Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM UPAYA PELESTARIAN KAIN SONGKET DI PALEMBANG: STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Laksana, Robert Budi
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 11
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.242 KB)

Abstract

ABSTRAKKain songket Palembang sebagai sebuah produk budaya yang sarat dengan tata nilai dan makna. Kain songket merupakan sebuah simbol budaya yang perlu dilestarikan secara masif, terstruktur dan terencana. Salah satu usaha dalam pelestarian tersebut dengan pembuatan museum kain songket, dimana keperuntukannya tidak hanya digunakan untuk menyimpan benda-benda budaya, namun juga dapat menjadi sarana edukasi dan rekreatif bagi masyarakat. Dalam kontribusinya dalam dunia pendidikan museum menjadi sarana edukasi dan sumber belajar yang mengarah pada pembelajaran yang bersifat saintifik. Dimana dalam pembelajaran saintifik ini siswa diajak untuk megidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui, merumuskan pertanyaan,mengumpulkan data, mengolah/menganalisis serta menarik kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap, sesuai dengan tujuan kurikulum saat ini. Dengan pendekatan pembelajaran saintifik ini menjadi sebuah strategi meningkatkan kualitas pendidik dan pendidikan seni di Palembang.Kata Kunci: Museum, Sumber Belajar, Pembelajaran Seni, Saintifik
RNAMEN MENDALE KENCANE MANDULIKE PADA GHUMAH BAGHI BESEMAH: SEBUAH KAJIAN ESTETIKA Robert Budi Laksana
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.41 KB) | DOI: 10.33153/glr.v13i2.1635

Abstract

Ornamen mendale kencane mandulike pada ghumah baghi Besemah di Dusun Pelang Kenidai merupakanartefak budaya yang masih dapat dinikmati sampai saat ini. Ghumah baghi dan ornamen mendale kencanemandulike dengan bentuk yang khas, menjadi sebuah penanda eksistensi budaya Besemah. Permasalahanpenelitian ini terletak pada bentuk dan pemaknaan ornamen mendale kencane mandulike pada ghumah baghiBesemah di Dusun Pelang Kenidai. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Prosesanalisis data menggunakan interaksi analisis data melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi,sajian data, serta kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan keberadaan ghumah baghiBesemah di Dusun Pelang Kenidai merupakan suatu bagian dari konsep kosmologi pemukiman masyarakatBesemah. Tokoh puyang Serunting Sakti sebagai tokoh pendiri pemukiman di Dusun Pelang Kenidai telahmemberikan tata aturan/petatah-petitih yang mengatur aktivitas sosial dan kekerabatan pada masyarakat.Keberadaan ornamen mendale kencane mandulike pada ghumah baghi merupakan bentuk penggambarandari pola perilaku masyarakat Besemah yang hidup selaras dengan alam dan sesama manusia, yangdianalogikan seperti tumbuh-tumbuhan. Bentuk dan pemaknaan ornamen mendale kencane mandulikemenggambarkan sebuah ajaran “Mandala Konsep” yang berisi tentang hubungan mikrokosmos danmakrokosmos yang mana keduanya merupakan kesatuan yang utuh. Keberadaan bentuk mandala merupakanpenyeimbang, pada dasarnya manusia untuk hidup di dunia ini membutuhkan keseimbangan sehingga hidupnyamenjadi harmoni, baik seimbang dengan yang di atas maupun seimbang dengan yang ada di bawah.Kata kunci: ornamen mendale kencane mandulike, ghumah baghi Besemah.
Efektifitas Pembelajaran Seni Rupa Membuat Karya Kolase Menggunakan Kertas Origami Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 06 Payaraman Robert Budi Laksana; Suci Wulandari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.937 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5031

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai masalah antara lain karena kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran SBdP dengan teknik menempel, peserta didik tidak bersungguh-sungguh dalam kegiatan belajar, kurangnya perhatian peserta didik pada saat guru menjelaskan materi pembelajaran dengan teknik menempel dalam membuat sebuah karya serta kurangnya kreativitas peserta didik dalam menciptakan sebuah karya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran seni rupa membuat karya kolase menggunakan kertas origami melalui metode demonstrasi pada siswa kelas IV SD Negeri 06 Payaraman. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis desain one group design (pretest-posttest design). Berdasarkan hasil pelaksanaan pretest pada penelitian ini diperoleh bahwa kelompok kelas yang diberi treatment dengan tidak menggunakan kertas origami tergolong rendah dengan nilai rata-rata yang diperoleh 52,85, sedangkan hasil pelaksanaan posttest pada kelompok kelas yang diberi treatment dengan menggunakan kertas origami diperoleh hasil yang signifikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh 75,92. Hasil t-test menunjukkan bahwa nilai t-stats 12,34 dan t-critical two tail 2,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kertas origami melalui metode demonstrasi efektif digunakan pada pembelajaran SBdP membuat karya kolase.
Pengaruh Metode Ekspresi Bebas untuk Mengasah Krestivitas Membuat Karya Lipat Origami Siswa Kelas III SD N 2 Rasuan Robert Budi Laksana; Oktaliyana Oktaliyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.356 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4796

Abstract

Karya lipat origami merupakan seni lipat kertas yang bisa kita bentuk dan kita rangkai menjadi apa saja yang kita inginkan sesuai dengan tujuan pembentukan masing masing. Melalui karya origami peserta didik dapat membuat aneka bentuk hiasan dan mainan yang 3 demensi, serta mendekati rupa makhluk hidup atau benda sehari- hari yang akrab dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas siswa dalam membuat karya lipat origami dengan menggunakan metode ekspresi bebas pada siswa kelas III SD Negeri 2 Rasuan. Metode yang digunakan dalam skripsi ini yaitu menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan desing quast experimental dengan sampel kelas IIIA dan kelas IIIB. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian di skripsi ini menggunakan tes dan juga dokumentasi.. Dari hasil akhir yang diperoleh hasil akhir posstest siswa kelas IIIA dan IIIB dengan nilai rata-rata 80,06 dan 54,10. Dari hasil uji hipotesis diperoleh dengan t hitung > t tabel atau ???????? >???????? maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikat pada penerapan metode ekpresi bebas dapat mengasah kreativitas membuat karya lipat origami pada siswa kelas III terutama pada kelas IIIA sebagai kelas eksperimen.
PEMBELAJARAN SENI RUPA DUA DIMENSI KARYA KOLASE PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA KELAS IV Robert Budi Laksana; Meliana Panca Rani
Journal of Educational Review and Research Vol 5, No 1 (2022): VOLUME 5 NUMBER 1 JULY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v5i1.3435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran seni rupa dua dimensi karya kolase pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya kelas IV di SD Negeri 22 Palembang. Metode penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa dua dimensi karya kolase, dengan informan penelitian yaitu guru kelas dan siswa kelas IV yang terdiri 33 siswa di SD Negeri 22 Palembang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yaitu hasil belajar siswa pembelajaran seni rupa dua dimensi karya kolase pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya materi membuat karya seni kolase di kelas IV SD Negeri 22 Palembang tergolong sangat baik, karena 5 siswa yang mendapat nilai 90, 7 siswa mendapat nilai 85, 7 siswa mendapat nilai 80 dan 14 siswa mendapat nilai 75 dengan rata-rata nilai yaitu 80,45 dari 33 siswa. Siswa dalam proses pembelajaran materi karya seni kolase kelas IV semua siswa sudah memahami materi, dan hanya beberapa siswa yang kesulitan cara menempelkan biji-bijian membuat karya kolase karena benar-benar harus teliti.
Pengaruh Metode Ekspresi Bebas terhadap Kreativitas Siswa Membuat Karya Dekoratif Wayang Kulit Palembang Sinta Maya; Robert Budi Laksana; Treny Hera
Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jurmia.v3i2.1938

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of the free expression method on students' creativity in creating decorative wayang kulit Palembang. The research method used in this study is an experimental method. The population in this research consisted of 31 students from class IIIA and IIIB of SD Negeri 201 Palembang in the academic year 2022/2023. Data collection techniques in this research are documentation and tests. The test data were analyzed using tests of normality, homogeneity, and hypothesis testing using the independent sample t-test. The results and discussions show that there is an influence of the free expression method on students' creativity in creating decorative wayang kulit Palembang. This can be seen from the results of the posttest scores of the experimental students who were treated using the free expression method, which is 75.6, larger than the control class which was treated using the conventional method, which is 58.43. The hypothesis testing results show that t-count is 3.358 and t-table is 2.145, which means that t-count > t-table or 3.358 > 2.145 with a significance level of 0.05, thus the null hypothesis (HO) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Therefore, in this research hypothesis, there is an effect of the free expression method on students' creativity in creating decorative wayang kulit Palembang.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA CARD SORT TERHADAP MINAT MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SDN 23 PEMULUTAN Eka Fitriyani; Noviati; Robert Budi Laksana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1456

Abstract

ABSTRAK Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: adakah pengaruh penerapan penggunaan media card sort terhadap minat membaca permulaan pada siswa kelas I SDN 23 pemulutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapaan penggunaan media card sort terhadap minat membaca permulaan pada siswa kelas I SDN 23 Pemulutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji T. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hasil uji t menunjukkan nilai thitung = 3,934 lebih dari ttabel (0,05) (dk = n-1) = 1,696 sehingga Hₒ ditolak, yang artinya ada pengaruh dari media card sort terhadap minat membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 23 Pemulutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui, hasil penelitian yang diperoleh dengan analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara media card sort terhadap minat membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 23 Pemulutan. Kata Kunci: Media Card sort, Minat Membaca, B.Indonesia Abstract The formulation of the problem in this study is: is there any effect of applying the use of card sort media to the interest in reading beginning in grade I students at SDN 23 Pemulutan. The purpose of this study was to determine the effect of the application of the use of card sort media on interest in reading beginning in class I SDN 23 Pemulutan. The method used in this study is the experimental method, data collection techniques in this study used observation ,tests and documentation, while data analysis techniques used normality tests, homogeneity tests, T tests. ttable (0.05) (dk = n-1) = 1.696 so that Hₒ is rejected, which means that there is an effect of card sort media on initial reading interest in grade I students at SD Negeri 23 Pemulutan. Based on the research results it can be seen, the research results obtained by data analysis and hypothesis testing, it can be concluded that there is a significant influence between card sort media on initial reading interest in class I students of SD Negeri 23 Pemulutan. Keywords: Card sort media, Interest Reading, B.Indonesia
PENGARUH METODE OUTDOOR LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBUAT KOLASE ORGANIK BATIK KHAS KABUPATEN PALI PADA PEMBELAJARAN SBdP UNTUK SISWA KELAS IV Levia Rahmala Sari; Noviati; Robert Budi Laksana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1457

Abstract

ABSTRAK Kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan teknik tempel yang menyatukan berbagai macam bahan di dalam pembuatannya sehingga menghasilkan karya kolaase yang indah. Maka dari itu, penelitian ini dilatar belakangi dengan tingkat kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 28 Talang Ubi dalam membuat karya kolase terbilang masih rendah. Berdasarkan hal tersebut yang perlu diketahui adalah adakah pengaruh metode outdoor learning terhadap kemampuan membuat kolase organik batik khas Kabupaten PALI pada pembelajaran SBdP untuk siswa kelas IV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode outdoor learning terhadap kemampuan membuat kolase organik batik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuntitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu tes unjuk kerja dengan metode True Experimental (eksperimen sungguhan) dengan posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah siswaa kelas IV SD Negeri 28 Talang Ubi yang terdiri dari dua kelompok yang berjumlah 30 orang siswa. Kelas IVA sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 15 orang siswa dan kelas IVB sebagai Kelompok Kontrol yang berjumlah 15 orang siswa. Berdasarkan hasil, pembahasan, dan perhitungan data dengan taraf signifikan (α) 0,05 dan dk=15-1=14. Didapatkan nilai thitung = 4,4 dengn demikin dapat disimpulkan thitung > ttabel atau 4,4 > 1,761, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan hipotesis ini menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan metode outdoor learning terhadap kemampuan membuat kolase organik batik khas Kabupaten PALI pada pembelajaran SBdP untuk siswa kelas IV. Kata Kunci: Metode Outdoor Learning, Kemampuan Membuat Kolase Organik Abstract Two-dimensional work of art (kolase) that uses a pasting technique that combines various materials in its manufacture to produce beautiful collage works. Therefore, this research is motivated by the ability level of fourth grade students at SD Negeri 28 Talang Ubi in making collage works which is still relatively low. Based on this, what needs to be known is whether there is an effect of the outdoor learning method on the ability to make organic batik of PALI Regency in SBdP learning for grade IV students. The purpose of this study was to determine whether there was an influence of the outdoor learning method on the ability to make organic two-dimensional work of art (kolase).The research method used is a quantitative method with data collection techniques, namely performance tests using the True Experimental method (real experiments) with posttest only control design. The population of this study were fourth grade students at SD Negeri 28 Talang Ubi consisting of two groups of 30 students. Class IVA as the experimental group with a total of 15 students and class IVB as the control group with a total of 15 students. Based on the results, discussion, and data calculation with a significant level (α) 0.05 and dk = 15-1 = 14. The value of tcount = 4.4 is obtained, so it can be concluded that tcount > ttable or 4.4 > 1.761, then Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that this hypothesis states that the research conducted has a significant effect on the use of outdoor learning methods on the ability to make organic batik collages typical of PALI Regency in SBdP learning for grade IV students. Keywords: Outdoor Learning Method, Ability to Make Organic two-dimensional work of art (kolase)
The Application of Design Thinking in Understanding the Profile of Pancasila in the Elementary School Teacher Education Study Program Robert Budi Laksana; Adrianus Dedy; Puji Ayu Rachmawati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7657

Abstract

Abstract This study was motivated by knowing the application of design thinking in lectures in the PGSD study program. The benefit of this research is to know and become material for evaluating lecture activities carried out with the design thinking model. This research method is applied research. The data used is a combination of qualitative and quantitative data (mixed method). This research is the subject of research on 3rd semester students of the PGSD study program where these three courses are related to the formation of attitudes, knowledge and skills for elementary school teachers. As many as 80% of students who took the course had succeeded in making teaching media products independently and obtained topic ideas from ideas and arguments that had been latent, 100% of students stated that they were happy with the experience, this can be seen from each stage of the application of design thinking starting from the empathy, define, idea, prototype, implementation stages running well and fun. And succeeded in shaping the profile of Pancasila students with critical reasoning. Keywords: Design Thinking, PGSD Lectures, Pancasila Student Profile Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi mengetahui penerapan design thinking dalam perkuliahan di prodi PGSD. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui dan menjadi bahan evaluasi kegiatan perkuliahan yang dilakasanakan dengan model design thinking. Metode penelitian ini adalah penelitian penerapan/applied research. Data yang digunakan adalah penggabungan data kualitatif dan dan kuantitatif (mixed method). Penelitian ini subyek penelitian pada mahasiswa semester 3 prodi PGSD dimana ketiga mata kuliah ini berhubungan dengan pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan bagi guru SD. Sebesar 80% mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut telah berhasil membuat produk media ajar secara mandiri dan memperoleh ide topik dari gagasan dan argument yang selama ini terpendam, sebesar 100% mahasiswa menyatakan senang dengan pengalaman, hal ini dapat dilihat dari setiap tahapan penerapan design thinking mulai dari tahap empaty, define, idea, prototype, implementasi berjalan dengan baik dan menyenangkan. Dan berhasil dalam membentuk profil pelajar Pancasila bernalar kritis. Kata Kunci: Design Thingking, Perkuliahan PGSD, Profil Pelajar Pancasila
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI KARTUN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV SD NEGRI 25 PALEMBANG: Intan Permata Sari; Nuranisa; Robert Budi Laksana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.28975

Abstract

This study aims to address issues related to the teaching of Indonesian language, specifically in the subject of “Writing Narrative Essays” for fourth-grade students. The problem arises due to several factors, including the teacher relying solely on LKS (student worksheets) and textbooks as the only learning tools. This has led to a lack of student interest and boredom during Indonesian language lessons. Assessment results show that 49% of students did not reach the minimum mastery criteria (KKTP). Therefore, students need appropriate learning media.This research employs a quantitative method with a quasi-experimental design. There are two variables in this study: variable "X" (Animated Film Media) and variable "Y" (Narrative Essay Writing Skills). The study began with an instrument validation process, in which 10 questions were initially prepared and 5 were selected for trial testing. The trial results indicated that all five questions were valid, highly reliable, and considered.