Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Bauran Pemasaran Usaha Keripik Singkong “Laziza” Di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Faezal Faezal; Asri Oktiani; Sri Maryanti
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan strategi bauran pemasaran yang diterapkan pada produk keripik singkong Laziza dan kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian in menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mengkaji penerapan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga distribusi dan promosi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Usaha keripik singkong laziza telah menerapkan strategi bauran pemasaran yang cukup baik meskipun terdapat beberapa kendalam dalam pelaksanaanya yang terkait sistem saluran distribusi dan juga promosi produk yang masih mengandalkan personal selling dan juga wordn of mouth. Disarankan penerapan bauran pemasaran yang lebih adaptif dan inovatif untuk meningkatkan saya saing dan mempertahankan kebarlanjutan usaha keripik singkong Laziza.
Model Ekonomi Sirkular Berbasis Limbah Pertanian Melalui Produksi Media Tanam Organik di Desa Sintung Nila Rahayu; Nadia Nuril Ferdaus; Adrianda Anwar; I Gusti Agung Arista Pradnyani; Sri Maryanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14422

Abstract

This community service program aims to strengthen the local economy through the application of a circular economy approach by utilizing agricultural and livestock waste as organic growing media. The program was conducted in Sintung Village, Pringgarata District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara, where agricultural activities generate abundant waste such as cow manure and rice husks that remain underutilized. A participatory-descriptive approach was employed to actively engage farmers, livestock breeders, and local communities throughout the implementation process. The activities included problem identification, socialization of circular economy concepts, hands-on training in producing organic growing media, and continuous assistance to ensure community independence. Data were collected through observation, short interviews, and documentation, and analyzed descriptively to evaluate community participation, knowledge improvement, and potential economic benefits. The results indicate increased community awareness of waste utilization, the successful production of functional organic growing media, and potential reductions in agricultural production costs. Furthermore, the program demonstrates opportunities for developing waste-based products as alternative sources of household income. This community service contributes to sustainable rural economic development by integrating environmental management and economic empowerment at the village level.
Pengembangan Kapasitas Pemuda Desa melalui Pelatihan Dasar Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal di Desa Kopang, Lombok Tengah Yeldy Dwi Genadi; Didy Ika Supryadi; Sri Maryanti; Dewi Rispawati; Himawan Sutanto
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2594

Abstract

Pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal merupakan strategi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemuda Desa Kopang, Lombok Tengah, melalui pelatihan dasar kewirausahaan yang aplikatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi lokal, penyusunan modul pelatihan, pelatihan kewirausahaan berbasis praktik, pendampingan usaha, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 25 pemuda desa terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kewirausahaan sebesar 65%, khususnya pada aspek perencanaan usaha, inovasi produk, dan pemasaran digital. Kegiatan ini juga menghasilkan tiga kelompok usaha baru, yaitu Kopang Food Innovation, Kreatif Bambu Kopang, dan Herbal Kopang Natural, yang berhasil mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal dengan nilai tambah ekonomi. Pembentukan Forum Pemuda Wirausaha Kopang (FPWK) menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan, kemandirian ekonomi, serta kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Hasil program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di desa lain, guna mendukung pencapaian pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah perdesaan.