Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ABDIMAS NUSANTARA

Teknologi Mesin Penumbuk Udang Rebon Semi Otomatis untuk Pembuatan Terasi di Masyarakat Nelayan Pantai Kenjeran Baru Sukolilo Surabaya Prasetyawati, Dian; Syahrir, Irwan; Amalia Herdianti, Winda
ABDIMAS NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ABDIMAS NUSANTARA (Januari)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The livelihood of the majority of residents of Sukolilo Baru Subdistrict, Surabaya, is fishing. There are around 126 fishermen in the area whose main catch commodities are sea cucumbers and rebon shrimp. In certain months, namely May, June and July, it is the harvest period for these fishermen where the catch of rebon shrimp is so abundant that on average every fisherman who goes to sea will come home with 40-50 kg of rebon shrimp. One of the processed products The seafood produced from rebon shrimp and currently being developed by local residents is shrimp paste. This shrimp paste is produced using equipment and technology that is still completely manual, namely by pounding it so that it is not optimal to be able to process large quantities of rebon shrimp. In this research, our Research Team will design tools and machines for pounding rebon shrimp with modern, semi-automatic technology that are adapted to the level of needs of the Kenjeran Baru Sukolilo fishing community based on surveys that have been carried out.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Nelayan Pesisir Timur Kalisari Surabaya dengan Alternatif Pengolahan Hasil Tangkapan Amalia Herdianti, Winda; Prasetyawati, Dian; Amaliah Mandati, Sri
ABDIMAS NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ABDIMAS NUSANTARA (Januari)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kampung Nelayan Pesisir Timur Kalisari Surabaya mayoritas memilih mata pencaharian sebagai nelayan karena lokasi perkampungan tempat mereka tinggal yang merupakan wilayah yang berdekatan pesisir pantai timur Surabaya. Nelayan-nelayan di wilayah ini setiap hari melaut dengan hasil tangkapan udang sebanyak 5-20 kg per hari. Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini penjualan udang hasil tangkapan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebagai akibatnya udang yang tidak laku dijual harus disimpan kembali di rumah. Hal ini kemudian akan menjadi masalah ketika tidak semua penjual udang memiliki alat pendingin atau tempat penyimpanan dengan suhu tertentu yang sesuai untuk tempat mengawetkan udang. Karena itu perlu dipikirkan alternatif lain untuk mengolah udang segar menjadi produk lain yang layak jual dan diharapkan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi masyarakat nelayan. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah mengolah udang dengan berbagai ukuran yang ada menjadi sebuah produk makanan olahan, diantaranya adalah produk dimsum dan nuget udang. Alternatif ini dipilih dengan pertimbangan bahan yang mudah didapat, tidak memerlukan peralatan yang rumit dan mudah dipelajari oleh ibu-ibu para pedagang udang yang menjual hasil tangkapan para suami yang nelayan. Kata Kunci: dimsum,kalisari,nelayan,nuget,udang