Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pariwisata Lokal: Evaluasi Efektivitas Wolobobo Ngada Festival 2023 di Kabupaten Ngada I Putu Yoga Bumi Pradana; Rosa Mystika Cabrini Meo; Laurensius Petrus Sayrani; Adriana Fallo; Nadia Sasmita Wijayanti
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 9 No. 1 (2025): Strengthening Local Governance: Innovation, Participation, and Accountability
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v9i1.2325

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas Program Wolobobo Ngada Festival (WNF) 2023 sebagai strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Ngada. Latar belakang penelitian ini adalah adanya program WNF sebagai salah satu strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Ngada. Namun program tersebut belum berhasil meningkatkan jumlah wisatawan domestik pada 2023 dan juga jumlah wisatawan mancanegara yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelum terlaksananya festival. Selain itu, muncul kritik dari sebagian masyarakat di grup Facebook Ngada Bangkit yang menilai WNF hanya sebagai acara seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas program dari Kettner, Moroney, dan Martin (2008), yang mencakup aspek upaya, efisiensi biaya, hasil, efektivitas biaya, dan dampak. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, dokumentasi, dan wawancara dengan 24 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan dana serta rendahnya tingkat partisipasi menyebabkan pelaksanaan WNF 2023 belum efektif dalam mencapai tujuannya sebagai strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Ngada
PENGUATAN KESIAPAN USAHA MIKRO MELALUI KLINIK PEMETAAN PRODUK, LEGALITAS DASAR, DAN RENCANA AKSI DI FAOBATA Made Ngurah Demi Andayana; Umbu Tay W. Pariangu; I Putu Yoga Bumi Pradana; Nadia Sasmita Wijayanti; Nuraini Kusuma Andriyani; Maria Mega Putri Xavier; Intan Bubu; Indrika Amanda Junita Panggur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42071

Abstract

Abstrak: Penguatan usaha mikro di tingkat komunitas memerlukan penguatan hard skills berupa pemetaan produk, legalitas dasar, dan pembukuan mikro serta soft skills berupa pengambilan keputusan dan perencanaan tindakan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kesiapan usaha mikro berbasis potensi lokal pada komunitas sasaran. Kegiatan inti dilaksanakan pada 15 Juli 2026 dengan 25 mitra utama dari unsur masyarakat, pelaku atau rintisan usaha mikro, Pokdarwis, tokoh masyarakat, dan pemuda yang mengikuti rangkaian sampai tahap evaluasi. Transfer pengetahuan dan keterampilan menggunakan metode campuran melalui pelatihan partisipatif, ceramah singkat, diskusi, klinik praktik, simulasi, dan penyusunan rencana aksi 30 hari. Rata-rata skor meningkat dari 89,76 menjadi 94,40. Sebanyak 12 peserta (48%) meningkat, 8 (32%) tetap, dan 5 (20%) menurun; 24 dari 25 peserta (96%) mencapai skor post-test minimal 80. Kegiatan menghasilkan perangkat kerja awal berupa format pemetaan produk, checklist legalitas, contoh buku kas, dan rencana aksi. Hasil menunjukkan penguasaan akhir yang tinggi, sementara evaluasi lanjutan perlu menekankan kualitas produk kerja dan adopsi praktik usaha.Abstract: Strengthening community-level microenterprises requires technical hard skills in product mapping, basic business legality, and micro-bookkeeping, alongside soft skills in business decision-making and action planning. This community service program aimed to strengthen microenterprise readiness based on local potential within the target community. The core activity was conducted on 15 July 2026 with 25 main partners who completed the program through the evaluation stage. Knowledge and skill transfer used a mixed method combining participatory training, short lectures, discussion, practical clinics, simulation, and a 30-day action plan. The mean score increased from 89.76 to 94.40. Twelve participants (48%) improved, eight (32%) remained unchanged, and five (20%) decreased; 24 of 25 participants (96%) achieved a post-test score of at least 80. The program produced initial working tools consisting of a product-mapping format, legality checklist, cashbook example, and action-plan template. The results indicate high final mastery, while follow-up evaluation should emphasize the quality of practical outputs and adoption of business practices.