Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Sosial Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas Setingkat Safira Martania Putri; Didit Darmawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5247

Abstract

Kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi dalam terbentuknya suasana pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada tingkat Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka melalui pengumpulan dan analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar, khususnya melalui kemampuan guru membangun kedekatan emosional, memberikan dukungan, serta menciptakan suasana belajar yang inklusif. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi sosial guru menjadi strategi penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan keberhasilan akademik siswa.
Program Pelatihan Mengaji Bersertifikasi dalam Meningkatkan Kompetensi Qur’ani dan Kesiapan Mengajar Siswa MA Nurul Huda Safira Martania Putri; Vina Maulidatul Lailiyah; Savira Nur Azzahro; Dzakiyatul Fuada; Salwa Atika Salsabila; Laila Badriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6753

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Qur'ani dan kesiapan mengajar siswa MA Nurul Huda Sedati melalui pelatihan mengaji bersertifikasi. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan pelatihan berbasis kompetensi, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pelatihan (melalui drill, demonstrasi, microteaching), evaluasi dan sertifikasi, serta pendampingan pasca-pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan makhraj, serta peningkatan kesiapan pedagogis siswa sebagai calon guru Al-Qur'an. Program ini juga menghasilkan pemberian sertifikat kompetensi kepada peserta yang lulus, yang dapat digunakan sebagai legitimasi keahlian dalam mengajar Al-Qur'an. Dengan demikian, program pelatihan mengaji bersertifikasi ini terbukti efektif dalam membangun sumber daya manusia Qur'ani yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur'an di masyarakat.
Gerakan Menanam Pohon: Upaya Nyata Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Pecalukan: Pengabdian Laila Badriyah; Safira Martania Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.960

Abstract

This community service project implemented a tree planting movement in Pecalukan Village, Prigen, Pasuruan, aiming for environmental greening and preservation. Addressing global environmental issues like deforestation and climate change, the initiative utilized the Participatory Action Research (PAR) method. The program involved active collaboration between local communities, the Grojogan Sewu Foundation, and UNSURI Surabaya students on April 27, 2025. Key stages included problem identification (FGD, observation), action planning with stakeholders (Grojogan Sewu Foundation, PERHUTANI, community), implementation through education and training on tree care, and continuous monitoring and documentation. The Grojogan Sewu Foundation, initially HIPPAM in 2006, became a legal entity in 2015, focusing on conservation. Seedlings were sourced from donations and air layering by the foundation. Post-planting care involved weekly monitoring, media replacement, thinning, fertilization, pest control, and river clean-up for flood prevention. This effort successfully fostered collective environmental awareness and yielded significant ecological benefits, such as improved air quality, erosion prevention, and land greening, contributing to community and ecosystem well-being.
DINAMIKA SEJARAH PENDIDIKAN DINIYAH DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH Nelud Darajaatul Aliyah; Safira Martania Putri
Hijri Vol 15, No 1 (2026): HIJRI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/hijri.v15i1.28849

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika sejarah pendidikan diniyah dalam kebijakan pemerintah di Indonesia serta implikasinya terhadap eksistensi dan peran lembaga pendidikan Islam. Pendidikan diniyah tumbuh dari tradisi pesantren dan berkembang sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang menyeimbangkan aspek keilmuan dan moral. Dalam perjalanan sejarahnya, pendidikan diniyah mengalami berbagai dinamika kebijakan sejak masa kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Kebijakan pemerintah yang tertulis dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, peraturan menteri, serta peraturan pemerintah memberikan pengaruh signifikan terhadap arah pengembangan pendidikan diniyah, baik dalam aspek kelembagaan, kurikulum, maupun pengakuan legal formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan menelaah berbagai regulasi, kebijakan pendidikan, serta perkembangan institusional pendidikan diniyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan diniyah mengalami transformasi dari lembaga pendidikan keagamaan nonformal menuju sistem pendidikan yang diakui secara nasional. Penerbitan UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 menjadi titik penting dalam memperkuat posisi pendidikan diniyah sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Kebijakan tersebut membuka peluang bagi lulusan pendidikan diniyah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh kesempatan kerja yang setara dengan lulusan sekolah umum. Namun demikian, dinamika kebijakan juga menghadirkan tantangan, seperti penyesuaian kurikulum, keterbatasan sumber daya pendidik, dan perubahan orientasi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar pendidikan diniyah tetap mampu mempertahankan karakter keislamannya sekaligus meningkatkan kualitas akademik. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan kebijakan pendidikan Islam yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan mutu pendidikan nasional