Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI ANTAGONIS Bacillus megaterium TERHADAP Fusarium oxysporum DAN PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT Ika Afifah Nugraheni; Nita Widyaningsih; Sharfina Mutia Syarifah; Wisnu Adhi Susila
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.319 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i01.1877

Abstract

Bacillus megaterium merupakan jenis bakteri endofit yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pupuk hayati. Selain mampu memaksimalkan penyerapan nutrisi tanaman, B. megaterium juga dapat menghambat pertumbuhan patogen tanaman, termasuk pada tanaman cabai. Tanaman cabai (Capsicum frutescens) masih dianggap sebagai komoditas yang menguntungkan, di samping karena permintaannya yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antagonis B. megaterium terhadap Fusarium oxysporum dan mengamati pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman cabai rawit. Metode yang digunakan yaitu uji antagonis dengan teknik dual culture, dan pengaplikasian B. megaterium ke tanaman cabai rawit dengan variasi dosis, meliputi K, A1, A2, A3 dan A4. Berdasarkan penelitian, B. megaterium mampu menunjukkan penghambatan terhadap F. oxysprorum sebesar 67% pada hari ke sepuluh. Selain itu, tanaman cabai rawit yang diaplikasikan B. megaterium memberikan pertumbuhan yang baik dibandingkan kontrol untuk variabel tinggi tanaman, jumlah daun, Panjang akar, berat segar dan berat kering tanaman. Dari variasi dosis yang diberikan, perlakuan A4 dengan dosis 25 mL mampu memberikan pertumbuhan terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa B. megaterium bersifat antagonis terhadap F. oxysporum dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit.
Pengurai Sampah Plastik Ramah Lingkungan Nurul Abidin; Wahdaniar; Novi Febrianti; Sharfina Mutia Syarifah
Bincang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2023): Bincang Sains dan Teknologi
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bst.v2i02.339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki mekanisme penguraian sampah plastik oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, cendawan, dan ulat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penguraian plastik melibatkan berbagai strategi biokimia dan enzimatik yang berbeda pada setiap mikroorganisme. Bakteri seperti Ideonella sakaiensis 201-F6 memiliki enzim PETase yang mampu mengurai plastik PET menjadi senyawa monomer yang lebih sederhana. Cendawan seperti Trichoderma viride dan Aspergillus nomius juga memiliki enzim ekstraseluler dan kemampuan untuk mengurai berbagai jenis plastik. Sementara itu, ulat Galleria mellonella dan larva Tenebrio molitor menggunakan mekanisme pencernaan yang melibatkan enzim dan kerjasama dengan bakteri dalam sistem pencernaan mereka. Ulat G. mellonella memakan plastik polyethylene (PE) yang mirip dengan struktur karbon lilin lebah yang menjadi sumber makanan alaminya, sementara larva T. molitor memakan plastik polystyrene (PS) dan menghasilkan enzim serta bakteri dalam sistem pencernaannya untuk menguraikan styrofoam menjadi senyawa organik yang lebih sederhana. Mekanisme penguraian sampah plastik oleh mikroorganisme masih dalam tahap penelitian yang terus berkembang, dan masih banyak hal yang perlu dipahami dengan lebih mendalam. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi enzim, jalur metabolic, dan mekanisme detil lainnya yang terlibat dalam penguraian sampah plastik oleh mikroorganisme. Penemuan lebih lanjut tentang mekanisme ini dapat berpotensi menjadi sumber inspirasi untuk pengembangan teknologi bioteknologi yang dapat membantu mengurangi masalah sampah plastik.
The effect of Gandasil and LB fertilizer concentrations on the growth of Dendrobium sp Syarifah, Sharfina Mutia; Marsuni, Jenni Fer Try; Fardhani, Dinar Mindrati; Tryana, Elys
International Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 3 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v5i3.3306

Abstract

Dendrobium sp. orchids, especially hybrid varieties, are one of the species that can tolerate direct sunlight well. Fertilizing these orchids involves using foliar fertilizers, made from organic or chemical materials, applied through the leaves' stomata. This method involves spraying the fertilizer to provide additional nutrients beyond what the roots absorb. This research aimed to determine the effects of fertilizers on leaf count and plant height. The experiment included two treatments and two replications, with methods such as media sterilization, sample preparation, watering, transplanting, fertilizing, and plant observation. Data were analyzed using one-way ANOVA with a p-value <0.05. Foliar fertilizer was applied to the underside of the leaves between 8-9 AM or 3-4 PM when stomata were open. Spraying was avoided during the rainy season to prevent fertilizer runoff while stomata were closed. Observations revealed that using Grow Quick Leaf Booster (LB) fertilizer at a concentration of 2 ml (diluted with ½ water) promoted longer growth than Gandasil fertilizer at 1 ml (diluted with ½ L of water and 1 tablespoon), which also produced good results and accelerated orchid growth. Gandasil increased plant height, leaf count, leaf diameter, and the number of seedlings, while LB fertilizer primarily enhanced plant height. These findings suggest that while both fertilizers improve growth, Gandasil has a broader range of benefits, including vegetative growth and leaf development, whereas LB is more focused on increasing plant height.
Pelatihan Pembuatan Antibacterial Hand Soap Ekstrak Daun Melinjo Kepada Santri Insan Cita Serang Banten Ismi Farah Syarifah; Hurin Lathifatul Majidah; Bima Oktavianto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.203-208

Abstract

Melinjo leaves as an antibacterial hand soap have never been used. This service activity aimed to provide training in making antibacterial hand soap made from melinjo leaf extract. The method used consisted of three stages, namely partnering with Islamic boarding schools, providing education about the importance of environmental hygiene, and training in making antibacterial hand soap which was attended by students of the Insan Cita Serang (ICT) Islamic boarding school. The service activity ran successfully, which was reflected in the percentage of total participant assessments where the implementation of this activity was rated as 56% "very good" 34% "good" and only 10% rated "fairly good". The usefulness of the activity has a very high score, namely 80% "very good", 18% "good" and 2% "fairly good". Meanwhile, regarding the quality of hand soap, participants emphasized the need for improvement in terms of variations in color and fragrance of the perfume used. This service is expected to provide insight and knowledge to students regarding personal hygiene (washing hands) and skills in making antibacterial hand soap.
Pelatihan Pembuatan Antibacterial Hand Soap Ekstrak Daun Melinjo Kepada Santri Insan Cita Serang Banten Ismi Farah Syarifah; Hurin Lathifatul Majidah; Bima Oktavianto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.203-208

Abstract

Melinjo leaves as an antibacterial hand soap have never been used. This service activity aimed to provide training in making antibacterial hand soap made from melinjo leaf extract. The method used consisted of three stages, namely partnering with Islamic boarding schools, providing education about the importance of environmental hygiene, and training in making antibacterial hand soap which was attended by students of the Insan Cita Serang (ICT) Islamic boarding school. The service activity ran successfully, which was reflected in the percentage of total participant assessments where the implementation of this activity was rated as 56% "very good" 34% "good" and only 10% rated "fairly good". The usefulness of the activity has a very high score, namely 80% "very good", 18% "good" and 2% "fairly good". Meanwhile, regarding the quality of hand soap, participants emphasized the need for improvement in terms of variations in color and fragrance of the perfume used. This service is expected to provide insight and knowledge to students regarding personal hygiene (washing hands) and skills in making antibacterial hand soap.