Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERCERITA DAN BERNYANYI BAGI GURU TK PENDIDIKAN NAZHIRUL ASROFI Puji Hariati; Purwarno Purwarno; Nurmayana Nurmayana; Derlini Derlini; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2391

Abstract

Abstract: The aim of this service is to improve English for Nazhirul Asrofi Educational Foundation Kindergarten students. In reality, learning English is not an easy thing for kindergarten students. This is caused by several problems, including a lack of creativity as a teacher in implementing learning methods for kindergarten students. Many kindergarten students feel bored when learning English, so the author carries out Community Service, in order to help teachers at the Nazhirul Asrofi Educational Foundation Kindergarten by using different methods in teaching English, namely by telling stories and singing. With this training, the participants understand what all students experience in learning English, therefore all participants use learning media that is adapted to the method being taught and practice how to teach English using this method. Keyword: Sing a Song Method; English; Kindergarten Learning.  Abstrak: Tujuan akhir dari Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan Bahasa Inggris bagi siswa TK Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi. Kenyataannya, Belajar Bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah bagi siswa TK. Hal ini disebabkan dari beberapa masalah, diantaranya karena kurangnya kreatifitas seorang guru dalam mengimplementasikan metode belajar bagi siswa TK. Banyak siswa TK merasa bosan Ketika belajar Bahasa Inggris, maka penulis meleksanakan Pengabdian kepada Masyarakat, guna untuk membantu guru di TK Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi dengan menggunakan metode yang berbeda dalam mengajarkan Bahasa Inggris, yaitu dengan cara metode bercerita dan bernyanyi. Dengan pelatihan ini para peserta paham yang dialami oleh seluruh siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, oleh karena itu semua peserta menggunakan media pembelajaran bercerita dan bernyanyi yang disesuaikan dengan metode yang diajarkan agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik. Kata kunci: Metode Sing a Song; Bahasa Inggris; Pembelajaran di TK
MOBILE APPS: THE DUAL IMPACT ON EFL VOCABULARY MASTERY AND LEARNER AUTONOMY Nurmayana Nurmayana; Linda Astuti Rangkuti; Nurhalimah Nurhalimah
Journal of English Teaching, Applied Linguistics and Literatures (JETALL) Vol 8, No 3 (2025): JETALL VOLUME 8 NUMBER 3 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jetall.v8i3.24639

Abstract

Learner autonomy is a critical yet underdeveloped skill among Indonesian EFL students, who often exhibit a high dependence on teachers, particularly in vocabulary acquisition. This study addresses this gap by investigating the extent to which self-directed learning via mobile applications enhances both vocabulary mastery and learner autonomy. A mixed-methods design was employed, involving 20 undergraduate English education students who engaged in a three-week self-regulated vocabulary program using Quizlet and Duolingo. Data were collected via pre- and post-tests, an autonomy questionnaire, and semi-structured interviews.Quantitatively, the results demonstrated a significant improvement in vocabulary mastery (mean score rise from 56.3 to 72.5; $p < 0.01$). Notably, the strongest gains were observed in the contextual application of words, suggesting deeper processing facilitated by the mobile tools. The autonomy questionnaire further indicated substantial positive changes, with the overall mean score increasing from 3.1 to 3.9 on a five-point scale. The most pronounced growth was found in the sub-constructs of self-monitoring (3.0 to 4.0) and persistence (3.3 to 4.1). Supporting these numerical findings, interview data revealed that students highly valued the gamified motivation and the flexibility of learning, which fostered a sense of ownership. Challenges reported primarily related to internet instability and distractions.The study concludes that the systematic integration of mobile applications effectively enhances vocabulary acquisition while simultaneously cultivating key aspects of learner autonomy. These findings underscore the imperative for EFL educators to utilize mobile technology as a core resource for developing independent, self-regulated language learners.. 
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI KALANGAN SISWA SMA MELALUI DISKUSI DAN DEBAT Puji Hariati; Nurmayana Nurmayana; Purwarno Purwarno; Purwanto Siwi; Sri Handayani; Nurhalimah Nurhalimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43777

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode diskusi dan debat dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di kalangan siswa SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi. Dalam konteks globalisasi, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangat penting bagi siswa untuk berkompetisi di dunia internasional. Namun, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam berbicara dengan lancar dan percaya diri. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplementasikan metode diskusi dan debat sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Pengabdian ini menggunakan pendekatan mixed methods, dengan kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi yang terlibat dalam kegiatan diskusi dan debat. Data dikumpulkan melalui tes berbicara yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, kuesioner untuk mengukur persepsi siswa, serta wawancara dan observasi untuk menggali pengalaman siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara siswa, baik dari segi kelancaran, penguasaan kosakata, maupun pengucapan. Berdasarkan temuan dari kuesioner dan wawancara, siswa juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa diskusi dan debat dapat menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa, dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun argumen dan berbicara secara terstruktur. Oleh karena itu, disarankan agar metode ini diterapkan secara rutin dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi dan sekolah-sekolah lainnya untuk memaksimalkan potensi siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
PENDAMPINGAN GURU MAS AMALIYAH SUNGGAL DALAM UJIAN BERBASIS SMARTPHONE Balqis Wandira; Nurhalimah Nurhalimah; Nurmayana Nurmayana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61256

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2026 dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan guru MAS Amaliyah Sunggal dalam menggunakan smartphone sebagai media pendukung ujian digital. Kegiatan ini penting dilakukan karena madrasah membutuhkan kesiapan guru untuk membimbing siswa agar mampu mengikuti ujian digital secara tertib, efektif, aman, dan bertanggung jawab, sehingga pelaksanaan ujian tidak lagi bergantung pada kertas. Metode kegiatan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi ipteks, serta advokasi dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 31 orang guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, simulasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 53,0% pada pre-test menjadi 89,6% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 36,6 poin persentase. Guru juga mampu melakukan simulasi penggunaan smartphone untuk membuka tautan ujian, mengisi identitas, menginput jawaban, dan memastikan jawaban terkirim. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan mampu meningkatkan kesiapan guru dalam mendukung ujian digital berbasis smartphone serta mendorong transformasi evaluasi pembelajaran dari sistem berbasis kertas menuju sistem digital.
Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris Guru PAUD melalui Workshop Microteaching Berbasis Storytelling Nurmayana Nurmayana; Margaret Stevani; Nurhalimah Nurhalimah; Linda Astuti Rangkuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1697

Abstract

This study aims to improve early childhood education (ECE) teachers' competence in teaching English through a storytelling-based workshop and microteaching. The activity was conducted at PAUD Terpadu Princess, Rokan Hilir, involving five teachers. The methods included delivering Teaching English to Young Learners (TEYL) materials, developing theme-based lesson plans (RPPH), and teaching practice. Data were collected via pre-tests, post-tests, observations, and perception questionnaires. Results showed a significant increase in teachers' cognitive abilities, with the average score rising from 53.0 to 87.0 (gain score +34). Microteaching assessments averaged 17.2 (Good category), with storytelling techniques being the strongest aspect. The perception questionnaire scored 4.5 (Very Good), indicating the training was beneficial and relevant. In conclusion, hands-on practice and guided feedback are effective in enhancing pedagogical skills for teaching English. This program is recommended for regional replication and sustainable development.
Pembelajaran Matematika SD Berbasis Eco-Friendly Unplugged Coding Terintegrasi AI untuk Problem-Solving dan Computational Thinking Sri Handayani; Fider Lumbanbatu; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i2.16600

Abstract

Mathematics learning in elementary schools still faces challenges in simultaneously developing students' problem-solving and computational thinking skills, especially in schools with limited digital devices. This study aims to analyze the effect of elementary school mathematics learning based on eco-friendly unplugged coding integrated with Artificial Intelligence on students' problem-solving and computational thinking. The study used a quantitative approach with an explanatory survey design. Data were collected through questionnaires from 120 public elementary school students in Lubuk Pakam, then analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling with SmartPLS software. The evaluation model included testing convergent validity, discriminant validity, construct reliability, coefficient of determination, and hypothesis testing through bootstrapping. The results showed that elementary school mathematics learning had a positive and significant effect on computational thinking with a path coefficient of 0.649, a t-statistic of 11.630, and a P value of 0.000. A positive and significant effect was also found on problem-solving, with a path coefficient of 0.623, a t-statistic of 10.527, and a P value of 0.000. These findings indicate that the integration of unplugged coding activities, an environmentally friendly context, and AI support can encourage problem decomposition, pattern recognition, algorithm development, debugging, and systematic mathematical problem solving. The research implications confirm that this model can be an innovative and inclusive learning alternative for elementary schools. Further research is recommended using experimental designs, control groups, larger samples, and testing the contribution of each learning component separately.