Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan antara Kurang Energi Kronik dengan Siklus Menstruasi Eka Nurhasanah; Diding Kelana Setiadi; Ayu Prameswari
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.170

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) hurts young women even into the next phase of life, one of which is hormonal imbalance which can affect the menstrual cycle. Riskesdas data show that women aged 15-19 years are in first place with the highest proportion of KEK. This study aims to identify the relationship between CED and the menstrual cycle among female students at SMKN 2 Sumedang. The methodology applied is a quantitative approach with a correlational survey design with a descriptive retrospective approach. The research sample included 178 female students who were identified as having CED using total sampling. Data was collected through a menstrual cycles questionnaire which was proven to be valid (r count > r table) and reliable (P = 0.720), while CED was measured using a LILA measuring tape. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square test for non-parametric nominal data. The results of the analysis show that there is a significant correlation between CED and the menstrual cycle where the p-value <0,001. Based on the findings, it can be concluded that there is a relationship between CED and the menstrual cycle of female students at SMKN 2 Sumedang, this shows the importance of maintaining nutritional balance as a preventive measure for CED and the impacts it can cause.
LITERATURE REVIEW : PENGARUH DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI : LITERATURE REVIEW: THE EFFECT OF KATUK LEAVES ON BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS Rizka Salsabila; Oky Ashari; Heraz Nur Azizah; Fadhly Amanullah; Salma Fajrian Agustin; Difa Nafisya Rizki; Heri Ridwan; Diding Kelana Setiadi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 01 (2024): Vol. 12 No.1 , Januari 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i1.512

Abstract

Pendahuluan. WHO memperkirakan terdapat 46.280 juta bayi baru lahir pada tahun 2020 dari jumlah tersebut, hanya 32,8% yang mendapat ASI dengan benar, dan 12,5% tidak menerima ASI yang menyebabkan tingginya kasus bayi yang mengalami sakit-kematian dan ketersediaan ASI seorang ibu termasuk faktor penyebab kegagalan pemberian ASI. Terdapat berbagai jenis tanaman tradisional yang digunakan pada seorang ibu menyusui sebagai upaya untuk meningkatkan kelancaran ASI, salah satunya yaitu dengan pemberian daun katuk atau Sauropus Androgynus. Tujuan. Penelitian ini bertujuan guna membuktikan apakah terdapat pengaruh ketika seorang mengkonsumsi ekstrak daun katuk dalam peningkatan produksi ASI. Metode. Penelitian ini menggunakan metodologi SLR (Systematic Lliterature Review) dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta-analyses) melalui empat tahap, yaitu identifikasi, skrining, kelayakan, dan hasil yang diterima dengan data base Google Scholar. Hasil. Hasil menjelaskan bahwa zat alkoholid serta sterol dalam daun katuk dapat meningkatnya sintesis laktosa dengan meningkatnya metabolisme glukosa yang pada akhirnya meningkatkan produksi ASI. Pemanfaatan daun katuk, baik dalam bentuk sayuran, rebusan, atau ekstrak, dapat dianggap menjadi terapi non-farmakologis yang potensial demi meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Pemanfaatan daun katuk sebagai salah satu cara alami dalam upanya meningkatkan kelancaran ASI seorang ibu yang tidak menimbulkan efek samping bagi ibu dan bayi. Kesimpulan. Berdasarkan kepada temuan 5 jurnal ditemukan bahwa daun katuk memiliki pengaruh dalam peningkatan produksi ASI.
EFEKTIVITAS BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) TERHADAP RESPON GLIKEMIK: SISTEMATIK REVIEW: EFFECTIVNESS OF BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA) ON GLICHEMIC RESPONS: SYSTEMATIC REVIEW Nadhira, Raisa; Natasya, Anita; Hendrawati, Anjani; Audyta, Rindi; Octaviani, Tiara; Nurul Aini, Yasinta; Heri Ridwan; Diding Kelana Setiadi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 01 (2024): Vol. 12 No.1 , Januari 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i1.526

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that is globally prevalent and has reached a very high prevalence rate. In 2021, more than 422 million people worldwide will suffer from diabetes. Various databases have reported that one of the ornamental plants, namely the butterfly pea flower (Clitoria Ternatea), has quite a hypoglycemic effect. Purpose: The aim of this systematic research is to help in understanding the potential of butterfly pea flowers as an antidiabetic agent. Methods: The research method we used in this systematic review search was the PRISMA method. This article searches literature sources in Pubmed and Google Scholar databases from 2013 to 2023 using appropriate inclusion criteria. Clitoria Ternatea has excellent anti-diabetic properties. Result: In vitro analysis showed that water extract of butterfly pea flower (Clitoria Ternatea), ethanol extract, and protein extract effectively inhibited the α-amylase enzyme, hemoglobin glycosylation, and AGE formation. They also show increased glucose absorption. Conclusion: This explains that CTE can suppress postprandial glucose and insulin responses induced by sucrose through inhibiting intestinal sucrose. It can be concluded that butterfly pea flowers (Clitoria Ternatea) are effective against glycemic responses in the body.
EFEKTIVITAS DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN : LITERATURE REVIEW: THE EFFECTIVENESS OF BASIL LEAVES (OCIMUM BASILLICUM L) AS AN ANTIOXIDANT : LITERATURE REVIEW Egi Andrian Mulyana; Fitriah Andriyani Ramadan; Linda Febriana; Raffila Syifaun Niam; Regina Aulia Sa’diah; Heri Ridwan; Diding Kelana Setiadi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 01 (2024): Vol. 12 No.1 , Januari 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i1.542

Abstract

Pendahuluan Kulit kering termasuk dalam sepuluh penyakit paling banyak terjadi di Indonesia. Kulit kering bisa diatasi dengan meggunakan pelembab atau body lotion. Kemangi (Ocimum Basiliticum L) merupakan salah satu tammanan yang mengandung antioksidan. Tanaman kemangi mempunyai nilai antioksidan yang kuat yaitu IC50 sebesar 52,68 ppm. Antioksidan mempunyain banyak manfaat salah satunya yaitu mencegah kulit kering dan munculnya penuaan pada kulit. Kandungan kimia yang ada dalam tamanan kemangi yaitu: flafonoid, tanin, saponin, triterpenoid, pentosa, asa, heksauronat, asam metil homoanisat, xilosa, asam ursolat dan molludisstin Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan antioksidan pada daun kemangi yang bisa dimanfaaatkan untuk melembabkan kulit. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari jurnal nasional menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta-analyses) dengan menggunakan empat tahapan pencarian literatur seperti identifikasi, penyaringan/skrining, kelayakan dan hasil yang akan diterima Hasil kombinasi gel ekstrak daun kemangi dan ekstrak total menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sebagai pembanding nilai IC50 berada pada kirasan 4,75 ppm yang memiliki antioksidan sangat kuat. Kesimpulan kemangi memiliki banyak senyawa metabilit dan termasuk tanaman yang mudah ditemukan, dan terbukti memiliki kandungan antioksidan yang kuat. Kata kunci: Daun Kemangi, Antioksidan
The Correlation Of Smartphone Addiction And Interpersonal Communication Ability Of Undergraduate Nursing Students Anggraini, Puspa Dewi; Diding Kelana Setiadi; Rafika Rosyda
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v6i2.2119

Abstract

The existence of smartphones has brought both positive and negative impacts on human life. Unwise use of smartphones can lead to addiction, which affects communication. Establishing good relationships to prevent social alienation in interpersonal communication is important. This study aims to determine the relationship between smartphone addiction and the interpersonal communication skills of undergraduate nursing students and to determine the level of addiction and interpersonal communication skills at each level. The method used is correlational with a cross-sectional approach. The population consists of 464 undergraduate nursing students at the UPI Sumedang Campus with a sample of 215 students, using a stratified random sampling technique. This study uses a questionnaire instrument. Correlation data analysis uses Spearman's rank. The results of the study are that both variables are in the moderate category at each semester level, and the results of the correlation test with a p-value <0.001 (<0.005) have a significant relationship with a correlation coefficient of r -0.224, meaning the strength of the relationship is weak. The negative correlation value means that the higher the smartphone addiction, the lower the interpersonal communication skills. The conclusion of this study is that there is a relationship between smartphone addiction and the interpersonal communication skills of undergraduate nursing students. The level of addiction and interpersonal communication skills of all respondents were in the moderate category. It is recommended for students to use smartphones moderately and more wisely to avoid negative impacts.
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS TANJUNGSARI Yasinta Nurul Aini; Diding Kelana Setiadi; Rosyda, Rafika
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i2.851

Abstract

Rendahnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Puskesmas Tanjungsari pada triwulan pertama tahun 2024 menunjukkan skor 74,59, yang masuk kategori C dan berada di bawah rata-rata IKM kabupaten. Komunikasi efektif, yang meliputi unsur respect, empathy, audible, clarity, dan humble, dianggap berperan penting dalam meningkatkan persepsi pasien terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi efektif tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Responden terdiri dari pasien rawat inap atau keluarga pasien yang dipilih dengan teknik accidental sampling, dengan sampel sebanyak 68 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi efektif dan kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik JASP dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara komunikasi efektif tenaga kesehatan dengan kepuasan pasien, dengan nilai korelasi 0,23 dan p-value 0,049 kurang dari (0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa komunikasi efektif tenaga kesehatan memiliki dampak langsung terhadap kepuasan pasien dan dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Tanjungsari.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang: The Correlation between Family Social Support and Caring Behavior among Nursing Profession Students at the Indonesia University of Education, Sumedang Campus Miladhiyah, Anindha Nur; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.239

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku caring perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku caring adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku caring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku caring kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku caring dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan p-value 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku caring yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.
Hubungan Peran Teman Sebaya dan Paparan Media Sosial dengan Perilaku Meroko Elektrik Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Siti Nursadiyah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1245

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektrik pada usia ≥15 tahun meningkat dari 0,3% pada tahun 2011 menjadi 3,0% pada tahun 2021. Rokok elektrik berpotensi menyebabkan gangguan paru hingga penyakit kronis. Faktor sosial seperti peran teman sebaya dan paparan media sosial diduga berpengaruh terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran teman sebaya dan paparan media sosial dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan program SPSS versi 24. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,003; r = 0,372). Sementara itu, paparan media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,448). Kesimpulan: Peran teman sebaya memiliki hubungan signifikan dan menjadi faktor dominan terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa, sedangkan paparan media sosial tidak berhubungan secara langsung. Background: The use of electronic cigarettes in Indonesia has increased significantly. Data from the Global Adult Tobacco Survey (GATS) in 2021 indicate that the prevalence of e-cigarette use among individuals aged ≥15 years increased from 0.3% in 2011 to 3.0% in 2021. Electronic cigarettes may cause pulmonary disorders and chronic diseases. Social factors such as peer influence and social media exposure are suspected to affect e-cigarette smoking behavior among university students.Aim: This study aimed to analyze the relationship between peer influence and social media exposure with e-cigarette smoking behavior among students at Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. Method: This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. A total of 63 respondents were selected using total sampling. Data were collected using a Google Form-based questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with SPSS version 24..Results: The results showed a significant relationship between peer influence and e-cigarette smoking behavior (p = 0.003; r = 0.372). In contrast, social media exposure was not significantly associated with e-cigarette smoking behavior (p = 0.448).Conclusion:Peer influence is significantly associated and represents the dominant factor in e-cigarette smoking behavior among university students, whereas social media exposure is not directly associated