Ivan Santoso
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MEDANG PIRAWAS (LITSEA ELLIPTICA BLUME): . Ivan Santoso; Maratu Soleha; Dena Anggraini
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.2 OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The content of Litsea elliptica Blume leaves from the results of phytochemical screening is that there are alkaloids, saponins, tannins, phenolics, flavonoids, triterpenoids, steroids, glycosides, and essential oils. Litsea elliptica Blume has antioxidant activity against radicals with EC50 values of 23.99, 4I.69, 11.2.2, and 33.48 mg/L, respectively, compared to standard butylated hydrokyl toluene. This research is quantitative and descriptive. The population in this study was the Medang Pirawas leaf plant (Litsea elliptica Blume). The thick extract preparation used in this research was obtained using the maceration method. This research aims to find the best formula for making cream preparations through quality and stability tests. The preparation of Litsea elliptica Blume extract cream using various extract concentrations of 0.1%, 0.15%, and 0.2% was carried out for 4 weeks by testing pH levels, viscosity, homogeneity, emulsion type, spreadability, and stability
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Cabai Merah Keriting Giling (Capsicum annum L.) Yang Dijual Di Pasar Koja Jakarta Utara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ika Agustina; Pricillya Maria Loimalitna; Ananda Fitria; Ivan Santoso; Senny Listy Kartika Falestin; PRA CHANDRA
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang serba instan, hampir setiap orang mengkonsumsi bahan ataupun bumbu masakan yang sudah siap saji. Salah satunya yaitu cabai olahan berupa cabai merah giling kasar dan cabai merah giling halus. Cabai giling merupakan bentuk cabai olahan yang banyak dijual di pasar menggunakan mesin giling dengan penambahan bahan-bahan lain seperti garam dan air. Kandungan senyawa pada cabai merah seperti karoten (provitamin A), vitamin C dan capsaicin yang membuat rasa pedas pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah keriting giling (Capsicum annum L.) yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel cabai merah keriting giling dilakukan uji organoleptik kemudian dilakukan proses filtrasi. Hasil filtrat sampel dipipet sebanyak 10 ml untuk dilakukan pengenceran kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 260 nm untuk mengetahui kadar vitamin C nya. Hasil uji organoleptik dari lima sampel tersebut berbentuk kasar dan halus, berwarna merah orange, dan memiliki aroma dan rasa yang pedas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar vitamin C yang tertinggi adalah pada sampel 3 sebesar 13,277 mg/L selanjutnya diikuti pada sampel 5 sebesar 12,905 mg/L, sampel 2 sebesar 12,106 mg/L, sampel 4 sebesar 10,849 mg/L, dan sampel 1 sebesar 10,829 mg/L.