Adi Pratama Putra
Bagian Ilmu Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Keluarga Balita Menggunakan Media Ajar Interaktif, pada Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Adi Pratama Putra; Luh Gede Evayanti; Ni Wayan Diana Ekayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.92-96

Abstract

Banjar Nyawah merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran pelaksanaan program kemitraan masyarakat. Sebanyak lima keluarga balita yang ada di Banjar Nyawah yang menjadi mitra dari program kemitraan ini. Permasalahan prioritas yang mereka tetapkan adalah: 1) mencegah asupan gizi pada anak balita di bawah angka kecukupan gizi (AKG) dan 2) pengetahuan dan keterampilan tentang makanan sehat untuk anak balita masih kurang. Solusi yang diusulkan adalah: 1) pemberian paket gizi dengan protein tinggi, 2) penyuluhan pembuatan makan sehat dari bahan lokal. Kegiatan PKM ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, pemberian bantuan paket gizi, dan evaluasi. Pada awal kegiatan akan dilakukan sosialisasi kepada semua pihak yang terkait untuk menjelaskan maksud dan tujuan PKM, sasaran dan metode kegiatan serta peran dari semua pihak yang terlibat. Selanjutnya akan dilakukan pelatihan penggunaan media interaktif kepada tenaga kesehatan pendamping ibu balita tentang makan sehat sesuai isi piringku, pola asuh dan latihan cara membuat makanan sehat dari bahan pangan lokal untuk anak balita. Setelah itu akan dilakukan pemberian paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang makanan sehat dan gizi, serta berdampak positif dengan bantuan paket gizi untuk enam balita di Kecamatan Kintamani, serta menciptakan perubahan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah tersebut.
Penyuluhan Kesehatan Pentingnya Kelembaban Kulit Terhadap Akne Vulgaris pada Siswa SMKN 1 Kintamani I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan; Adi Pratama Putra P.; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.86-91

Abstract

Akne vulgaris atau AV merupakan penyakit peradangan pada kelenjar sebasea yang terutama diderita oleh usia remaja dan dewasa muda. Kelembaban atau hidrasi kulit, khususnya pada wajah adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme utama dari terjadinya akne vulgaris. Usia remaja adalah usia yang sangat rentan terhadap terjadinya AV. Cuaca panas di Bali, khususnya di daerah Kintamani juga tentunya dapat mempengaruhi kelembaban kulit para remaja. Para remaja perlu mengetahui lebih banyak tentang AV dan juga gangguan kelembaban kulit yang dapat mempengaruhi pendidikan dan juga kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian dengan menargetkan remaja mengenai AV dan kelembaban kulit belum banyak dilakukan di Bali. SMKN 1 Kintamani merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada agribisnis, yang pada tahun ajaran 2022-2023 memiliki total 174 siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 18 Januari 2024 di SMKN 1 Kintamani. Para peserta penyuluhan dikumpulkan pada ruangan yang telah ditentukan dan diberikan leaflet mengenai kesehatan kulit serta snack. Penyuluhhan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kelembaban kulit dan jerawat. Pemberian materi diselingi dengan tanya jawab dan untuk peserta yang bertanya akan diberikan bingkisan berupa buku tulis. Kuisioner diberikan setelah selesai kegiatan. Dari hasil pembagian kuisioner didapatkan dari 131 siswa dari total 150 siswa, menyatakan kegiatan dilaksanakan dengan sangat baik, 19 siswa menyatakan kegiatan sudah baik. Peserta penyuluhan, yaitu siswa-siswi SMKN 1 Kintamani telah berperan aktif dalam kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan berpartisipasi aktif pada saat tanya jawab. Sebagian besar peserta merasa kegiatan ini berlangsung sangat baik berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada akhir sesi.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMKN 1 Kintamani Putu Gde Hari Wangsa; Adi Pratama Putra P; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.155-159

Abstract

Kecamatan Kintamani yang berkembang sebagai kawasan wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap arus informasi yang diterima oleh remaja, termasuk mengenai kesehatan reproduksi. Sayangnya, siswa SMKN 1 Kintamani belum pernah mendapatkan penyuluhan khusus mengenai kesehatan reproduksi meskipun berada pada rentang usia yang rentan terhadap risiko kesehatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi melalui penyuluhan yang bersifat edukatif, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan terstruktur yang mencakup survei kebutuhan awal, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kegiatan, penyuluhan materi melalui metode ceramah dan diskusi, serta evaluasi melalui kuisioner. Penyuluhan disampaikan oleh tim PKM dengan dukungan guru dan OSIS setempat, serta dilengkapi dengan pembagian leaflet dan sesi tanya jawab berhadiah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, 92% menyatakan kegiatan sangat baik, 6,7% menyatakan baik, dan sisanya tidak memberikan respons. Partisipasi siswa sangat tinggi dengan kehadiran 100% dan keterlibatan aktif selama penyuluhan, ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan membentuk lingkungan diskusi yang aman. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatannya. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai strategi preventif jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi, remaja, penyuluhan sekolah
Pemantauan Tumbuh Kembang pada Anak Keluarga Binaan Program Community-Oriented Medical Education Ni Wayan Diana Ekayani; Rima Kusuma Ningrum; Adi Pratama Putra P; Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Austin Widyasari Wijaya; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.1-5

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak masih menjadi prioritas kesehatan sehingga memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Keterlibatan mahasiswa dan dosen pada komunitas merupakan salah satu strategi yang dapat membantu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Berdasarkan survei awal pada mata kuliah Community Oriented Medical Education 1000 Hari Awal Kehidupan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, pengetahuan mahasiswa masih kurang dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang. Demikian juga dengan keluarga binaan yang kurang memahami pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, melakukan pendampingan pada mahasiswa dan keluarga binaan untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan diawali dengan penyegaran mengenai pemeriksaan tumbuh kembang kepada mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa dan dosen melakukan skrining dan edukasi tumbuh kembang kepada keluarga binaan. Keluarga binaan akan dievaluasi selama satu tahun untuk melakukan pemantauan dan stimulasi pada anak. Sepuluh keluarga binaan dipantau dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan semua anak memiliki hasil kurva World Health Organization dan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan yang normal. Walaupun demikian, terdapat satu bayi yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena lahir prematur dengan berat badan lahir rendah akibat ibu mengalami systemic lupus erythematosus. Hasil dalam kegiatan ini menunjukkan pemantauan anak harus terus dilaksanakan. Selain itu, kerjasama dan dukungan orangtua dan orang sekitar perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak.