Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Interactive Web Geographic Information System Mapping Fire Prone Areas Using Dijkstra Algorithm: Pemetaan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Interaktif Lokasi Rawan Kebakaran Menggunakan Algoritma Dijkstra Moningkey, Efraim R. S.; Ratu, Regina Gloria; Santa, Kristofel
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1865

Abstract

General Background: Fire disasters pose serious risks to public safety, material assets, and environmental sustainability, requiring rapid access to accurate spatial information. Specific Background: In Minahasa Regency, fire-prone area mapping and fire-fighting resource records are still managed manually, limiting information dissemination and slowing emergency response. Knowledge Gap: Existing practices lack an integrated web-based GIS that combines spatial visualization with shortest route analysis for operational fire management. Aims: This study aims to design and develop an interactive web-based Geographic Information System to map fire-prone areas, fire station locations, and water sources while providing shortest route recommendations using the Dijkstra Algorithm. Results: The system was developed using the Waterfall model with PHP, MySQL, and Leaflet.js, and black box testing confirmed that spatial data management, interactive visualization, administrative boundary filtering, and shortest route calculations operated as intended. Novelty: The research introduces the integration of fire-prone area mapping, fire-fighting resource management, and Dijkstra-based route analysis supported by OSRM within a single web GIS platform for Minahasa Regency. Implications: The developed system supports faster spatial information access and decision-making in fire management by providing route and water source recommendations through an interactive GIS interface. Highlights• Manual fire mapping processes were replaced by a centralized web-based GIS platform• Shortest route calculations were generated through integrated Dijkstra and OSRM services• Spatial visualization supported administrative filtering and emergency decision support KeywordsGeographic Information System; Fire Prone Areas; Dijkstra Algorithm; Spatial Mapping; Shortest Route
Penerapan Algoritma Naive Bayes pada Arsip Surat Kantor Kecamatan Motoling Barat Frendy Rikal Gerung; Glenn Paulus Maramis; Efraim Ronald Stefanus Moningkey
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14786

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan arsip menjadi kebutuhan di instansi pemerintahan, termasuk Kantor Kecamatan Motoling Barat, akibat keterbatasan sistem manual yang berisiko terhadap efisiensi, akurasi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem klasifikasi surat masuk yang menggunakan teknik text mining yang berbasis pada algoritma Naïve Bayes untuk otomatisasi proses pengarsipan. Metodologi pengembangan sistem menggunakan kerangka kerja Extreme Programming (XP), dengan penerapan teknologi React JS untuk antarmuka pengguna, Django sebagai backend, dan MySQL untuk manajemen basis data. Model klasifikasi dilatih dengan 219 data surat masuk yang telah melalui tahap preprocessing dan tokenisasi menggunakan TF-IDF. Dari rangkaian pengujian yang dilakukan, model berhasil mencatat akurasi sebesar 74,4%, meski terlihat fluktuasi nilai presisi dan recall pada tiap kategori surat. Kategori 'Surat Keputusan' menunjukkan presisi tinggi namun recall rendah, sedangkan 'Surat Edaran' memiliki presisi terendah. Selain itu, pengujian sistem secara keseluruhan melalui metode black-box membuktikan bahwa seluruh fitur utama seperti login, manajemen surat, klasifikasi otomatis, dan pengelolaan pengguna berfungsi dengan baik. Sistem yang dikembangkan dinilai responsif, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan algoritma Naïve Bayes dalam sistem informasi arsip digital memiliki potensi besar dalam mendukung reformasi birokrasi dan transformasi digital di sektor publik. Ke depan, pengembangan lebih lanjut disarankan dengan perluasan dataset dan eksplorasi metode klasifikasi lain seperti SVM atau ensemble learning.
Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System dengan Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Sandra Keren Lumanauw; Glenn D. P. Maramis; Efraim R. S. Moningkey
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14790

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow adalah daerah otonom di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai suatu daerah otonom dengan luas wilayah yang cukup besar tentu dibarengi pula dengan masyarakat yang banyak, dan tentu tidak dapat dihindari pula ada banyak masalah dan pelanggaran yang mungkin saja terjadi dalam proses pemerintahannya. Agar pemerintah daerah dapat dengan mudah menindak pelanggaran dan masalah yang terjadi tentu memerlukan pula partisipasi dari masyarakat, dan salah satu peran masyarakat adalah melaporkan dan mengadukan apa saja yang kiranya menjadi permasalahan atau ketika melihat adanya pelanggaran yang terjadi. Umumnya masyarakat masih secara manual untuk melaporkan dan mengadukan keperluan mereka yaitu datang ke Inspektorat Daerah atau kepada aparat yang berwenang, namun cara ini kurang efektif karena memakan waktu dan kurang transparan. Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System pun dikembangkan dalam usaha untuk mempermudah baik masyarakat untuk melapor dan pemerintah untuk menindak, dan dengan keberadaan sistem yang transparan ini tentu diharapkan meningkatkan akuntabilitas pemerintah yang diharapkan akan semakin mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow. Sistem yang telah dikembangkan diuji dengan acceptance criteria yang dirancang untuk menguji apakah sistem telah sesuai kriteria kesuksesan yang ditetapkan dan menggunakan blackbox testing untuk menguji fungsionalitas sistem. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan SDLC prototype dan menggunakan framework Laravel dalam pengkodeannya.
Forecasting Harga Kebutuhan Pokok dengan Pemodelan Autoregressive Integrated Moving Average pada Kabupaten Minahasa Selatan Meisela Renata Ondang; Efraim R. S. Moningkey; Glenn D. P. Maramis
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14899

Abstract

Harga bahan pokok yang tentunya berpengaruh pada nilai inflasi. Di dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan masih kesulitan memberikan informasi harga bahan pokok. Di era teknologi yang semakin berkembang ini memudahkan kita untuk mengakses sistem informasi kapan saja.  Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga barang kebutuhan pokok di Kabupaten Minahasa Selatan dengan mengaplikasikan model ARIMA sebagai solusi untuk mengatasi ketidakstabilan harga yang berdampak negatif bagi masyarakat dan pedagang. Populasi penelitian merupakan data harga barang kebutuhan pokok yang dipantau oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan selama periode tahun 2021 hingga 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memilih data harga bahan pokok seperti cabai, bawang merah, beras, yang mengalami fluktuasi harga signifikan selama periode tersebut. Metode yang digunakan adalah pemodelan deret waktu (time series) dengan pendekatan ARIMA, yang efektif untuk peramalan jangka pendek dan mampu memberikan prediksi harga yang lebih akurat, cepat, serta efisien. Temuan utama penelitian mengindikasikan adanya fluktuasi harga dalam jangka pendek yang dapat diprediksi secara baik menggunakan model ARIMA sehingga dapat membantu Dinas Perdagangan dalam menyediakan informasi harga yang real-time dan relevan kepada masyarakat. Untuk bahan pokok cabai dengan model ARIMA (0, 1, 0), bahan pokok beras model ARIMA (2, 1, 3), untuk bahan pokok bawang merah model ARIMA (0, 1, 0) dengan nilai MAE, RMSE rendah. Kesimpulannya, penerapan teknologi berbasis website dengan pemodelan ARIMA tidak hanya mempermudah pemantauan dan analisis harga kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih baik untuk mengantisipasi inflasi serta meminimalisir kerugian ekonomi bagi pedagang dan konsumen di Kabupaten Minahasa Selatan
Perancangan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Internet of Things di Prodi Teknik Informatika Grace Junita Wuysang; Efraim R. S. Moningkey; Sondy C. Kumajas
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 4 (2025): Volume 9 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i4.15423

Abstract

Kebersihan lingkungan merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana yang sehat, nyaman, dan indah dipandang. Namun, masih banyak ditemukan permasalahan sampah yang berserakan di jalan, lingkungan rumah, maupun taman kota. Kondisi ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Tempat sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit akibat kontaminasi mikroorganisme patogen, genangan air, serta keberadaan hewan perantara seperti tikus. Untuk itu, diperlukan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun tempat sampah otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode prototipe. Sistem ini menggunakan Wemos D1 Mini ESP8266 sebagai mikrokontroler yang mengolah data dari sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak, serta motor servo sebagai penggerak penutup sampah otomatis. Informasi ditampilkan melalui LCD, sedangkan Dfplayer mini digunakan untuk menambahkan format suara sebagai pemberi informasi atau notifikasi. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui penggunaan teknologi yang praktis dan modern.
Support Vector Machine Algorithm for Classifying Public Satisfaction Index: Algoritma Mesin Vektor Dukungan untuk Klasifikasi Indeks Kepuasan Publik Efraim Ronald Stefanus Moningkey; Della Deviani Harisondak; Kristofel Santa
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12697

Abstract

General Background: Evaluating public satisfaction with government services is vital to ensuring transparency and continuous improvement in public administration. Specific Background: At the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Minahasa Regency, satisfaction assessment has been limited by manual data processing and a lack of integrated systems, leading to inefficiencies in monitoring and classification. Knowledge Gap: Existing approaches to measuring the Public Satisfaction Index (IKM) have not effectively utilized machine learning to automate classification and provide real-time recommendations. Aims: This study aims to implement the Support Vector Machine (SVM) algorithm to classify public satisfaction levels and support service evaluation at DPMPTSP Minahasa. Results: Using 182 testing datasets, the system successfully categorized satisfaction into four levels—very satisfied, satisfied, less satisfied, and dissatisfied—with the majority of respondents classified as satisfied. The developed web-based system also provided actionable recommendations for each satisfaction level. Novelty: This study presents an integrated and automated framework that applies SVM to the public service domain, enabling efficient, accurate, and real-time evaluation. Implications: The findings demonstrate that machine learning can enhance public service management by facilitating data-driven decision-making and promoting service quality improvements. Highlight : The SVM algorithm effectively classifies public satisfaction levels into four categories. The web-based system improves efficiency and accuracy in service evaluation. Recommendations from the system support continuous service quality improvement. Keywords : Public Satisfaction Index, Support Vector Machine, Classification, Service Quality, DPMPTSP Minahasa
Spatial Clustering Of Tourism Investment Potential In Tomohon City: Klasterisasi Spasial Potensi Investasi Pariwisata Kota Tomohon Efraim R. S. Moningkey; Nelsi Timang; Kristofel Santa
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13038

Abstract

General Background: Tourism represents a strategic driver of regional economic development that requires spatially grounded analytical approaches to support investment planning. Specific Background: Tomohon City, a volcanic tourism area in North Sulawesi, contributes substantially to regional economic output but experiences uneven spatial distribution of tourism investment due to accessibility and infrastructural variation. Knowledge Gap: Tourism investment planning in Tomohon has not previously integrated spatial clustering analysis with interactive geovisualization to classify investment potential systematically. Aims: This study aims to analyze and visualize tourism investment potential in Tomohon City using K-Means spatial clustering integrated into a WebGIS platform. Results: Based on 500 tourism sites and indicators including accessibility, visitor volume, supporting facilities, and estimated return on investment, three clusters were identified: high potential areas covering 28% of the region with ROI of 25–35%, medium potential areas covering 52% with ROI of 15–25%, and low potential areas covering 20% with ROI of 5–15%. Novelty: This research introduces an integrated spatial model combining K-Means clustering and WebGIS visualization for tourism investment assessment in a volcanic urban setting. Implications: The results provide a replicable spatial decision-support framework for tourism investment planning aligned with sustainable development objectives. Highlights • Tourism sites are spatially grouped into three investment potential categories• Central urban areas dominate high-return tourism zones• Web-based mapping supports structured spatial decision-making Keywords Spatial Analysis; Tourism Investment; WebGIS; K-Means Clustering; Tomohon City
Implementasi Algoritma Dijkstra Untuk Menentukan Rute Terpendek Perjalanan Wisata Di Kabupaten Muna Sanusi, Rahmat Hidayat; Kenap, Audy A.; Moningkey, Efraim R. S.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Dijkstra dalam menentukan rute terpendek perjalanan wisata di Kabupaten Muna serta membangun sistem berbasis web yang mampu menampilkan visualisasi rute secara interaktif. Kabupaten Muna memiliki banyak destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah sehingga wisatawan sering mengalami kesulitan dalam menentukan jalur perjalanan yang efisien. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu pengguna menemukan rute terpendek agar perjalanan menjadi lebih efektif, hemat waktu, dan biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan perangkat lunak Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan sistem. Data penelitian berupa koordinat lokasi wisata dan jarak antar lokasi diperoleh melalui observasi, Google Maps, serta data dari instansi terkait. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter 4, database MySQL, serta Leaflet.js untuk visualisasi peta, sedangkan perhitungan rute dilakukan menggunakan algoritma Dijkstra pada graf berbobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Dijkstra mampu menentukan rute terpendek dari titik awal Kota Raha menuju berbagai destinasi wisata dengan akurat. Sistem yang dihasilkan dapat menampilkan jalur perjalanan pada peta digital serta memberikan informasi jarak tempuh secara otomatis. Dengan adanya sistem ini, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien, sedangkan pemerintah daerah dapat memanfaatkannya sebagai media pendukung pengembangan pariwisata berbasis teknologi di Kabupaten Muna.
Implementation of Industrial Work Practice Model to Improve Student Competence at State Vocational School 1 Tombariri Lordy Frangky Karel; Efraim R. S. Moningkey; Glenn D.P Maramis; Parabelem Tinno Dolf Rompas
International Journal of Information Technology and Education Vol. 5 No. 2S (2026): Special Issue, April 2026
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of industrial work practice (prakerin) in terms of: 1) context, which includes the objectives of the prakerin program, cooperation between DU/DI and schools based on the MoU, and the expectation that the implementation of prakerin is in accordance with the implementative curriculum; 2) input, which includes the readiness of participants, schools, and DU/DI in implementing prakerin, the absorption of provision materials from schools and DU/DI, and the realization of the implementation of the implementative curriculum; 3) process, which includes student monitoring and guidance, student involvement/participation, student cooperation and problem-solving skills; 4) product, which includes the improvement and mastery of competencies and certification of students after the implementation of prakerin. This study is an evaluation study with a quantitative descriptive approach. The evaluation model used is the CIPP (Context, Input, Process, Product) model evaluation developed by Stufflebeam. Respondents in this study consisted of a vice principal for public relations/head of the industrial work experience working group, 18 supervising teachers, 18 industrial supervisors from Minahasa Regency, Tomohon City, Manado City and 110 students participating in the industrial work experience in 2025. Data were collected through questionnaires, observations, interviews and documentation and analyzed descriptively. The results of the study showed that: (1) the context of implementing industrial work experience at SMK Negeri 1 Tombariri was appropriate, with an achievement percentage of 72.67% for student respondents, 48.06% for supervising teachers, and 46.17% for industrial work experience supervisors, however, in planning, compiling, and synchronizing competencies, it is necessary to involve industrial work experience elements, and the development of industrial work experience cooperation through an MoU has not been realized properly; (2) The input for the implementation of the internship has been appropriate, with an achievement percentage of 64.71% for student respondents, 47.89% for supervising teachers, and 45.39% for DU/DI mentors, but still requires participant readiness in terms of competency where the obstacles faced by students are more related to competency mastery and insufficient work readiness, therefore maximizing the time and material for provision is very necessary; (3) The process of implementing the internship has been appropriate, with an achievement percentage of 84.3% for student respondents, 74.39% for supervising teachers, and 72.22% for DU/DI mentors, but the less than optimal role and responsibility of the mentors causes communication regarding the development of student competencies to be less monitored; (4) The product of the implementation of the internship has been appropriate with an achievement percentage of 47.17% for student respondents, 31.17% for supervising teachers, and 28.72% for DU/DI mentors, this is shown by the changes that have occurred in students in terms of attitude, responsibility and increased competency.
Implementasi Rule-Based Classification Untuk Klasifikasi Penggunaan Lahan Berbasis WebGIS Dinda Asfiani Modeong; Efraim R.S Moningkey
SemanTIK : Teknik Informasi Vol. 11 No. 2 (2025): SemanTIK : Teknik Informasi
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v11i2.242

Abstract

Perkembangan perkotaan yang cepat di Kota Tomohon telah menimbulkan tantangan dalam pemantauan penggunaan lahan yang efektif, yang masih dilakukan secara manual dan kurang terintegrasi. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi WebGIS yang menerapkan metode Klasifikasi Berbasis Aturan (Rule-Based Classification) untuk klasifikasi penggunaan lahan secara otomatis di beberapa kecamatan di Tomohon. Metode ini menjadi inti dari penelitian karena memungkinkan proses klasifikasi berjalan secara transparan, konsisten, dan mudah diinterpretasikan. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan Model Waterfall, yang mencakup fase analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Sistem dikembangkan menggunakan PHP, MySQL, dan CesiumJS untuk visualisasi geospasial interaktif. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box, memastikan bahwa semua fitur termasuk unggah shapefile, klasifikasi otomatis, pemetaan interaktif, dan penyaringan berdasarkan kategori berfungsi sesuai harapan. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi WebGIS mampu mengklasifikasikan penggunaan lahan secara efisien dan menampilkan data spasial interaktif yang dapat diakses oleh pemerintah dan masyarakat. Sistem ini meningkatkan transparansi, akurasi, dan partisipasi publik dalam pemantauan penggunaan lahan, mendukung perencanaan spasial yang lebih cerdas. Rapid urbanization in Tomohon City has raised challenges in effective land use monitoring, which is still performed manually and lacks integration. This study aims to develop a WebGIS application that implements the Rule-Based Classification method for automated land use classification in several sub-districts of Tomohon. This method serves as the core of the study since it enables transparent, consistent, and easily interpretable classification processes. The system development followed the Waterfall model, consisting of analysis, design, implementation, testing, and maintenance phases. Data were collected through observation, interviews, and literature studies. The system was developed using PHP, MySQL, and CesiumJS for interactive geospatial visualization. Testing was conducted using the Black Box method, confirming that all features including shapefile upload, automatic classification, interactive mapping, and category-based filtering worked as expected. Results show that the WebGIS application is capable of classifying land use efficiently and presenting interactive spatial data accessible to both government and the public. The system enhances transparency, accuracy, and public participation in land use monitoring, supporting smarter spatial planning.