Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Variasi Spasial dan Temporal Parameter Kualitas Air Sungai Kahayan: Implikasi Terhadap Proses Self-Purification Regina Wahyudyah Sonata Ayu; Yuniarta Basani; Kadek Ayu Cintya Adelia; Mega Yumia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 1 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i1.491

Abstract

Sungai Kahayan, sebagai salah satu sungai utama di Kalimantan Tengah, memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat setempat. Namun, aktivitas manusia di sekitar sungai ini, seperti pembuangan limbah rumah tangga dan industri, mengakibatkan potensi pencemaran yang signifikan. Penelitian ini menggali variasi spasial dan temporal dari 11 parameter kualitas air Sungai Kahayan selama periode 2021–2023. Hasil analisis menggunakan teknik statistika multivariat,  Analisis Klaster Hierarki (HCA) dan Analisis Komponen Utama (PCA), mengidentifikasi hubungan kompleks antar parameter. Hasil PCA menunjukkan bahwa parameter kualitas air dapat direduksi menjadi dua komponen utama (PC1 dan PC2), menjelaskan sekitar 84,24% variabilitas data. PC1 merepresentasikan tingkat polusi organik dan anorganik, sementara PC2 mencerminkan aspek-aspek kimia dan keseimbangan kimia dalam air. Analisis spasial menggunakan HCA mengelompokkan lokasi pengambilan sampel ke dalam dua klaster utama, menunjukkan perbedaan signifikan dalam kualitas air. Analisis temporal menggunakan MANOVA mengungkapkan perbedaan yang signifikan setiap tahun, terutama pada parameter pH, DO, BOD, NH3-N, TDS, TSS, dan Fe. Kemampuan self-purification Sungai Kahayan dievaluasi melalui analisis tren dengan melibatkan parameter DO, BOD, dan COD. Meskipun terjadi pemurnian diri, sungai belum mencapai zona air bersih pada titik terakhir pengambilan sampel. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang variasi spasial dan temporal kualitas air Sungai Kahayan, serta implikasinya terhadap proses self-purification. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan peningkatan pemahaman terhadap kondisi ekosistem sungai.
Analisis Proyeksi Harapan Lama Sekolah dalam Perspektif Maslahah: Studi Komputasi Grey GM(1,1) di Kota Palangka Raya Zulya Desmita; Febrianto Afli; Robiatul Witari Wilda; Mega Yumia
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i2.19644

Abstract

This research aims to analyze and project the direction of human capital accumulation in Palangka Raya City through the School Expectancy Length (SEL) indicator. Within the framework of Islamic economics, human capital accumulation is viewed as a fundamental instrument for achieving maslahah through the reinforcement of intellectual capacity (Hifdz al-Aql). This study employs a descriptive quantitative approach using secondary time-series data from the Central Bureau of Statistics for the period 2010–2025. Data analysis was conducted using the mathematical modeling of the Grey Forecasting Model GM(1,1), which is superior in predicting trends with limited data without relying on strict statistical distribution assumptions. The results indicate that this model has a very high level of accuracy with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 0.865%. Based on the projection results, the School Expectancy Length in Palangka Raya City is predicted to continue rising, reaching 15.47 years by 2030. Substantively, these findings confirm a consistent expansion of human capital, where the future school-age population is projected to be capable of attaining a Bachelor's degree level of education. The implications of this study emphasize the importance of policy synchronization between enhancing human resource capacity and providing strategic employment opportunities to ensure inclusive and sustainable economic welfare in Palangka Raya City.