengenai  tindakan  tersebut secara lengkap. Hak lain yang dimiliki pasien atau masyarakat  adalah  menuntut  ganti  rugi  terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara    kesehatan    yang    menimbulkan kerugian  akibat  kesalahan  atau  kelalaian  dalam pelayanan  kesehatan  yang  diterimanya.  Tuntutan ganti  rugi  merupakan  perlindungan  hukum  yang diberikan   undang-undang   kepada   pasien   yang merasa  dirugikan  akibat  tidak  terpenuhi  haknya sebagai seorang pasien di rumah sakit.
Sosialisasi Pentingnya Keluarga Berencana dalam Meningkatkan Pengetahuan Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Wanita di Desa Blang Pala Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara Dian Rahayu; Sri Zulfa Maisih; Sapriani Rahayu; Kiki Asrifa Dinen
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5130

Abstract

One of the important problems faced by developing countries, such as Indonesia, is the population explosion. The population explosion results in a rapid population growth rate. To overcome this problem, the Indonesian government has implemented a Family Planning (KB) program that began in 1968. The family planning program provides an opportunity to regulate birth spacing or reduce the number of births by using hormonal or non-hormonal contraceptive methods. Based on data collection that has been carried out in Blang Pala, Banda Baro District, North Aceh Regency, this Community Service activity is to maximize maternal and child health services in the hope of reducing the rate of population growth. This Community Service activity was carried out by providing information about KB and KB Services in Blang Pala, Banda Baro District, North Aceh Regency, totaling 15 people. The results of this KB Service activity were continued by providing an evaluation to acceptors, namely Questions and Answers about KB and knowledge of choosing contraceptives. KB participants were able to answer and explain the questions asked well. The results of the activity showed an increase in knowledge before and after the activity was carried out. It can be concluded that community service activities in the form of counseling and KB Services have a very good impact on those in the local area and can increase the coverage of MKJP
Peran Keluarga Perokok dan ASI Eksklusif terhadap Stunting pada Balita di Pidie Jaya Ully Fitria; Dian Rahayu; Freya Aprilia; Nuri Andriani; Sisca Amelia
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2189

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly in Aceh Province. Family smoking behavior and adherence to exclusive breastfeeding are considered important determinants of child nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between family smoking behavior and exclusive breastfeeding adherence with stunting among toddlers in Tuha Village, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency. This study used a quantitative cross-sectional design with a sample of 46 toddlers selected using simple random sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with logistic regression tests. The results showed that family smoking behavior was significantly associated with stunting (p = 0.002; OR = 0.12; 95% CI: 0.03–0.47). Meanwhile, exclusive breastfeeding adherence was not significantly associated with stunting (p = 0.940; OR = 0.94; 95% CI: 0.17–5.09). These findings indicate that exposure to cigarette smoke in the household is an important risk factor affecting child nutritional status. Strengthening family-based interventions, especially smoke-free home initiatives, is essential to reduce stunting prevalence.
Tren Kasus Hipertensi Berdasarkan Data Pelayanan Kesehatan Primer dan Gambaran Perilaku Merokok Rumah Tangga di Gampong Miruk Kabupaten Aceh Besar Ully Fitria; Srie Wahyuni; Dian Rahayu; Saila Anggraini; Safrizal Safrizal; Rina Andriani; Ratika Nuri; Masfina Masfina; Putri Maulidia; Ahmad Muhajir
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i3.2362

Abstract

Hypertension is a major public health problem and contributes to an increased risk of cardiovascular disease. Routine primary health care data can provide information on the development of hypertension cases and support evidence-based promotive and preventive strategies. This study aimed to describe the trend of identified hypertension cases based on primary health care data and to describe household smoking behavior in Gampong Miruk, Aceh Besar Regency. A retrospective descriptive design was used with secondary data from First-Level Outpatient Care reports at the Gampong Miruk Polindes for 2024–2025, community health screening data for 2026, and the 2025 household Clean and Healthy Living Behavior survey. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and trend presentation. The number of identified hypertension cases increased from 6 cases in 2024 to 8 cases in 2025 and 18 cases in 2026. However, the increase in 2026 should be interpreted cautiously because the data were obtained through community health screening, which had broader detection coverage than routine service records. The household survey showed that 81 of 105 households (77.1%) did not meet the indicator of not smoking inside the house, while 24 households (22.9%) met the indicator. These findings indicate that hypertension and household exposure to tobacco smoke require attention in Gampong Miruk. Strengthening periodic hypertension screening, family-based health promotion, and smoke-free home initiatives is recommended as part of community-level noncommunicable disease prevention and control.
Analisis aborsi dalam pandangan hukum dan medis MAIBON IBON; Diana Lestari; Dian Rahayu; Khairuman; Ambia Nurdin
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/syvan149

Abstract

Aborsi merupakan suatu tindakan menggugurkan kandungan. Di negara Indonesia tindakan tersebut merupakan yang dilarang, dan masuk dalam bab kejahatan terhadap nyawa dalam kitab undang-undang hukum pidana. Meskipun aborsi secara hukum terlarang tetapi kenyataannya aborsi masih dilakukan oleh perempuan dengan berbagai alasan disebabkan peraturan dan hukum yang kurang akomodatif terhadap alasan
HUKUM DAN HAK-HAK PASIEN DALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN DI INDONESIA Fazlil Mudawali; Dian Rahayu; Khairuman; Diana Lestari; Ambia Nurdin
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m5qjn415

Abstract

Hubungan antara dokter pasien,bila kita melihat hubungan ini dari perspektif kedokteran maka hubungan dokter pasien adalah hubungan medik, namun selain hubungan medik dalam hubungan dokter pasien juga dikenal hubungan hukum. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja hak pasien dan bentuk perlindungan hukumnya. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan yuridis normatif khususnya pada pendekatan perundang-undangan, Jenis data yang dipakai dalam penulisan hukum ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian pasien berhak mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan penyakit, yakni tentang diagnosis, tindak medik yang akan dilakukan.
AKIBAT HUKUM MALPRAKTIK YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA MEDIS Khesya Nayla Puspita Sari Ponda; Diana Lestari; Dian Rahayu; Ambia Nurdin; Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rw048x78

Abstract

Malpraktik merupakan suatu tindakan kelalaian atau suatu tindakan dengan standar operasional prosedur yang benar tetapi mengakibatkan kerugian pada konsumen dalam ini adalah pasien dan ini dapat mengancam kesehatan dan keselamatan pasien. Malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis tentunya sangat merugikan pihak-pihak yang membutuhkan penanganan medis dan sangat mempengaruhi kaulitas rumah sakit yang tentunya merupakan central dari segala tindakan medis. Berdasarkan hal ini, penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengaturan hukum bagi tenaga medis yang melakukan malpraktik dan bagaimana sanksi pidannya. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan metode penelitian normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pendekatan konseptual untuk mengkaji bahan-bahan kepustakaan dalam bentuk teori-teori dan para pendapat pakar hukum. Pengaturan hukum bagi tindakan malpraktik oleh tenaga medis diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang memberikan dasar-dasar pedoman seputar tindakan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis. Adapun peraturan tersebut ditemukan dalam undang-undang kedokteran dan undang-undang kesehatan dimana memberikan suatu kepastian hukum bagi yang dirugikan. Hal ini merupakan ciri dari hukum itu sendiri dalam menegakkan keadilan. Perbuatan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sudah diatur hukumnya dalam peraturan perundang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran yang berlaku. Selain itu terdapat sanksi terhadap perbuatan tindakan tenaga medis yang melakukan malpraktik, antara lain yaitu sanksi pidana, sanksi perdata, sanksi administrasi dan sanksi moral.
Analisis  Angka  Kesembuhan  Dan  Pengobatan  Lengkap  Serta  Keberhasilan  Pengobatan Tuberkulosis  Di  kabupaten  Aceh  Besar  2023 Ambia Nurdin; diana; khairuman; dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v6dpn803

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a health problem in Indonesia, including in Aceh Besar. This study aims to analyze the cure and complete treatment rates and the success of TB treatment by gender and district in Aceh Besar in 2023.Data were taken from the Aceh Besar Health Profile in 2023. Data were analyzed using descriptive statistics.The results showed that the number of bacteriologically confirmed pulmonary TB cases found and treated in Aceh Besar in 2023 was 335 cases, with 238 male cases and 97 female cases. The total number of TB cases found and treated was 439, with 300 male and 139 female cases. The bacteriologically confirmed pulmonary TB cure rate was 46.2%, with a male cure rate of 44.2% and a female cure rate of 48.5%. The complete treatment rate for all TB cases was 52.3%, with a male complete treatment rate of 51.7% and a female complete treatment rate of 53.1%. The treatment success rate for all TB cases was 87.1%, with a male treatment success rate of 85.8% and a female treatment success rate of 88.4%. Based on the results of the study, the cure and complete TB treatment rates in Aceh Besar are still below WHO standards. This suggests that more work needs to be done to improve TB treatment success in this area.