Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : piper

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN POPULASI TRIBOLIUM spp. DAN SIFAT FISIK LIMA JENIS TEPUNG Mia Ardina; Tris Haris Ramadhan; Edy Syahputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tribolium spp. merupakan salah satu hama gudang yang sering menyerang produk tepung selama penyimpanan dan menyebabkan penurunan kualitas serta kuantitas bahan pangan. Perbedaan jenis tepung diduga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Tribolium spp. karena adanya variasi kandungan nutrisi, kadar air, dan sifat fisik media pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago Tribolium spp. pada lima jenis tepung, yaitu tepung gandum, tepung jagung, tepung tapioka, tepung kacang hijau, dan tepung ketan putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama tiga bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas 250 g tepung yang diinfestasi 10 pasang imago Tribolium spp. berumur 7–14 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago, berat dan panjang imago, persentase susut berat tepung, serta kadar air bahan sebelum dan sesudah penelitian. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney untuk data nonparametrik, serta analisis ragam (ANOVA) dan uji DMRT untuk data parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tepung berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi Tribolium spp. pada seluruh stadia perkembangan. Tepung gandum menghasilkan pertumbuhan populasi tertinggi, sedangkan tepung tapioka dan tepung ketan putih tidak mampu mendukung perkembangan hingga fase imago. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan kandungan nutrisi, kadar air, dan tekstur media pakan eberhasilan perkembangan Tribolium spp.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda) PADA TIGA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Serly Afrilyana; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif utama yang menimbulkan kerusakan serius pada pertanaman jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan S. frugiperda pada tiga varietas jagung, yaitu Bonanza F1, Kumala F1, dan NK 212. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2025 di Desa Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam ulangan. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman 2–8 minggu setelah tanam (MST) dengan lima tanaman sampel per petak. Parameter yang diamati meliputi populasi larva, persentase dan intensitas serangan, serta berat tongkol jagung. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Kruskal–Wallis, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi larva S. frugiperda mulai terdeteksi pada umur 2 MST dan mencapai puncak pada umur 3–4 MST, kemudian menurun pada umur selanjutnya. Populasi larva antar varietas umumnya tidak berbeda nyata pada sebagian besar umur pengamatan. Persentase dan intensitas serangan tertinggi terjadi pada umur 4–5 MST dengan kategori ringan hingga sedang. Varietas Kumala F1 menunjukkan intensitas serangan terendah, sedangkan Bonanza F1 menunjukkan persentase serangan tertinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif kuat antara intensitas serangan dan berat tongkol jagung (r = 0,808). Varietas NK 212 menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap serangan S. frugiperda dan mampu mempertahankan hasil panen. Disimpulkan bahwa tingkat serangan S. frugiperda dipengaruhi oleh fase pertumbuhan tanaman dan karakter genetik varietas.