Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PENGHASILAN MASYARAKAT DI KEMUMU BENGKULU UTARA DALAM PEMBUATAN NATA DE COCO Hesti Pujiwati; Bambang Murcitro; Hendri Bustamam
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i1.80

Abstract

Abstrak — Permasalahan utama yang dihadapi adalah mengubah budaya masyarakat yang sebelumnya hanya menjual hasil mentah (buah kelapa saja) menjadi budaya agribisnis yang berorientasi mendapatkan nilai tambah atau keuntungan. Produksi kelapa di Desa Kemumu Kabupaten Bengkulu Utara hanya dijual dalam bentuk butir kelapa tanpa sabut. Sementara itu, mengingat besarnya sumber bahan baku dengan harga murah dan tersedianya tenaga kerja, maka kegiatan ini difokuskan untuk memberikan nilai tambah dengan mengintroduksi teknologi pengolahan buah kelapa, sehingga menjadi produk yang bernilai lebih tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek tentang pengolahan kelapa menjadi Nata De Coco di masyarakat Desa Kemumu. Bahan baku pembuatan Nata De Coco tersedia di Kemumu sehingga untuk bahan baku tidak perlu mendatangkan dari luar daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, memotivasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal daerahnya yang dijadikan produk olahan yang dapat meningkatkan pendapatan. Kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Agustus 2022, dengan topik khususnya adalah perlunya teknologi pengolahan kelapa menjadi Nata De Coco. Hasil pengabdian masyarakat berupa produk nata De Coco dan perhitungan analisis usaha juga diberikan kepada masyarakat peserta kegiatan sehingga mengetahui keuntungan yang diperoleh untuk membuat usaha pembuatan Nata De Coco. Air kelapa yang semula dianggap limbah dan dapat menjadi polusi apabila dibuang ke lingkungan dapat dicegah dengan mengolahnya menjadi produk fermentasi berupa nata.
Dampak Tinggi Muka Air dan Bedengan di Lahan Rawa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sorgum Edi Susilo; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.434 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1169

Abstract

Sorgum merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, seperti pangan, pakan, pupuk organik, dan herbisida. Tanaman sorgum berpotensi untuk dikembangkan pada lahan suboptimal seperti lahan rawa. Cekaman air (kelebihan air) dan ketersediaan hara yang rendah pada lahan Histosols merupakan kendala budidaya sorgum yang baik. Penelitian teknologi budidaya jenuh air dengan menerapkan tinggi muka air dan tinggi bedengan pada tanaman sorgum belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi muka air dan tinggi bedengan yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Maret 2021 di lahan percobaan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu tinggi muka air (5 cm dan 10 cm) dan tinggi bedengan (20 cm, 25 cm, 30 cm, dan 35 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi muka air 10 cm menghasilkan jumlah daun, berat biji.tanaman-1, dan berat biji.ha-1 tertinggi. Bedengan dengan ketinggian 35 cm memperoleh jumlah daun, berat biji.tanaman-1, dan berat biji.ha-1 tertinggi. Interaksi antara ketinggian air 10 cm dan tinggi bedengan 35 cm menghasilkan tertinggi pada tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, luas daun, diameter batang, panjang malai, dan berat malai.tanaman-1.
Growth And Production Of Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Plant Due To Sunlight Intensity And Different Plant Media Formulation Mita Lestari; Susi Handayani; Edi Susilo; Hesti Pujiwati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i1.3557

Abstract

The porang plant is a tuber-producing plant developed because it can increase farmers' income. Sunlight intensity and the growing environment are essential factors that affect the growth and yield of porang plants. The research aims to get the best shade, planting media formulation, and their interaction for the development and outcome of porang plants. This study applied a randomized group design with the factorial pattern. The first factor is 50%, 70%, and 90% shade. The second factor of planting media formulation is soil or control (100%), soil (50%) + rice husk (16.7%) + coffee husk (16.7%) + manure (16.7%), soil (33.3%) + rice husk (33.3%) + waste (33.3%), soil (66.7%) + coffee husk (16.7%) + rice husk 16.7%). The results showed that 90% shading and planting media formulation of soil (33.3%) + rice husk (33.3%) + manure (33.3%) produced the highest growth (plant height, number of leaves, stem diameter) and porang yield (tuber weight).
PENGHAMBATAN PERKECAMBAHAN TEST PLANT AKIBAT EKSTRAK SEKUNDER ASAL BATANG SORGUM TERFERMENTASI SELAMA SATU TAHUN: Inhibition of Test Plant Germination by Secondary Extracts Derived from Fermented Sorghum Stems for One Year Edi Susilo; Parwito; Susi Handayani; Andreani Kinata; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i2.8627

Abstract

Tanaman sorgum telah lama dijuluki sebagai tanaman multi guna, sebagai pangan, pakan, pupuk organik, bioethanol, dan herbisida organik. Sorgum digunakan sebagai herbisida organik karena mengandung alelopati. Ekstrak sekunder yang bersumber dari batang ratun sorgum yang mengalami fermentasi satu tahun merupakan hal yang menarik untuk diteliti terkait dampak alelokimia terhadap beberapa varietas test plant (kacang hijau). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak sekunder batang ratun tanaman sorgum yang mengalami fermentasi satu tahun terhadap penghambatan perkecambahan beberapa varietas test plant. Penelitian dilaksanakan Mei 2023 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan uji bioassay disusun faktor tunggal dengan perlakuan berupa beberapa varietas test plant yang diberi aplikasiekstrak sekunder batang sorgum terfermentasi satu tahun. Taraf perlakuan yaitu kontrol (tidak diberi ekstrak) dengan varietas Vima 1, kontrol Vima 2, kontrol Vima 3, kontrol Kutilang, Vima 1, Vima 2, Vima 3, dan Kutilang. Percobaan terdiri dari 3 ulangan dan unit percobaan berupa cawan petri. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, ditanam 20 benih kacang hijau dan diinkubasi 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sorgum konsentrasi 30% yang terfermentasi satu tahun menghasilkan daya hambat terhadap test plant. Varietas Vima 2 menghasilkan persentase kecambah normal terendah dan abnormal tertinggi. Varietas test plant yang mendapatkan perlakuan ekstrak cenderung mengalami penghambatan, terlihat pada panjang hipokotil, bobot segar hipokotil, persentase kecambah normal maupun abnormal. Selanjutnya disarankan menggunakan test plant kacang hijau varietas Vima 2 karena lebih responsif dan peka terhadap ekstrak.
Potential of Aqueous Extracts From Root Organs of Ratoon Plants Sorghum Cultivated on Inceptisols Soil as Bioherbicide Andreani Kinata; Edi Susilo; Hesti Pujiwati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.5530

Abstract

Purpose: This study aims to determine the best inhibitory effect of water extracts from the ratoon root organs of sorghum plants grown on Inceptisol soil on the germination of test plants. Methodology: The study used a single-factor completely randomized design with four treatments: control, Numbu roots, Super 1 roots, and Suri 4 roots. The experiment units were petri dishes, and the experiment was repeated four times. The bioassay method in petri dishes was applied, with 10 ml of water extract added to each dish, and 25 Vima 1 mung bean seeds were incubated for three days. Results: The water extracts from the ratoon roots of Numbu and Suri 4, as well as all other sorghum ratoon root extracts, significantly inhibited the germination of test plants compared to the control. Findings: Sorghum ratoon root extracts exhibit potent bioherbicidal properties. Novelty: This research provides insights into the allelopathic potential of different sorghum varieties. Originality: The study offers a detailed analysis of the bioherbicidal effects of sorghum ratoon root extracts on seed germination. Conclusions: Water extracts from sorghum ratoon roots, especially Numbu and Suri 4, effectively inhibit test plant germination. Type of Paper: Empirical Research Article
Potential of Aqueous Extracts From Root Organs of Ratoon Plants Sorghum Cultivated on Inceptisols Soil as Bioherbicide Andreani Kinata; Edi Susilo; Hesti Pujiwati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.5530

Abstract

Purpose: This study aims to determine the best inhibitory effect of water extracts from the ratoon root organs of sorghum plants grown on Inceptisol soil on the germination of test plants. Methodology: The study used a single-factor completely randomized design with four treatments: control, Numbu roots, Super 1 roots, and Suri 4 roots. The experiment units were petri dishes, and the experiment was repeated four times. The bioassay method in petri dishes was applied, with 10 ml of water extract added to each dish, and 25 Vima 1 mung bean seeds were incubated for three days. Results: The water extracts from the ratoon roots of Numbu and Suri 4, as well as all other sorghum ratoon root extracts, significantly inhibited the germination of test plants compared to the control. Findings: Sorghum ratoon root extracts exhibit potent bioherbicidal properties. Novelty: This research provides insights into the allelopathic potential of different sorghum varieties. Originality: The study offers a detailed analysis of the bioherbicidal effects of sorghum ratoon root extracts on seed germination. Conclusions: Water extracts from sorghum ratoon roots, especially Numbu and Suri 4, effectively inhibit test plant germination. Type of Paper: Empirical Research Article
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL BERBASIS TANAMAN CURCUMA DI DESA PANCAMUKTI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Marlin Marlin; Hesti Pujiwati; Entang Inoriah
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i2.2317

Abstract

Keragaman hayati jenis tanaman obat di Indonesia perlu dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar masyarakat belum menyadari pentingnya pemanfaatan dan khasiat tanaman obat untuk meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh, seperti tanaman Curcuma. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang minuman herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di desa Panca Mukti kecamatan Pondok Kelapa kabupaten Bengkulu Tengah. Khalayak sasaran dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi PKK. Kegiatan pelatihan ini diberikan penyuluhan tentang manfaat tanaman sebagai minuman herbal dan dilakukan praktek pembuatan minuman herbal.  Pada kegiatan penyuluhan diberikan materi tentang peluang usaha yang dapat dilakukan dengan membuat olahan makanan dan minuman berbahan tanaman rempah berkhaisiat obat.  Pada kegiatan praktek, khalayak sasaran melakukan secara bersama-sama pembuatan minuman herbal dengan bimbingan tim pengabdi. Khalayak sasaran melakukan kegiatan penyuluhan dan praktek dengan antusias yang diikuti dengan tanya jawab tentang khasiat minuman herbal bagi kesehatan. Pada saat kegiatan pelatihan dilakukan juga proses pengemasan minuman herbal ke dalam botol siap minum disertai pemasangan label dan keterangan produk.
Bioherbisida Berbahan Ekstrak Air Dari Organ Batang Ratun Tanaman Sorgum Yang Dibudidayakan Di Lahan Inceptisols Edi Susilo; Parwito; Dia Novita Sari; Eny Rolenty Togatorop; Susi Handayani; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6697

Abstract

Alelopati merupakan istilah yang mengungkapkan kejadian alami dari penghambat kimiawi oleh tanaman yang menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Sumber ekstrak yang berasal dari batang ratun tanaman sorgum dari varietas berbeda mempunyai potensi bioherbisida yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak air organ batang ratun tanaman sorgum yang dibudidayakan di lahan Inceptisol terhadap perkecambahan test plant. Berangkasan sebagai bahan ekstrak air disiapkan pada Pebruari sampai Juni 2023 di Kandang Mas Kota Bengkulu dan uji bioassay dilakukan Juli 2023 di Bentiring Permai Kota Bengkulu. Penelitian menerapkan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diterapkan yaitu kontrol, batang Super 2, batang Suri 4, dan batang Ketan, Unit percobaan berupa cawan petri, dan percobaan diulang empat kali. Metode Penerapan metode bioassay pada cawan Petri pada percobaan ini. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, 25 biji kacang hijau varietas Vima 1 ditanam dan diinkubasi tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air yang berasal dari ratun batang Super 2 khususnya dan semua perlakuan ekstrak air dari batang ratun sorgum (Ketan dan Suri 4) pada umumnya mampu menghambat perkecambahan test plant tertinggi dibanding dengan kontrol. Kata Kunci : batang, bioassay, ekstrak, Inceptisols, ratun
SERANGAN HAMA PENGGEREK POLONG PADA ENAM VARIETAS KEDELAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL Christiawan Poniman; Tri Sunardi; Hesti Pujiwati
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.22.1.38-44

Abstract

[POD BORER ATTACK ON SIX SOYBEAN VARIETIES AND THEIR EFFECTS ON YIELD]. This study aims to determine the level of pod borer attack on six soybean varieties and their effects on yields. This research was conducted from December 2017 to March 2018 in the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, University of Bengkulu, Kandang Limun Village, Muara Bangkahulu District, Bengkulu City. The experimental design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with the treatment of six soybean varieties (Demas, Argomulyo, Dega, Ringing, Echo, and Dena I) and was repeated 4 times so that there were 24 experimental units. The results showed that the percentage of pod attack on the Demas, Argomulyo, Ringing, Gema, and Dena I varieties was classified as resistant, while the Dega variety was relatively resistant. Whereas the percentage of seed attack in all soybean varieties tested was classified as resistant. Argomulyo varieties have higher resistance to pod borer attack than other varieties because they produce the highest number of trichomes, and the lowest number of larvae per plant. Argomulyo variety produces the highest number of seed weight per plant, and the highest seed weight per plot. The echo variety produces the highest number of total pods, while the Dega variety produces the highest weight of 100 seeds.