Tiara Akta Meipia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Outbound Di Tk Al-Ihsan Menggunakan Model Context, Input, Process, Product (CIPP) Waldo Venalosa Harianja; Nazwa Aliya; Tiara Akta Meipia; Hartoti Sitohang; Febe Wahyuni Br. Sihombing; Anita Yus; Siti Khodijah Lubis
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.533

Abstract

Outbound untuk anak usia dini adalah kegiatan pembelajaran di alam terbuka yang Kegiatan ini dilakukan dengan metode experiential learning, yaitu belajar melalui pengalaman langsung. Dalam Perkembangan kognitif anak usia dini dapat meliputi: belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis dan berpikir simbolik. Salah satu kegiatan yang dapat menarik minat anak untuk meningkatkan kemampuan kognitif adalah kegiatan outbound karena kegiatan ini dapat menstimulasi anak untuk memecahkan masalah melalui beragam aktivitas dengan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan outbound dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak pada sekolah Al – Ishan yang berjumlah 20 orang anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan saat penelitian yaitu: observasi, wawancara. Rubrik penilaian yang dsusun sebagai acuan dalam mengukur kemampuan kognitif anak. Hasil observasi awal menunjukkan terdapat 2 orang anak mencapai kriteria ketuntasan (11,76%). Setelah diberikan kegiatan outbound yang beragam kegiatan pada Siklus I mengalami peningkatan terdapat 15 orang anak mencapai kriteria ketuntasan (70,59%), terjadi peningkatan kembali pada Siklus II sehingga ketuntasan kemampuan kognitif anak mencapai kriteria ketuntasan (88,24%) dari 15 orang anak, setelah diberikan kegiatan outbound yang beragam sehingga dapat disimpulkan, bahwa melalui kegiatan outbound menjadi salah satu kegiatan pembelajaran alternatif yang mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak.
Tantangan dan Strategi Komunikasi dalam Meningkatkan Efektivitas Lembaga Organisasi PAUD di TK An- Nijam Setiani Hotnida Rambe; Folin Angel Purba; Tiara Akta Meipia; Rifka Sriwilda Manik; Aman Simaremare; Elya Siska Anggraini
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i3.437

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran yang penting dalam membentuk fondasi pembelajaran anak sejak usia dini,termasuk aspek kognitif,sosial,dan emosional. Komunikasi yang efektif antara staf pengajar, orang tua, dan pihak terkait lainnya adalah kunci dalam mendukung perkembangan anak. Namun, lembaga PAUD sering menghadapi tantangan dalam efektivitasnya, terutama dalam hal komunikasi.Penelitian ini fokus pada TK An- Nizam, sebuah lembaga PAUD, untuk memahami tantangan dan strategi komunikasi dalam meningkatkan efektivitas organisasi. Dalam konteks ini,teori komunikasi organisasi memberikan landasan untuk memahami pentingnya komunikasi yang efektif dalam mencapai tujuan lembaga. Melalui penelitian ini, beberapa tantangan komunikasi telah di identifikasi, termasuk kurangnya pertemuan rutin antara staf pengajar dan orangtua,saluran komunikasi yang terbatas,dan kurangnya pemahaman bersama tentang tujuan sekolah. Tantangan komunikasi internal diantara staf pengajar juga menjadi fokus,bersama dengan kesulitan dalam mengkomunikasikan program dan kebijakan sekolah kepada orang tua.Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi masalah ini,dengan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang terarah, kolaborasi antara staf pengajar dan orang tua, serta pemanfaatan teknologi sebagai solusi potensial. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan komunikasi ini, diharapkan lembaga PAUD dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literature tentang manajemen komunikasi dalam konteks pendidikan anak usia dini,dengan harapan dapat memberikan panduan bagi lembaga PAUD lainnya dalam menghadapi tantangan yang serupa.