Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Menghindari Hoaks di Era Digital: Pengabdian Masyarakat di Desa Botolempangan Murni Murni; Muh. Fitra; Faisal Asri; Muammar Muammar; Khaerullah Khaerullah; Nurfadillah Yusuf; Raidah Intizar Yusuf; Pramudita Budi Rahayu; Sahruddin Malik
Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jsepkm.v2i3.554

Abstract

Di era digital, penyebaran informasi berlangsung sangat cepat melalui media sosial dan internet. Namun, kemudahan tersebut juga menyebabkan maraknya hoaks atau berita palsu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kepanikan di masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara mengenali dan menghindari hoaks. Metode pengabdian masyarkat dilakukan melalui ceramah dan diskusi dengan peserta sosialisasi yang terdiri dari siswa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Al Wasi Bontoa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa hoaks biasanya memiliki judul provokatif, sumber tidak jelas, dan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Cara menghindarinya dapat dilakukan dengan memeriksa sumber informasi, membandingkan berita dari media terpercaya, serta tidak langsung menyebarkan informasi sebelum dipastikan kebenarannya. Dengan meningkatkan literasi digital, siswa  diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan internet.  
Dampak Perbedaan Komunikasi Bahasa antara Suku Bugis dan Konjo (Kajang) dalam Kehidupan Sosial di Kabupaten Bulukumba Reski Awalia; Sahruddin Malik
Journal Proxemics Vol. 2 No. 2 (2025): Proxemics Vol 2 No 2
Publisher : Communication Sciences Study Program, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jprox.v2i2.386

Abstract

Penelitian ini membahas dampak perbedaan komunikasi bahasa antara suku Bugis dan Konjo (Kajang) terhadap kehidupan sosial di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Perbedaan logat, kosakata, dan gaya komunikasi kerap menimbulkan miskomunikasi yang memengaruhi hubungan antarsuku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahasa sering menyebabkan kecanggungan dan jarak sosial, serta munculnya pola komunikasi eksklusif di kalangan masyarakat Konjo yang lebih nyaman menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Meskipun demikian, ditemukan pula faktor pendukung seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung, peran tokoh masyarakat, dan kegiatan sosial bersama yang memperkuat hubungan antarsuku. Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya dapat berjalan efektif apabila disertai kesadaran, keterbukaan, dan kerja sama antarkelompok.
Reskilling and Upskilling Strategies as the Key to Workforce Adaptation in the Era of Automation and AI Masriadi Masriadi; Marhati Marhati; Jumiati Jumiati; Abdul Sahid; Sahruddin Malik
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 4 (2025): PERSPEKTIF October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i4.15910

Abstract

The transformation of the labor landscape driven by automation and artificial intelligence (AI) demands new, relevant, and adaptive skills from the workforce. This study aims to identify contextual and inclusive reskilling and upskilling strategies in rural areas, focusing on Bone Regency, South Sulawesi. Using a qualitative case study approach with in-depth interviews involving training providers, participants, community leaders, and local government agencies, the study finds that strengthening basic digital literacy is a critical foundation for preparing communities to navigate technological transitions. Blended learning models, the use of locally relevant media, and the involvement of community mentors have proven effective in increasing participation and comprehension. However, challenges such as limited digital infrastructure, a shortage of qualified trainers, and low training literacy persist. Multi-stakeholder collaboration among vocational training institutions, village governments, and local businesses emerges as a key strategy to expand training reach and ensure program sustainability. Locally relevant training, such as digital marketing for SMEs and online modules aligned with the national Prakerja program, shows strong potential to create new employment opportunities and enhance community competitiveness. This study recommends strengthening training infrastructure, providing continuous mentoring, and designing community-based policies as essential strategies for successful workforce transformation in the digital era. The findings contribute to Indonesia’s national human resource development agenda by offering evidence-based insights on how localized, collaborative approaches can accelerate workforce adaptation to global technological disruption.
Public Communication Management for Strengthening The Marketing of MSME Products in Makassar City Sahruddin Malik; Abdul Sahid; Andi Amitya Resty Dwiyanti; Syarifa Aeni MR; Irmawati Irmawati
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 4 (2025): PERSPEKTIF October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i4.16191

Abstract

This study investigates public communication governance and its role in supporting the marketing of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Makassar City, focusing on multi-actor collaboration, participation dynamics, and communication effectiveness. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with government officials, MSME actors, supporting communities, and associations. Findings show a shift toward a more collaborative and participatory communication model, where MSMEs, communities, and government actors co-create strategies from planning to evaluation. The use of diverse communication channels—from social media and websites to informal networks—has improved MSMEs’ access to promotional programs, training, and policy information. Responsive feedback mechanisms and active stakeholder participation strengthen program relevance and effectiveness. However, persistent challenges remain, including digital literacy gaps, infrastructure limitations, and preferences for conventional communication. These findings underscore the need for adaptive, inclusive, and multi-layered communication strategies tailored to the diverse characteristics of urban MSMEs. The study recommends strengthening digital literacy, institutionalizing cross-sector collaboration, and conducting regular evaluations to sustain public communication innovations. By highlighting the strategic role of local communication governance, this research contributes to Indonesia’s broader agenda of enhancing MSME competitiveness and advancing an inclusive digital economy.
Sleep Call dalam Konteks Hubungan Jarak Jauh: Studi Fenomenologis Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Universitas Islam Makassar Nur intan Saputri; Nahdiana Nahdiana; Sahruddin Malik
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 8 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v8i1.1839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui “Fenomena Sleep call dalam memeilhara komunikasi interpersonal pada hubungan jarak jauh mahasiswa Univesitas Islam Makassar”, (2) Memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan Sleep Call dalam hubungan jarak jauh.Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 7 orang mahasiswa yang menjalani LDR. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sleep call berperan penting dalam menjaga komunikasi yang sehat dalam hubungan LDR. Praktik ini memperkuat empat aspek utama komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, dan sikap positif. Melalui sleep call, pasangan menjadi lebih terbuka dalam berbagi cerita dan perasaan, menunjukkan kepedulian emosional, memberikan dukungan moral, serta menciptakan suasana positif yang menguatkan ikatan emosional.Informan mengungkapkan bahwa sleep call menjadi waktu yang tepat untuk membicarakan keseharian, mengurangi rasa khawatir, dan menjaga keintiman emosional meski terpisah secara fisik. Meskipun sederhana, sleep call menjadi sarana penting dalam mempertahankan kedekatan psikologis dan komunikasi yang berkualitas dalam hubungan jarak jauh. Kata Kunci : Sleep Call, Komunikasi Interpersonal, Hubungan Jarak Jauh, Mahasiswa, Universitas Islam Makassar