Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry Berdasarkan Perbedaan Metode Maserasi dan MAE Ema Hermawati; Ike Yulia W Ike Yulia W; Selva Kysibrianti Erikasari Selva Kysibrianti Erikasari; PRA CHANDRA; pristiyantoro pristiyantoro
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu bol adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun jambu bol diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, secara empiris dimanfaatkan untuk meredakan sakit gigi. Senyawa flavonoid dalam daun jambu bol diantaranya memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Kandungan dalam daun ini menjadikannya sebagai bahan alternatif dalam pengobatan herbal. Pada penelitian ini, digunakan dua jenis metode ekstraksi yaitu maserasi dan MAE dengan pelarut etanol 70% untuk memperoleh senyawa flavonoid dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi terbaik dalam menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi pada ekstrak etanol 70% daun jambu bol. Kadar flavonoid total diukur menggunakan pereaksi AICI3 dan kuersetin sebagai standar menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi terbaik dalam menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi pada ekstrak etanol 70% daun jambu bol adalah metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan hasil kadar sebesar 19,86 mgQE/g, sedangkan metode maserasi menghasilkan kadar sebesar 14,53 mgQE/g.
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Cabai Merah Keriting Giling (Capsicum annum L.) Yang Dijual Di Pasar Koja Jakarta Utara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ika Agustina; Pricillya Maria Loimalitna; Ananda Fitria; Ivan Santoso; Senny Listy Kartika Falestin; PRA CHANDRA
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang serba instan, hampir setiap orang mengkonsumsi bahan ataupun bumbu masakan yang sudah siap saji. Salah satunya yaitu cabai olahan berupa cabai merah giling kasar dan cabai merah giling halus. Cabai giling merupakan bentuk cabai olahan yang banyak dijual di pasar menggunakan mesin giling dengan penambahan bahan-bahan lain seperti garam dan air. Kandungan senyawa pada cabai merah seperti karoten (provitamin A), vitamin C dan capsaicin yang membuat rasa pedas pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah keriting giling (Capsicum annum L.) yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel cabai merah keriting giling dilakukan uji organoleptik kemudian dilakukan proses filtrasi. Hasil filtrat sampel dipipet sebanyak 10 ml untuk dilakukan pengenceran kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 260 nm untuk mengetahui kadar vitamin C nya. Hasil uji organoleptik dari lima sampel tersebut berbentuk kasar dan halus, berwarna merah orange, dan memiliki aroma dan rasa yang pedas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar vitamin C yang tertinggi adalah pada sampel 3 sebesar 13,277 mg/L selanjutnya diikuti pada sampel 5 sebesar 12,905 mg/L, sampel 2 sebesar 12,106 mg/L, sampel 4 sebesar 10,849 mg/L, dan sampel 1 sebesar 10,829 mg/L.
IDENTIFIKASI CEMARAN LOGAM BERAT DALAM EKSTRAK ETANOL 70% BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L.): IDENTIFIKASI CEMARAN LOGAM BERAT DALAM EKSTRAK ETANOL 70% BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L.) PRA CHANDRA; Mega Efrilia; Tria Prayoga; Nia Lisnawati
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.54951

Abstract

Okra fruit (Abelmoschus esculentus L.) is a natural ingredient that can be developed as a raw material for natural-based medicines. The phytochemical compounds contained in okra fruit are flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, triterpenoids, coumarins, phenolics, glycosides. steroids and alkaloids, α-cellulose, hemicellulose, lignin, components. Okra fruit with varying secondary metabolite content produces positive effects on the potential pharmacological activity of okra fruit. The potential pharmacological activity of okra fruit is as antidiabetic, hypolipidemic, antioxidant, antimicrobial, anticancer, wound healing, hepatoprotective, immunomodulatory, neuroprotective and gastroprotective in addition to cardioprotective activity. Extracts must meet extract quality parameters, one of which is non-specific parameters for heavy metal contamination. This research aims to determine the heavy metal contamination content of Lead (Pb), Cadnium (Cd) and Arsenic (As) contained in the 70% ethanol extract of okra fruit. The okra fruit extraction process was carried out by maceration with 70% ethanol solvent. Determination of heavy metal content using an atomic absorption spectrophotometer instrument. The research results showed that the 70% ethanol extract of okra fruit did not contain Lead (Pb), Cadnium (Cd) and Arsenic (As). Keywords: Okra fruit, Abelmoschus esculentus, Heavy Metal Contamination