Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemeriksaan lutut dan sosialisasi mengenai pentingnya kekuatan otot dan fungsional lutut untuk mencegah patellofemoral pain syndrome I Putu Gde Surya Adhitya; Putu Ayu Sita Saraswati; I Dewa Gede Alit Kamayoga; Indah Pramita; Ida Kurniawati; Ni Nyoman Rinda Pravidayanti; Ni Nyoman Ratnaningsih
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p56-65

Abstract

Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) merupakan salah satu keluhan nyeri pada lutut yang sering dialami, terutama pada kelompok usia dewasa dan lansia. Salah satu faktor risiko utama PFPS adalah kelemahan otot dan penurunan fungsional lutut. Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai bagian dari masyarakat yang aktif dalam kegiatan sehari-hari, sangat rentan terhadap kondisi ini. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lutut pada ibu-ibu PKK di Banjar Kalah serta melakukan sosialisasi mengenai pentingnya kekuatan otot dan fungsional lutut dalam mencegah PFPS. Melalui pendekatan edukatif, pengabdian ini memberikan informasi mengenai latihan penguatan otot dan perawatan lutut yang dapat dilakukan secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu-ibu PKK terhadap pentingnya kekuatan otot dan peran fungsional lutut dalam aktivitas sehari-hari. Diharapkan melalui sosialisasi ini, tingkat kejadian PFPS dapat diminimalisir di kalangan ibu-ibu PKK, sehingga mereka dapat tetap aktif dan sehat dalam menjalankan peran mereka di masyarakat.
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar Diah Witari Ni Putu; Sri ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gede Evayanti; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.58-62

Abstract

SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI.
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.114-119

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Sabun Padat Berbahan Aloe Vera Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.111-118

Abstract

Data from the “Badan Pusat Statistik” states that the production of aloe vera plants in Blahbatuh district, Gianyar regency, is 8644 kg with a harvested area of 2200 m2 in 2019. Aloe vera is not only cultivated on agricultural land, but also becomes a yard plant in the Blahbatuh community, especially Central Banjar. This plant has been known to have bioactive content and antioxidant power, so it has economic use value in the fields of pharmaceuticals, beauty and health. However, knowledge and skills about this potential are still very minimal in the people of Central Banjar. Therefore, this PKM program aims to empower the PKK Women's Group of Central Banjar, Blahbatuh Village, Gianyar, through counselling activities on the importance of skin health and counselling on the benefits of aloe vera plants, as well as training in the skill of making solid soap with aloe vera basics. The program implementation method includes optimization activities on how solid soap-making works before the implementation of training, which is followed by counselling, training and practices of making aloe vera solid soap. The evaluation of the success of the PKM program will be assessed based on the pre-test and post-test values as well as the success of making solid soap independently. The results of the implementation of this program show the enthusiasm and active participation of all participants during the activity. The evaluation of comprehension based on pre-test and post-test scores showed that 8 participants experienced an increase in comprehension with an increase in the average value of participants' overall knowledge by 36.4%. As many as 3 out of 10 partners have also succeeded in making solid soap on the first try. Further assistance is still needed to increase the success of soap making and marketing of soap products so that they can become skills that support the local community's economy.
Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Berbahan Baku Lokal dan Pengenalan Aplikasi Primaku pada Kader Posyandu Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Ni Putu Diah Witari; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kintamani masih menjadi daerah penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Bangli, Bali. Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pemahaman tentang pentingnya gizi anak dalam fase pertumbuhan dan perkembangan diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam upaya ini, makanan pendamping berbahan baku lokal telah menjadi fokus strategi untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak. Pemantauan terhadap tumbuh kembang anak juga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak. Salah satu aplikasi pada ponsel pintar yang mendukung adalah aplikasi Primaku. Pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan makanan pendamping berbahan baku lokal dan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan pada kader Posyandu Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Metode pelatihan melibatkan demonstrasi praktis, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipan pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal yang kaya nutrisi, teknik persiapan makanan yang sesuai, informasi tentang nutrisi dan manfaat dari makanan pendamping, serta aplikasi Primaku. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan ibu-ibu mengenai pilihan bahan baku lokal yang tepat dan cara mempersiapkan makanan pendamping yang sesuai. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam menggabungkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan makanan yang bernilai gizi tinggi serta menggunakan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diperkuat oleh umpan balik positif dari para peserta terhadap pendekatan pelatihan yang interaktif dan praktis. Kata kunci: gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembang.
Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Banjar Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.149-154

Abstract

Stunting remains one of the major public health challenges in Indonesia, with long-term impacts on human resource quality. In Banjar Nyawah, five families were identified with toddlers who are either stunted or at risk of stunting. This condition is driven by inadequate nutritional intake far below the Recommended Dietary Allowance (RDA), limited knowledge and skills of mothers in preparing healthy meals, and the families’ low economic status. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve child nutritional status and empower family economies through two main strategies: (1) provision of high-protein nutrition packages, along with education and training on preparing healthy meals using local ingredients; and (2) training on producing packaged loloh kunyit (a traditional turmeric-based herbal drink) as a family income-generating product. The program was implemented in stages through socialization, education, training, distribution of nutrition packages, and evaluation. The educational component focused on the "My Plate" concept, balanced nutritional parenting practices, and hands-on preparation of nutritious toddler meals. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results, which showed an improvement in participants’ knowledge and skills after the program. The results indicate that educational and productive approaches can have a positive impact on improving children's nutritional status and enhancing family economic potential.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMKN 1 Kintamani Putu Gde Hari Wangsa; Adi Pratama Putra P; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.155-159

Abstract

Kecamatan Kintamani yang berkembang sebagai kawasan wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap arus informasi yang diterima oleh remaja, termasuk mengenai kesehatan reproduksi. Sayangnya, siswa SMKN 1 Kintamani belum pernah mendapatkan penyuluhan khusus mengenai kesehatan reproduksi meskipun berada pada rentang usia yang rentan terhadap risiko kesehatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi melalui penyuluhan yang bersifat edukatif, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan terstruktur yang mencakup survei kebutuhan awal, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kegiatan, penyuluhan materi melalui metode ceramah dan diskusi, serta evaluasi melalui kuisioner. Penyuluhan disampaikan oleh tim PKM dengan dukungan guru dan OSIS setempat, serta dilengkapi dengan pembagian leaflet dan sesi tanya jawab berhadiah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, 92% menyatakan kegiatan sangat baik, 6,7% menyatakan baik, dan sisanya tidak memberikan respons. Partisipasi siswa sangat tinggi dengan kehadiran 100% dan keterlibatan aktif selama penyuluhan, ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan membentuk lingkungan diskusi yang aman. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatannya. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai strategi preventif jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi, remaja, penyuluhan sekolah
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Pohon Emosi: Program Edukasi Emosi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Anak di SD Negeri 19 Dangin Puri Denpasar Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Luh Gde Evayanti; Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti; Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka; Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi; Md Ayu Mirah Dewanti; I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.10-16

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak di SDNegeri 19 Dangin Puri, Denpasar, melalui program edukasi emosi. Latar belakang program ini meliputipentingnya pendidikan kesehatan mental yang masih terabaikan di Indonesia, terutama di tingkat pendidikan dasar, akibat stigma negatif dan kurangnya integrasi dalam kurikulum. Kegiatan ini melibatkan siswa SD kelas 1 dan 2 SDN 19 Dangin Puri melalui serangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan emosional, seperti sesi pengenalan emosi, permainan interaktif, dan sesi "Pohon Emosi." Programini dilaksanakan selama dua hari, di mana evaluasi menunjukkan bahwa 100% seluruh siswa berpartisipasi aktif dan merasa nyaman berinteraksi dengan guru serta teman kelasnya. Sebagian besar siswa, 76,47%, merasa bahagia di sekolah, meskipun total sebanyak 29,41% melaporkan merasa stres saat belajar. Hasil ini mencerminkan adanya hubungan yang positif antara siswa dan guru serta menyoroti perlunya perhatian lebih dalam mengatasi stres di kalangan siswa. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program PKM berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang emosi mereka sendiri dan mengembangkan keterampilansosial yang diperlukan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam integrasi pendidikan emosional ke dalam kurikulum sekolah dan mendukung upaya pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam meningkatkan kesehatan mental anak. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi pendidikan kesehatan mental di masa depan.
Co-Authors A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A.Made Semariyani Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi Adi Pratama Putra Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Made Semariyani Anny Eka Pratiwi Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gede Agus Surya Pratama Gede Agus Surya Pratama Gede Wahyu Pratama Wijaya I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani I Gusti Ayu Mahaprani Danastri I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Gde Surya Adhitya I Wayan Sudiarta Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka Indah Pramita Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Md Ayu Mirah Dewanti Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty Wetan Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti Ni Nyoman Ratnaningsih Ni Nyoman Rinda Pravidayanti Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Diana Ekayani Putu Ayu Sita Saraswati Putu Gde Hari Wangsa Sri Ratna Dewi Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit