Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Virtual Screening Senyawa Aktif Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Target Matrix Metalloproteinases (MMP-1 dan MMP-3) Yustian, William; Suwitono, Marvel Reuben; Sulastri, Titin
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25293

Abstract

Penuaan (aging) kulit ditandai oleh degradasi kolagen dan elastin yang dipicu oleh aktivitas berlebihan Matrix Metalloproteinases (MMPs), terutama MMP-1 dan MMP-3. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif kakao (Theobroma cacao L.) sebagai kandidat inhibitor MMP melalui pendekatan Virtual Screening. Sebanyak 30 senyawa aktif dipilih dari database USDA Dr. Duke’s dan PubChem, kemudian diproses menggunakan PyRx dengan AutoDock Vina untuk simulasi docking terhadap reseptor MMP-1 (3SHI) dan MMP 3 (1BIW). Batimastat digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa flavonoid kakao memiliki nilai binding affinity yang lebih tinggi dibandingkan batimastat. Isovitexin menampilkan nilai binding affinity tertinggi, yaitu -9,4 kcal/mol terhadap MMP-1 dan -10,4 kcal/mol terhadap MMP-3. Senyawa lain seperti Apigenin-7-O Glucoside, Chrysoeriol-7-O-Glucoside, Luteolin, dan Leucocyanidin juga menunjukkan interaksi kuat melalui ikatan hidrogen, Pi-Pi, dan kontak hidrofobik. Analisis interaksi mengungkap kombinasi jangkar polar dan hidrofobik yang menjaga stabilitas kompleks, meskipun beberapa orientasi ligand masih kurang ideal. Temuan ini menunjukkan bahwa flavonoid kakao berpotensi menjadi sumber kandidat inhibitor MMP untuk aplikasi anti aging berbasis virtual screening.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK LIP BALM EKSTRAK APEL MALANG (Malus sylvestris) DAN BUNGA BOUGAINVILLEA (Bouganvillea spectabilis) Suseno, Kezia Victoria; Suwitono, Marvel Reuben
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25452

Abstract

Lipbalm adalah produk kosmetik yang berfungsi melembapkan dan melindungi bibir dari kondisi kering serta kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar. Bibir tidak memiliki kelenjar minyak, sehingga sangat rentan terhadap dehidrasi dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menilai stabilitas fisik Lipbalm yang mengandung ekstrak apel Malang (Malus sylvestris) dan bunga bougainvillea (Bougainvillea spectabilis) sebagai sumber antioksidan alami. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan empat variasi formulasi, yaitu F0 (dasar), F1 (ekstrak apel 3%), F2 (ekstrak bougainvillea 3%), dan F3 (kombinasi dua ekstrak 6%). Evaluasi yang dilakukan mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik lebur, serta uji hedonik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi standar kualitas kosmetik. Nilai pH berada dalam kisaran fisiologis bibir (±5), sediaan bersifat homogen, daya lekat berkisar antara 4,9 hingga 6,12 detik, daya sebar optimal, dan titik lebur berkisar antara ±55 hingga 65°C. Hasil dari uji hedonik mengindikasikan bahwa formulasi F1 memiliki tingkat preferensi tertinggi. Disimpulkan bahwa ekstrak apel Malang dan bunga bougainvillea dapat diolah secara stabil dalam bentuk Lipbalm dan memiliki potensi sebagai produk kosmetik alami untuk melembapkan bibir.
Virtual Screening Senyawa Aktif Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Target Matrix Metalloproteinases (MMP-1 dan MMP-3) Yustian, William; Suwitono, Marvel Reuben; Sulastri, Titin
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25293

Abstract

Penuaan (aging) kulit ditandai oleh degradasi kolagen dan elastin yang dipicu oleh aktivitas berlebihan Matrix Metalloproteinases (MMPs), terutama MMP-1 dan MMP-3. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif kakao (Theobroma cacao L.) sebagai kandidat inhibitor MMP melalui pendekatan Virtual Screening. Sebanyak 30 senyawa aktif dipilih dari database USDA Dr. Duke’s dan PubChem, kemudian diproses menggunakan PyRx dengan AutoDock Vina untuk simulasi docking terhadap reseptor MMP-1 (3SHI) dan MMP 3 (1BIW). Batimastat digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa flavonoid kakao memiliki nilai binding affinity yang lebih tinggi dibandingkan batimastat. Isovitexin menampilkan nilai binding affinity tertinggi, yaitu -9,4 kcal/mol terhadap MMP-1 dan -10,4 kcal/mol terhadap MMP-3. Senyawa lain seperti Apigenin-7-O Glucoside, Chrysoeriol-7-O-Glucoside, Luteolin, dan Leucocyanidin juga menunjukkan interaksi kuat melalui ikatan hidrogen, Pi-Pi, dan kontak hidrofobik. Analisis interaksi mengungkap kombinasi jangkar polar dan hidrofobik yang menjaga stabilitas kompleks, meskipun beberapa orientasi ligand masih kurang ideal. Temuan ini menunjukkan bahwa flavonoid kakao berpotensi menjadi sumber kandidat inhibitor MMP untuk aplikasi anti aging berbasis virtual screening.
Evaluation of Antidiabetic Drug use Profile in Outpatients at A Private Hospital in Bandar Lampung City Sitanala, Frenca Elsa; Madalena, Louis; Suwitono, Marvel Reuben
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11846

Abstract

Diabetes mellitus is a long-lasting metabolic condition marked by high blood sugar levels resulting from insufficient insulin production. This study aims to evaluate the profile of antidiabetic drug use in outpatients with diabetes mellitus at a private hospital in Bandar Lampung and assess its compliance with current treatment guidelines. This study employed a non-experimental method with a retrospective descriptive design based on medical records and outpatient prescriptions from January to July 2025. The data analyzed included gender, age, comorbidities, and the types of antidiabetic drugs used. The results showed that type 2 diabetes mellitus patients were more prevalent in women (60.78%) than in men (39.22%), with the largest group of diabetes mellitus patients falling within the 45–60 age group. Most patients also had comorbidities, with hypertension being the most common. The pattern of medication use showed that biguanides, particularly metformin, were the most commonly prescribed drugs as first-line therapy. In general, the use of antidiabetic drugs in outpatients at the hospital was in accordance with the PERKENI treatment guidelines.
Influence of Light Wavelength on the Growth Performance and Protein Content of Arthrospira platensis Siama, Gabriela Sabatin; Suwitono, Marvel Reuben; Situmeang, Doli
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11925

Abstract

Microalgae play an important role in aquatic ecosystems as primary producers and have significant potential as a sustainable source of protein. One of the microalgae with high economic value is Arthrospira platensis, which is rich in bioactive compounds and protein content. Light is a key factor influencing microalgae growth, particularly its wavelength and spectrum, which can affect biomass production and biochemical composition. This study aimed to analyze the effect of different LED light wavelengths (red, blue, and a combination of red–blue) on the growth performance and protein content of Arthrospira platensis. The experiment was conducted in January 2026 using a completely randomized design with three treatments and three replications. The microalgae were cultivated in Walne medium under controlled conditions with continuous aeration for 14 days. Growth was monitored daily, and protein content was analyzed using a UV-Vis spectrophotometer at wavelengths of 280 nm and 260 nm. The results indicated that different light wavelengths significantly influenced the growth and protein content of Arthrospira platensis. The combination of red–blue light showed better performance compared to single wavelengths in enhancing biomass production and protein content. In conclusion, the use of combined LED light spectra can optimize the cultivation of Arthrospira platensis and improve its potential as an alternative protein source
Mekanisme Molekuler Interaksi Pegagan Pada Produksi Nitrat Oksida Secara In Silico: Implikasi Dalam Perawatan Luka Titin Sulastri; Maria Charlottian Suwitono; Marvel Reuben Suwitono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58733

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme molekuler senyawa aktif Pegagan (Centella asiatica) terhadap isoform enzim Nitric Oxide Synthase (NOS) yaitu endothelial, inducible, dan neuronal, secara in silico untuk mendukung manajemen perawatan luka berbasis bukti. Menggunakan simulasi molecular docking pada target eNOS (PDB code: 4d1o), iNOS (PDB code: 4nos) dan nNOS (PDB code: 4d1n), hasil studi menunjukkan bahwa dari 58 senyawa bioaktif dalam Pegangan yang diteliti, menunjukkan bahwa Isothankunic acid memiliki afinitas ikatan paling kuat dan stabil dengan nilai ΔG mencapai -19,2 kkal/mol (nNOS), -19,9 kkal/mol (eNOS), dan -21,0 kkal/mol (iNOS). Selain itu, senyawa seperti Castilliferol (-11,7 kkal/mol) dan Asiaticoside (-11,3 kkal/mol) menunjukkan interaksi signifikan pada iNOS yang berperan dalam modulasi inflamasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa aktif Pegagan, khususnya Isothankunic acid, berpotensi besar dalam meregulasi produksi Nitrat Oksida untuk meningkatkan vaskularisasi dan mempercepat fase proliferasi luka. Implikasi hasil penelitian adalah memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam mengintegrasikan ekstrak Pegagan sebagai terapi komplementer topikal yang efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka kronis.